13 April 2018

5 Tips Memilih Susu Formula untuk Bayi

5 Tips Memilih Susu Formula untuk Bayi

Halodoc, Jakarta – Air Susu Ibu (ASI) merupakan asupan terbaik untuk bayi karena mengandung nutrisi lengkap yang penting untuk tumbuh kembangnya. Namun, ada beberapa kondisi yang tidak memungkinkan ibu untuk memberikan ASI pada Si Kecil. Akhirnya, memberikan susu formula pun menjadi alternatif yang sering dipilih agar perkembangan bayi tetap dapat berlangsung dengan sehat, terutama bagi bayi yang baru lahir. Namun, dari sekian banyaknya produk susu formula yang dijual di pasaran, bagaimana cara memilih susu formula yang tepat?

Memilih susu formula untuk bayi yang baru lahir atau di bawah usia satu tahun tidak boleh sembarangan, karena ia masih belum bisa mencerna makanan dengan baik. Jadi, ibu diharapkan dapat memerhatikan dengan seksama ketika memilih susu formula. Susu formula yang baik tidak dilihat berdasarkan merek dan harganya, tapi yang paling penting adalah kandungannya. Pada dasarnya, semua produk susu formula memiliki kandungan nutrisi utama, yaitu protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral. Namun, yang membuat satu produk berbeda dari produk lainnya adalah jenis protein yang digunakan. Berikut jenis-jenis susu formula yang sering dijual di pasaran:

  • Susu sapi. Jenis susu formula yang paling sering dijumpai adalah yang terbuat dari susu sapi. Susu sapi mengandung protein yang terbagi dalam dua jenis, yaitu whey dan casein. Untuk bayi yang baru lahir, jenis whey-lah yang paling direkomendasikan karena dianggap lebih mudah dicerna.
  • Susu rendah atau bebas laktosa. Beberapa bayi sensitif terhadap kandungan laktosa atau gula dalam susu. Selain itu, sistem pencernaan bayi yang belum sempurna juga sulit mengolah laktosa, sehingga bisa menyebabkan Si Kecil sering buang angina. Karena itu, ibu sebaiknya memilih susu formula yang rendah atau bebas laktosa yang aman dikonsumsi bayi.
  • Susu soya.  Selain dari susu sapi, ada juga susu formula yang terbuat dari kacang kedelai atau susu soya. Susu jenis ini mengandung protein dan cocok dikonsumsi oleh bayi yang memiliki gejala alergi terhadap susu sapi.

Tips Memilih Susu Formula:

  • Pastikan Susu Cocok untuk Bayi. Perhatikan kemasan susu dengan seksama. Biasanya pada kemasan, ada tertulis keterangan bahwa produk tersebut cocok untuk dikonsumsi bayi.
  • Pilih Susu Sapi. Dari ketiga jenis susu formula yang ada, ibu sebaiknya pilih produk susu formula yang berasal dari susu sapi.
  • Pilih Jenis Protein. Perhatikan juga jenis protein yang digunakan dalam produk susu formula tersebut. Jenis protein yang paling disarankan adalah whey, namun ibu juga bisa memilih produk susu formula yang menggabungkan jenis protein whey dan casein. Tapi ingat, komposisi whey harus lebih tinggi daripada casein, yaitu sekitar 60:40. Rasio itu setara dengan kandungan protein pada ASI.
  • Bicarakan dengan Dokter. Bila bayi tidak cocok atau tidak suka dengan satu produk susu formula, gantilah merek produk susu yang lebih disukainya. Bila bayi mengalami diare, lemas, atau muntah setelah mengonsumsi satu produk susu formula, sebaiknya bicarakan dengan dokter dan ganti merek produk susu.
  • Usahakan Hindari Menggunakan Susu Kedelai. Walaupun susu kedelai sering dijadikan alternatif untuk bayi yang alergi susu sapi, tapi sebaiknya hindari memberikan susu berasal dari kacang kedelai, kecuali dengan seizin dokter. Karena bayi yang alergi dengan susu sapi biasanya akan alergi pula terhadap susu kedelai. Selain itu, susu kedelai juga memiliki kandungan glukosa yang bisa merusak gigi Si Kecil.

Susu formula yang berkualitas sekalipun tetap tidak bisa menandingi manfaat ASI. Namun, bila kondisi ibu tidak memungkinkan memberi ASI secara eksklusif, tidak perlu berkecil hati, karena memberi susu formula juga bisa membantu memenuhi kebutuhan nutrisi Si Kecil (Baca juga: Mitos Seputar Menyusui yang Harus Orang Tua Tahu). Kalau ibu ingin tahu lebih banyak seputar tips menyusui, tanyakan saja langsung pada dokter lewat aplikasi Halodoc. Hubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Tunggu apa lagi? Download Halodoc sekarang di App Store dan Play Store ya!