5 Pola Hidup yang Bisa Tingkatkan Risiko Patah Tulang Belakang

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
5-pola-hidup-yang-ternyata-tingkatkan-risiko-patah-tulang-belakang-halodoc

Halodoc, Jakarta – Patah tulang belakang sebenarnya bisa dialami oleh siapa saja. Kondisi ini paling sering disebabkan oleh kejadian traumatis, seperti terjatuh atau mengalami kecelakaan mobil. Namun, ada juga lho beberapa pola hidup yang tanpa sadar bisa meningkatkan risiko kamu untuk mengalami patah tulang belakang. Dengan mengetahui pola hidup apa saja yang tidak baik untuk kesehatan tulang belakang, kamu bisa mencegah terjadinya patah tulang belakang.

Patah tulang belakang terjadi ketika tulang belakang patah. Tulang belakang dibentuk oleh vertebra yang saling menumpuk. Sama seperti tulang lain di dalam tubuh, vertebra pada tulang belakang juga bisa patah. Namun, patah tulang belakang bisa jauh lebih parah daripada patah tulang lainnya di tubuh, karena patah tulang belakang bisa menyebabkan trauma pada saraf tulang belakang.

Baca juga: Alasan Patah Tulang Belakang Bisa Sebabkan Kelumpuhan

Penyebab Patah Tulang Belakang

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, patah tulang biasanya terjadi akibat trauma atau kondisi yang bisa melemahkan tulang, seperti jatuh, olahraga, kecelakaan mobil, dan tindakan kekerasan. Kejadian traumatis tersebut bisa memberikan terlalu banyak tekanan pada tulang belakang, sehingga vertebra yang tidak kuat menahan gaya tersebut akan patah.

Selain itu, trauma juga bisa menyebabkan tubuh untuk bergerak secara ekstrem, misalnya kecelakaan menyelam bisa menyebabkan leher menekuk terlalu jauh ke belakang. Akibatnya, vertebra akan retak sewaktu mencoba untuk menahan tekanan ekstrem yang tidak biasa tersebut.

Bila retak, vertebra berisiko untuk terus kolaps. Jadi, kejadian traumatis awal mungkin tidak menyebabkan tulang untuk kolaps begitu parahnya, tapi seiring berjalannya waktu, keretakan tersebut bisa semakin memburuk.

Beberapa kondisi berikut juga bisa melemahkan tulang, sehingga menyebabkan tulang mudah patah:

Faktor Risiko Patah Tulang Belakang

Selain penyebab di atas, ada juga beberapa faktor risiko yang bisa meningkatkan risiko terjadinya patah tulang. Salah satunya adalah pola hidup yang tidak baik untuk tulang belakang, seperti:

1. Sering Mengangkat Beban Berat

Orang orang yang pekerjaannya menuntut untuk sering mengangkat beban berat berisiko tinggi mengalami patah tulang belakang. Misalnya, pekerja bangunan. Ini karena mengangkat beban yang terlalu berat bisa saja memberi tekanan yang besar pada tulang belakang hingga akhirnya retak. Bila hal ini dilakukan terlalu sering, maka bukan tidak mungkin akan terjadi patah tulang belakang.

Baca juga: 5 Jenis Pekerjaan yang Rentan Alami Patah Tulang Belakang

2. Sering duduk terlalu lama

Pekerja kantoran juga berisiko tinggi mengalami patah tulang belakang bila sering duduk terlalu lama dan jarang melakukan peregangan. Apalagi bila duduk lama dengan posisi yang tidak benar, maka risiko patah tulang belakang semakin besar.

3. Kurang Konsumsi Vitamin D

Vitamin D adalah nutrisi penting untuk kesehatan tulang karena membantu penyerapan kalsium di dalam tubuh. Kurang asupan vitamin D akan membuat tulang kamu rapuh dan akhirnya mudah mengalami patah tulang belakang. Karena itu, perbanyaklah konsumsi makanan yang kaya akan vitamin D, seperti ikan kod, telur, tahu, tempe, dan susu kedelai.

4. Malas Berolahraga

Olahraga tidak hanya bisa menjaga kebugaran tubuh kamu, tapi juga memperkuat tulang. Sering duduk terlalu lama di kantor, ditambah lagi dengan jarang berolahraga bisa membuat tulang kamu rapuh. Yuk, mulai berolahraga secara rutin, seperti berjalan, lari, dan bermain tenis yang baik untuk kesehatan tulang belakang.

5. Merokok

Jangan kira kebiasaan merokok tidak akan memengaruhi kesehatan tulang. Nyatanya, kandungan rokok bisa menghambat aliran darah yang mengandung nutrisi dan oksigen, ke seluruh tubuh, termasuk jaringan tulang, lho. Jadi, segera hentikan kebiasaan merokok agar tulang belakang kamu tetap sehat dan kuat.

Baca juga: Lakukan Hal-Hal Ini untuk Mencegah Patah Tulang Belakang

Nah, itulah pola hidup yang bisa meningkatkan risiko patah tulang belakang. Bila kamu memiliki faktor risiko di atas, coba diskusikan pada dokter mengenai cara mencegah patah tulang belakang aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.