• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 5 Perawatan untuk Menangani Kutil di Leher

5 Perawatan untuk Menangani Kutil di Leher

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
5 Perawatan untuk Menangani Kutil di Leher

“Ada banyak cara yang berbeda untuk menghilangkan kutil. Beberapa kutil dapat hilang dengan sendirinya tanpa perawatan apa pun, tetapi itu bisa memakan waktu berbulan-bulan atau bertahun-tahun.“

Halodoc, Jakarta – Kutil adalah pertumbuhan benjolan kecil dengan tekstur kasar, yang bisa muncul di bagian tubuh mana saja, termasuk di leher. Kutil bisa terlihat seperti lepuh pada atau tampak seperti kembag kol kecil. Kondisi ini disebabkan oleh virus yang termasuk dalam human papillomavirus (HPV).

Pertumbuhan kecil non-kanker ini muncul ketika seseorang terinfeksi salah satu dari banyak virus dari keluarga HPV. Virus memicu pertumbuhan sel ekstra, yang membuat lapisan luar kulit jadi tebal dan keras. Meski kutil bisa tumbuh di bagian kulit mana saja, namun ia lebih sering muncul di tangan atau kaki. 

Baca juga: Kutil di Wajah, Ini 4 Pengobatan Alami

Penanganan Kutil di Leher

Kebanyakan kutil akan hilang tanpa penanganan. Hanya saja harus menunggu beberapa waktu hingga beberapa tahun agar kutil hilang dengan sendirinya, tergantung pada lokasi dan jumlah kutil. Jika kutil sulit hilang, atau justru menimbulkan kekhawatiran, kemungkinan diperlukan penanganan medis. 

Penanganan kutil dirancang untuk mengikis kutil dan melawan infeksi agar kulit bersih dari kutil. Berikut ini penanganan yang dapat dilakukan untuk menghilangkan kutil dimana saja, termasuk di leher:

1. Asam Salisilat

Krim atau gel kutil yang dijual bebas resep mengandung asam salisilat. Namun, sebaiknya kamu melindungi kulit di sekitar kutil sebelum mengoleskan krim atau gel tersebut. Asam salisilat bisa merusak kulit yang sehat sehingga hindari mengoleskannya di wajah. Beberapa cara agar asam salisilat efektif menghilangkan kutil, yaitu:

  • Lembutkan kutil dengan menggosok jaringan mati dari permukaan kutil setiap minggu menggunakan batu apung. Pastikan batu apung tidak digunakan pada bagian tubuh lain atau orang lain.
  • Sebelum mengoleskan obat, rendam kutil dalam air selama 5 menit.
  • Perawatan biasanya dilakukan setiap hari selama sekitar 3 bulan. Jika kulit terasa sakit, maka hentikan pengobatan. 

Kamu bisa beli obat asam salisilat secara online melalui aplikasi Halodoc

2. Krioterapi

Cairan beku atau nitrogen jika disemprotkan ke kutil akan menghancurkan sel-sel. Namun setelahnya akan terjadi lepuh yang berujung pada keropeng. Keropeng akan mengelupas sekitar seminggu kemudian. Perawatan ini harus dilakukan oleh dokter atau profesional. Jika kutil berukuran besar, diperlukan anestesi lokal. 

Baca juga: Ketahui Cara Mudah Mengobati Kutil

3. Operasi

Penanganan ini tidak umum untuk kutil karena berisiko meninggalkan jaringan parut. Kutil yang sembuh dengan sendirinya tidak meninggalkan bekas. Hanya saja, operasi direkomendasikan jika perawatan lainnya tidak kunjung berhasil. Sebagian besar kutil bisa dipotong dengan pisau bedah dengan anestesi lokal. 

4. Cantharidin

Perawatan ini sebaiknya dilakukan oleh dokter. Ia akan mengoleskan zat yang mengandung ekstrak dari serangga kumbang dan bahan kimia lainnya ke kutil. Area tersebut kemudian ditutup dengan perban.

Perawatan ini tidak menimbulkan rasa sakit, tapi bisa menimbulkan lepuh yang tidak nyaman. Leput itulah yang akan mengangkat kutil dari kulit, dan dokter akan mengangkat bagian kutil yang mati.

5. Suntikan Antigen Candida

Sistem kekebalan tubuh manusia tidak mengenali adanya kutil, tapi jika sistem distimulasi secara lokal, beberapa sel kekebalan yang diaktifkan di area tersebut akan mengenalinya dan melakukan tindakan. Prosedur perawatan ini tidak meninggalkan jaringan parut. Hanya saja, perawatan ini tidak direkomendasikan untuk ibu hamil. 

Baca juga: Mitos atau Fakta, Terciprat Darah Ayam Bisa Jadi Kutil

Perawatan Lainnya yang Bisa Dilakukan

Jika kutil tidak merespons perawatan standar, dokter kulit atau spesialis kulit biasanya akan menawarkan pilihan lain, yaitu:

  • Imunoterapi, membuat sistem kekebalan tubuh untuk menghancurkan kutil.
  • Bleomycin atau Blenoxane, disuntikan ke dalam kutil untuk membunuh virus.
  • Retinoid, berasal dari vitamin A yang akan mengganggu pertumbuhan sel kulit kutil.
  • Antibiotik, hanya efektif dalam kasus infeksi. 

Itulah yang perlu diketahui tentang pilihan perawatan untuk menghilangkan kutil. Perlu dipahami, jika kutil hilang tapi virusnya masih ada, maka kutil bisa muncul kembali. 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. Warts.
Medical News Today. Diakses pada 2021. How to treat a wart