• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Demam pada Anak, Ini Waktu Paling Tepat untuk ke Dokter

Demam pada Anak, Ini Waktu Paling Tepat untuk ke Dokter

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Ada banyak cara yang bisa dilakukan orangtua untuk menurunkan demam anak secara mandiri di rumah. Namun, ibu tetap harus lebih cermat dan waspada dalam memantau kondisi demam yang dialami Si Kecil. Apalagi jika demam tak kunjung membaik, semakin parah, atau disertai gejala lainnya. Lalu, kapan waktu yang tepat untuk membawa anak demam ke dokter?

Sebenarnya, demam pada anak tidak selalu berbahaya dan sebagian besar dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu beberapa hari. Namun, jika demam tak juga turun setelah beberapa hari, padahal telah melakukan berbagai upaya perawatan mandiri di rumah, ibu harus mulai mempertimbangkan untuk membawa anak ke dokter.

Baca juga: 5 Tanda Anak Demam Harus Dibawa ke Dokter

Segera ke Dokter Jika Demam pada Anak Disertai Gejala Lain

Orangtua sebaiknya segera membawa anak ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut, jika demam pada anak muncul bersamaan dengan gejala lain, seperti:

  • Gejala dehidrasi, misalnya diare, muntah-muntah, bibir kering, menangis tanpa keluar air mata, tidak mau makan atau menyusu, jarang atau tidak buang air kecil sama sekali.
  • Kejang-kejang.
  • Tubuh anak tampak sangat lemas.
  • Pingsan atau jadi sering mengantuk.
  • Sakit kepala berat.
  • Sesak napas.
  • Kulit pucat atau terlihat kebiruan.
  • Demam tinggi yang tak kunjung mereda setelah 2 hari, atau justru semakin parah.

Jika kamu masih bingung kapan tepatnya anak yang demam perlu dibawa ke dokter segera, download dan manfaatkan aplikasi Halodoc untuk bertanya-tanya seputar demam anak pada dokter lewat chat. Kalau dokter menyarankan pemeriksaan lebih lanjut, gunakan juga aplikasi Halodoc juga untuk buat janji dengan dokter di rumah sakit.

Baca juga: Demam Saat Hamil? Ini Obat yang Aman

Setelah penyebab demam anak sudah diketahui, pengobatan akan diberikan sesuai penyebabnya. Jika kondisi anak sangat lemah dan tidak memungkinkan untuk dirawat di rumah, dokter akan menyarankan agar anak dirawat secara intensif di rumah sakit, agar kondisinya bisa selalu dipantau.

Bagaimana Pertolongan Pertama untuk Demam pada Anak?

Untuk memastikan demam pada anak, kamu perlu melakukan pengukuran suhu tubuh menggunakan termometer, bukan sekadar perabaan dengan tangan. Anak dapat dikatakan mengalami demam jika suhu tubuhnya mencapai 38 derajat Celsius atau lebih. Sebagai pertolongan pertama, coba lakukan beberapa langkah berikut:

1. Kompres Hangat

Coba berikan kompres pada tubuh anak dengan menggunakan kain yang sudah direndam di dalam air hangat. Tempatkan kompres pada area kulit dahi, dada, perut, atau ketiak anak saat ia tidur atau berbaring, dan diamkan kompres tersebut sekitar 20-30 menit. Ganti kompres secara berkala ketika mulai kering dan pantau suhu tubuh anak, setiap 1-2 jam sekali.

2. Berikan Asupan Makanan dan Minuman yang Cukup

Pastikan kebutuhan makan dan minum anak tercukupi untuk mencegah dehidrasi. Jika ibu Si Kecil masih ASI eksklusif, pastikan ia disusui sesering mungkin. Namun, jika sudah mulai mengonsumsi MPASI atau makanan padat, lanjutkan pemberian ASI sambil memberikan cukup air putih atau teh hangat. Berikan makanan dalam porsi sedikit tetapi sering, agar ia tidak merasa mual.

Jika anak sudah berusia cukup besar, kamu bisa memberinya makanan atau minuman yang menyejukkan, seperti yoghurt dingin dan es krim. Selain menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik, makanan atau minuman seperti itu bisa membantu mendinginkan tubuh dari dalam.

Baca juga: Waspadai Demam Naik Turun Petanda Gejala 3 Penyakit Ini

3. Berikan Obat Penurun Panas

Jika diperlukan, kamu dapat memberikan obat penurun panas pada anak, seperti paracetamol. Namun, dosis obat harus disesuaikan dengan usia dan berat badan anak atau sesuai petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan obat.

Referensi:
Baby Center. Diakses pada 2020. How Can I Reduce My Child's Fever Without Using Medicine?
KidsHealth. Diakses pada 2020. Fevers.
Stanford Children’s Health. Diakses pada 2020. Fever in Children.
WebMD. Diakses pada 2020. What to Do When Your Kid Has a Fever.