Ibu Risma Didiagnosis GERD, Apa Hubungannya dengan Asma dan Maag?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Ibu Risma Didiagnosis GERD, Apa Hubungannya dengan Asma dan Maag?

Halodoc, Jakarta - Walikota Surabaya, Tri Rismaharini dikabarkan menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Kabar yang beredar adalah beliau mengidap asma dan maag akibat dari kelelahan. Bu Risma, begitu beliau akrab disapa, memang seorang walikota yang aktif turun ke lapangan untuk melihat kondisi Kota Surabaya. Beliau juga tak segan turut membantu pekerjaan-pekerjaan lapangan yang dilakukan masyarakatnya. 

Namun, pertanyaan yang muncul dari masyarakat awam adalah “Apa sebenarnya hubungan antara sakit maag dan asma? Keduanya adalah penyakit yang berbeda. Maag menyerang lambung, sementara asma terjadi di paru-paru. Mengapa saling berkaitan?” Kondisi ini menimbulkan pertanyaan, terlebih untuk orang-orang yang tidak mengetahui medis secara mendalam. 

Asma, Maag, dan GERD Ternyata Saling Berkaitan

Fakta menunjukkan bahwa sakit maag dan asma mengacu pada suatu kondisi kesehatan yang lebih serius, yaitu GERD atau Gastroesophageal Reflux Disease. Lalu, apa yang menghubungkan ketiga masalah kesehatan ini?

Baca juga: Alasan Asma Bisa Sebabkan Kematian

Baik sakit maag dan GERD menyerang saluran pencernaan. Gejalanya mirip, tetapi kamu masih bisa menemukan perbedaan yang paling mendasar. Sakit maag lebih mengarah pada luka kecil di lapisan perut atau duodenum yang menjadi bagian pertama dari usus. Ini menimbulkan gejala seperti kembung, mudah kenyang, mual dan muntah, diare,perut mulas, dan menurunnya nafsu makan.

Di sisi lain, GERD diartikan sebagai asam lambung yang keluar dari perut menuju ke kerongkongan. Ini membuat kamu merasa seperti terbakar di kerongkongan, panas, dan tidak nyaman di bagian belakang mulut. GERD membutuhkan penanganan jika frekuensi terjadinya lebih dari dua kali dalam satu minggu. Nah, peningkatan asam lambung inilah yang memicu terjadinya GERD. 

GERD menjadi lebih buruk dengan kondisi lambung yang kosong. Tak heran, karena ketika kamu sakit maag yang membuat nafsu makan menurun, produksi asam lambung mengalami peningkatan. Jika dibiarkan, GERD sering terjadi dan memicu terjadinya komplikasi serius. 

Baca juga: Agar Tak Salah, Ini 5 Tips Mencegah GERD

Lalu, Apa Kaitan GERD dan Asma?

Tahukah kamu jika pengidap asma dua kali lebih berisiko mengalami GERD dibandingkan dengan orang-orang yang tidak mengidap asma? Bahkan, 75 persen orang dewasa dengan asma juga mengidap GERD, meski ahli kesehatan belum bisa memastikan mengapa kedua masalah kesehatan ini bisa terjadi bersamaan. 

Salah satu kemungkinannya adalah aliran asam lambung yang berulang ke kerongkongan merusak lapisan tenggorokan dan saluran udara ke paru-paru. Ini bisa membuat sulit bernapas dan batuk berkepanjangan. Seringnya paparan asam juga membuat paru-paru lebih sensitif terhadap iritasi, seperti debu atau serbuk sari yang semuanya menjadi pemicu asma. 

Kemungkinan lainnya adalah refluks asam bisa memicu refluks saraf pelindung. Refleks saraf ini menyebabkan saluran udara mengencang untuk mencegah asam lambung memasuki paru-paru. Penyempitan saluran udara ini dapat menyebabkan gejala asma, yaitu sesak napas. 

Baca juga: Hal-Hal Ini Bisa Terjadi pada Pengidap Maag Kronis

Sama seperti GERD yang bisa membuat asma semakin memburuk, asma juga memiliki risiko membuat GERD semakin parah. Perubahan tekanan yang terjadi di dalam dada dan perut selama serangan asma, misalnya, diyakini memperburuk GERD. Ketika paru-paru membengkak, peningkatan tekanan pada lambung dapat menyebabkan otot-otot yang biasanya mencegah refluks asam menjadi kendur. Ini memungkinkan asam lambung mengalir kembali ke kerongkongan. 

Jadi, ternyata ada keterkaitan yang cukup signifikan antara sakit maag, GERD, dan asma yang menjadi diagnosis sakit Bu Risma. Tentunya, kamu tidak boleh menyepelekan tiga gangguan kesehatan ini, karena satu sama lainnya sangat berhubungan. Kalau kamu merasa ada gejala yang mengindikasikan salah satunya, segera temui dokter. Buat janji di rumah sakit terdekat dengan lokasi kamu. Simak caranya di sini. Kamu juga bisa melakukan tanya jawab dengan dokter lewat aplikasi Halodoc, tinggal download di smartphone kamu, ya!