• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Begini Pertolongan Pertama saat Anak Demam

Begini Pertolongan Pertama saat Anak Demam

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh Kids Health.org, disebutkan kalau demam paling sering terjadi pada anak-anak berusaha 12-18 bulan. Kondisi ini lumrah adanya, mengingat anak masih dalam tahap adaptasi lingkungan baru, setelah sebelumnya nyaman dalam rahim ibu.

Namun, tidak dapat disangkal kalau kekhawatiran pasti ada. Penanganan yang tepat dapat membantu anak terhindar dari komplikasi. Informasi selengkapnya mengenai penanganan pertama saat anak demam bisa ibu temukan di sini!

Anak Demam, Jangan Sampai Dehidrasi

Demam seringnya berarti bahwa tubuh sedang melakukan fungsinya melawan infeksi. Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan oleh orangtua.

  1. Dorong Anak untuk Minum Cairan

Biasanya ketika anak sedang tidak enak badan apalagi demam, bawaannya serba malas makan termasuk juga minum. Padahal, ketika demam, anak butuh mendapatkan asupan cairan yang cukup. Karena itu, ibu perlu mendorong anak untuk mengonsumsi cairan, baik minuman hangat maupun air putih bersuhu normal.

  1. Jangan Tutupi Badan Anak dengan Selimut Tebal

Banyak yang menyarankan untuk menutupi badan anak dengan selimut tebal ketika demam. Padahal, idealnya adalah anak harusnya berpakaian senyaman mungkin. Bila memungkinkan gunakan pendingin udara supaya anak mendapatkan suhu yang pas untuk membantu menetralkan suhu tingginya.

  1. Kompres Air Hangat

Apabila penyebab demam adalah infeksi virus, ibu dapat memberikan pertolongan pertama dengan cara mengompres menggunakan air hangat. Air hangat dapat langsung terserap pada pusat tubuh, sehingga akan menurunkan suhu secara otomatis.

Hindari menggunakan alkohol atau air dingin. Alkohol akan berbahaya karena uapnya berdampak negatif ketika terhirup oleh bayi. Bila masih bingung idealnya mengompres bayi dengan air hangat atau air dingin, tanyakan langsung saja di Halodoc.

Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untuk ibu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor orangtua bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat kapan dan di mana saja.

  1. Konsumsi Makanan Hangat

Makanan hangat, seperti sop ayam ataupun bubur, dapat membantu anak untuk tetap terjaga staminanya walaupun sedang tidak fit. Jangan lupa untuk menambahkan asupan buah-buahan. Vitamin C sangat membantu meningkatkan imunitas tubuh.

  1. Biarkan Anak Tidur dengan Tenang

Imbau anak untuk tidur dengan tenang dan mendapatkan istirahat yang cukup. Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh Calpol, tidur memiliki banyak manfaat bagi tubuh ketika sedang mengalami demam.

Ini termasuk memungkinkan tubuh untuk memulihkan energi yang dihabiskan oleh sistem kekebalan tubuh karena melawan infeksi. Tidur juga membantu menghilangkan stres akibat sakit. Selama tidur, tubuh mengisi kembali sel-sel yang telah hilang termasuk sel darah putih yang memiliki fungsi vital melawan bakteri dan virus dalam tubuh.

  1. Penanganan-Penanganan Lainnya

Hal-hal lain yang perlu diperhatikan adalah untuk selalu mengukur suhu tubuh anak. Jangan lupa untuk memberikan obat tepat pada waktunya. Penanganan sederhana seperti ini akan sangat membantu mempercepat proses penyembuhan anak.

Walaupun demam adalah kondisi yang bisa, namun terkadang bisa menjadi penanda kalau anak mengalami penyakit serius. Ini terutama ketika anak memberikan tanda atau gejala seperti kerewelan, kondisi sedikit pun tidak membaik, bahkan setelah minum obat untuk menurunkan demam, menunjukkan gejala dehidrasi yang ditandai dengan intensitas berkemih yang berkurang, menangis tanpa air mata, mulut kering atau menolak minum cairan apa pun.

Orangtua perlu membawa anak ke rumah sakit jika demam anak disertai dengan sakit kepala tak berkesudahan, sakit perut, kesulitan bernapas, ruam, nyeri sendi, sampai pembengkakan.

Referensi:
Calpol.com. Diakses pada 2020. 10 RULES WHEN YOUR CHILD HAS FEVER.
WebMD. Diakses pada 2020. Treating Fever in Children.