5 Tanda-Tanda Gangguan Jiwa yang Sering Tak Disadari

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
5 Tanda-Tanda Gangguan Jiwa yang Sering Tak Disadari

Halodoc, Jakarta – Gangguan jiwa adalah kondisi yang menyebabkan gangguan pemikiran serta perilaku yang mengakibatkan ketidakmampuan untuk mengatasi tuntutan dan rutinitas hidup yang biasa.

Ada lebih dari 200 bentuk penyakit mental. Beberapa gangguan yang lebih umum adalah depresi, gangguan bipolar, demensia, skizofrenia dan gangguan kecemasan. Gejala mungkin termasuk perubahan suasana hati, kepribadian, kebiasaan pribadi sampai kepada penarikan sosial.

Gangguan jiwa bisa juga terkait dengan stres berlebihan karena situasi atau serangkaian peristiwa tertentu. Seperti halnya kanker, diabetes dan penyakit jantung, penyakit mental seringkali bersifat fisik, emosional, dan psikologis. 

Baca juga: Psikopat Adalah Salah Satu Penyakit Mental?

Tekanan lingkungan, faktor genetik, ketidakseimbangan biokimia, atau kombinasi dari semua itu juga bisa memicu gangguan jiwa. Sejatinya dengan perawatan yang tepat, pengidap gangguan jiwa bisa pulih dan mengatasi kelabilan emosinya.

Sayangnya, gangguan jiwa kerap tidak disadari. Menurut The American Psychological Association, berikut ini tanda-tanda gangguan jiwa:

  1. Perubahan Kepribadian 

Jika seseorang bertindak seperti orang yang sangat berbeda, tidak bertindak atau merasa seperti diri mereka sendiri, ini adalah tanda peringatan.

  1. Kecemasan, Kemarahan, ataupun Mood Swing

Perubahan emosi yang parah adalah peringatan yang harus segera ditangani, terutama jika ini berlangsung selama terus-menerus. 

  1. Penarikan Sosial dan Isolasi 

Jika seseorang menutup diri secara sosial, membatalkan keterlibatan sosial, ataupun menghabiskan terlalu banyak waktu sendirian, ini juga jadi gejala serius seseorang memiliki masalah pada kesehatan emosional atau mentalnya.

Baca juga: Sering Pergi ke Konser Musik Bisa Menyehatkan Jiwa

  1. Kurang Perawatan Diri dan Melakukan Perilaku Berisiko

Orang-orang dengan gangguan jiwa sering kehilangan perhatian terhadap kesehatan dan kesejahteraan mereka sendiri. Ini juga termasuk dengan terlibat dalam perilaku berisiko seperti minum dan menggunakan narkoba. Selain itu, kurangnya kebersihan, atau kurangnya perhatian terhadap penampilan, mungkin merupakan indikasi masalah kesehatan mental.

  1. Rasa Putus Asa 

Orang-orang yang mengalami gangguan jiwa kerap mudah menyerah, lekas putus asa, dan tidak semangat dalam menjalani hidup. Kalau kamu atau orang terdekatmu mengalami satu atau dua dari gejala-gejala ini tidak langsung serta merta membuatmu pasti mengalami gangguan jiwa. Namun, gangguan ini bisa jadi gejala yang perlu ditanggapi serius. 

Apalagi bila gejala tersebut menyebabkan masalah serius dalam kemampuan untuk belajar, bekerja, ataupun berhubungan dengan orang lain. Jika seseorang punya pikiran atau niat untuk bunuh diri, atau pikiran untuk melukai orang lain, perlu segera mendapat perhatian.

Baca juga: 5 Cara Agar Cepat Move On dan Enggak Terjebak Rasa Bersalah

Terlepas dari berbagai gejala dan jenis penyakit mental, banyak keluarga yang memiliki orang yang dicintai dengan penyakit mental, berbagi pengalaman serupa. Kamu mungkin mendapati dirimu menolak tanda-tanda peringatan, mengkhawatirkan apa yang dipikirkan orang lain karena stigma, atau bertanya-tanya apa yang menyebabkan orang yang kamu cintai menjadi sakit. 

Terimalah bahwa perasaan ini normal dan umum di antara keluarga yang mengalami situasi serupa. Cari tahu semua yang kamu bisa tentang penyakit orang yang kamu cintai dengan membaca dan berbicara dengan para profesional kesehatan mental. Bagikan apa yang telah kamu pelajari dengan orang lain.

Cari Bantuan 

Dukungan dari orang terdekat ataupun orang-orang yang memahami kondisimu sangat penting untuk menguatkan emosional. Jika kamu merasa tidak dapat membicarakan situasi dengan teman atau anggota keluarga lainnya, temukan kelompok swadaya atau dukungan. Kelompok-kelompok ini memberi kesempatan untuk berbicara dengan orang lain yang mengalami jenis masalah yang sama. 

Sejatinya terapi dapat bermanfaat bagi individu dengan gangguan jiwa. Seorang profesional kesehatan mental dapat menyarankan cara untuk mengatasi dan lebih memahami penyakit tersebut.

Saat mencari seorang terapis, bersabarlah dan berbicaralah dengan beberapa profesional, sehingga kamu dapat memilih orang yang tepat untukmu ataupun rekan yang membutuhkan.  Adalah umum bagi orang dengan gangguan jiwa menjadi fokus pada kehidupannya sendiri. Ketika ini terjadi, anggota keluarga lain mungkin merasa diabaikan atau marah. 

Jika orang terdekatmu mengalami gangguan jiwa, terimalah “keegoisannya” itu sebagai bagian dari proses penyembuhan dirinya. Penting untuk diingat bahwa ada harapan untuk pemulihan dan bahwa dengan perawatan, banyak orang dengan gangguan jiwa bisa kembali ke kehidupan yang produktif dan memuaskan.

Punya masalah kesehatan psikologi dan emosional? Segera periksakan langsung di rumah sakit yang direkomendasikan Halodoc di sini. Penanganan tepat dapat meminimalisir risiko kesehatan jangka panjang. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Yuk, download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store.