28 March 2019

6 Fakta Terapi Okupasi yang Harus Diketahui

Terapi okupasi

Halodoc, Jakarta - Bagi pengidap kondisi medis tertentu yang mengharuskan untuk menjalani terapi okupasi, biasanya dokter akan mengidentifikasi terlebih dahulu sejauh mana kesulitan pengidap kondisi medis ini dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Dokter kemudian akan mendiagnosis penyakit apa yang menyebabkan seseorang mengalami hambatan fisik, sosial, atau mental. Sebelum merencanakan untuk menjalani terapi ini, ada baiknya kamu mengetahui fakta-fakta di baliknya. Yuk, baca penjelasan selengkapnya disini.

Baca juga: Perlu Tahu, Ini Tahapan yang Dilakukan saat Terapi Okupasi

Terapi Okupasi Membantu Membantu Meningkatkan Kualitas Hidup

Metode ini merupakan jenis terapi yang secara khusus digunakan untuk membantu orang-orang dengan berbagai kondisi kesehatan untuk hidup dengan mandiri. Terapi ini biasanya digunakan untuk orang-orang yang mengidap suatu penyakit, seperti masalah psikologis, cedera jangka panjang, atau keterlambatan perkembangan sejak lahir.

Terapi ini bertujuan untuk membantu meningkatkan kualitas hidup mereka dengan memaksimalkan kemandirian. Terapi ini juga membantu seseorang untuk mendapatkan tujuan hidupnya. Seseorang dengan keterbatasan fisik, mental, dan penurunan kemampuan kognitif karena faktor usia atau penyakit tertentu juga disarankan menjalani terapi ini.

Baca juga: Terapi Okupasi Bisa Bantu Orang dengan Keterbatasan Fisik

Ini Fakta Terapi Okupasi yang Harus Diketahui

Karena tujuannya untuk membantu seseorang, terapi okupasi punya banyak unsur. Oleh karena itu, biasanya seseorang yang sedang menjalani terapi ini akan memperoleh pengarahan serta latihan dalam beberapa hal, seperti:

  1. Karena tujuan terapi ini adalah untuk mencapai kehidupan normal seperti orang pada umumnya, seseorang yang menjalani terapi ini akan dilatih untuk menjalani aktivitas sehari-hari di dalam rumah seperti membersihkan rumah, memasak, dan berkebun.
  2. Jika seseorang perlu untuk menggunakan alat bantu seperti kursi roda, terapis akan mencari metode alternatif untuk menjalani aktivitas sehari-hari.
  3. Seseorang yang menjalani terapi ini akan dilatih untuk merawat diri sendiri, meskipun dalam keadaan sakit. Perawatan diri yang diajarkan meliputi makan, mandi, dan berpakaian.
  4. Jika seseorang yang sedang mengikuti metode ini berencana mengemudi atau menggunakan mode transportasi umum, program ini akan mengajarkan mereka untuk melakukannya dengan aman. Para terapis akan membantu untuk mengembangkan kemampuan yang perlu dimiliki dalam mengemudi, seperti kemampuan mengambil keputusan.
  5. Latihan fisik memiliki andil yang besar dalam terapi okupasi. Orang-orang yang mengikuti terapi ini akan dilatih untuk mempertahankan gerakan sendi, kekuatan otot, fleksibilitas, dan postur. Hal-hal tersebut akan dilakukan dengan cara yang aman dan tidak menghabiskan seluruh energi.
  6. Untuk membantu seseorang memiliki kehidupan yang produktif, terapi okupasi juga akan mengajarkan untuk menyusun jadwal sehari-hari seperti orang-orang pada umumnya. Hal tersebut melatih seseorang dalam pengelolaan diri.

Setelah dilakukannya beberapa hal di atas, terapis akan melakukan peninjauan terhadap aktivitas yang sulit untuk dilaksanakan. Selain itu, terapis akan mencoba mencari cara untuk membantu melaksanakannya, baik dengan cara sederhana, atau dengan cara yang baru.

Baca juga: 4 Cara Melakukan Terapi Okupasi secara Mandiri

Jika kamu tertarik untuk melakukan terapi di atas, pastikan kamu sudah mengetahui dengan jelas apa saja tahapan-tahapan yang harus kamu jalani. Kamu bisa bertanya seputar metode di atas dengan dokter ahli di aplikasi Halodoc, melalui Chat atau Voice/Video Call. Enggak hanya itu, kamu juga bisa membeli obat yang sedang kamu butuhkan. Tanpa perlu repot, pesanan kamu akan diantar ke tempat tujuan dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store!