5 Tips Aman Berpuasa Bagi Pengidap Hipertensi

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
5 Tips Aman Berpuasa Bagi Pengidap Hipertensi

Halodoc, Jakarta – Tekanan darah normalnya berkisar antara 90/60 mmHg sampai 120/80 mmHg. Seseorang diduga mengidap hipertensi jika tekanan darahnya lebih dari 140/90 mmHg. Kondisi ini biasanya ditandai dengan sakit kepala, penglihatan buram, mual, telinga berdenging, kelelahan, nyeri dada, detak jantung tidak beraturan, dan sesak napas. Lantas, amankah pengidap hipertensi berpuasa? Bagaimana aturan aman berpuasa bagi pengidap hipertensi? Ini faktanya.

Baca Juga: Ini 4 Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Fisik dan Mental

Puasa Aman Bagi Pengidap Hipertensi, Asal...

Puasa telah terbukti bermanfaat bagi kesehatan, salah satunya bagi pengidap hipertensi. Hal ini disebutkan dalam Journal of Hypertension tahun 2016. Studi tersebut menyebutkan puasa membantu menurunkan tekanan darah pada pengidap hipertensi ringan hingga sedang. Pasalnya, perubahan pola makan dan tidur saat puasa memengaruhi sistem saraf simpatik, sistem renin, dan hormon antidiuretik yang membuat tekanan darah turun.

Puasa juga memberikan kesehatan untuk tubuh beristirahat dari makanan pemicu naiknya tekanan darah, termasuk dari berbagai hal yang memicu emosi. Hasilnya, tekanan darah selama puasa cenderung stabil. Bagi pengidap hipertensi, ikuti aturan aman berpuasa ini:

1. Rutin Periksa ke Dokter

Menjelang puasa, pengidap hipertensi dianjurkan untuk melakukan medical check up. Hasil pemeriksaan menjadi pertimbangan dokter untuk memperbolehkan kamu berpuasa atau tidak. Biasanya, dokter meresepkan obat antihipertensi untuk mengendalikan tekanan darah selama puasa.

Pastikan kamu sudah berbicara dengan dokter mengenai jadwal konsumsi obat selama puasa, dosis, dan efek samping yang mungkin terjadi. Jangan lupa untuk rutin periksa tekanan darah selama puasa.

2. Perbanyak Minum Air Putih

Kekurangan cairan bisa memicu naiknya tekanan darah. Maka itu, kamu dianjurkan untuk perbanyak minum air putih selama puasa. Pola umum minum air putih saat puasa adalah 2-4-2, yakni minum dua gelas air putih saat berbuka, empat gelas air putih saat makan malam, dan dua gelas air putih saat sahur. Sebaiknya hindari konsumsi kafein dan minuman bersoda saat sahur maupun berbuka.

Baca Juga: Ternyata Ini Manfaat Puasa untuk Pengidap Hipertensi

3. Hindari Makanan Tinggi Garam

Batasi jumlah garam setidaknya lima gram atau setara dengan satu sendok teh per hari. Aturan ini berlaku untuk menu makanan saat sahur, berbuka, dan makan malam. Pasalnya, mengurangi konsumsi garam pada menu makanan membantu menurunkan tekanan darah sekitar 5-6 mmHg.

4. Perbanyak Sayur dan Buah

Selain kaya serat, sayur dan buah juga tinggi kalium untuk mengurangi efek natrium pada darah. Kebiasaan konsumsi sayur dan buah saat puasa dapat menurunkan tekanan darah hingga 11 mmHg. Buah sumber kalium antara lain pisang, alpukat, apel, melon, jeruk, dan mangga. Sedangkan sayur sumber kalium antara lain bayam, sawi, dan brokoli.

5. Rutin Olahraga

Olahraga saat puasa bisa dilakukan 30 menit sampai 1 jam menjelang berbuka agar kamu tidak mudah kelelahan. Pilih olahraga intensitas ringan, seperti jogging atau bersepeda, setidaknya 30 menit per hari. Olahraga bukan hanya menjaga kebugaran tubuh, melainkan juga membantu membakar lemak lebih banyak. Manfaat ini menjadi kabar baik bagi yang ingin menurunkan berat badan saat berpuasa.

Baca Juga: 7 Jenis Makanan yang Harus Dihindari Pengidap Hipertensi

Itulah tips berpuasa bagi pengidap hipertensi. Kalau kamu punya keluhan kesehatan saat puasa, jangan ragu berbicara dengan dokter Halodoc. Kamu hanya perlu membuka aplikasi Halodoc dan masuk ke fitur Talk to A Doctor untuk menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!