6 Makanan yang Perlu Dihindari saat Nyeri Haid

6 Makanan yang Perlu Dihindari saat Nyeri Haid

Halodoc, Jakarta – Nyeri haid sering dialami oleh sebagian besar wanita. Rasa nyeri sering memengaruhi suasana hati hingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Penyebabnya adalah kontraksi rahim akibat proses peluruhan darah pada dinding rahim dan produksi hormon prostaglandin yang terlibat dalam nyeri haid. Semakin banyak kadar hormon prostaglandin dalam tubuh, semakin parah tingkat nyeri yang dirasakan. Jika terus berlanjut, nyeri haid parah bisa menyempitkan pembuluh darah yang menyuplai rahim.

Baca Juga: Harus Tahu, Masalah Menstruasi yang Enggak Boleh Diabaikan

Agar nyeri haid tidak mengganggu aktivitas dan berkurang, hindari asupan berikut ini.

1. Lemak Trans

Lemak trans atau asam trans-lemak banyak ditemukan pada makanan yang digoreng, dipanggang, krimer, atau margarin. Pasalnya makanan jenis ini meningkatkan tingkat estrogen dalam tubuh. Ketika tingkat estrogen meningkat, rahim menjadi tidak seimbang sehingga meningkatkan rasa nyeri saat haid. Makanan yang mengandung lemak trans antara lain daging merah. Daging merah juga merangsang produksi prostaglandin, hormon penyebab nyeri saat haid.

2. Kafein

Makanan atau minuman yang mengandung kafein juga perlu dibatasi. Pasalnya, kafein menyempitkan pembuluh darah dan menaikkan tekanan darah. Hal ini bisa memperburuk rasa nyeri saat mengalami haid. Kafein yang dimaksud antara lain kopi dan teh. Sebaiknya batasi asupan kafein harian dan hentikan konsumsi kafein jika timbul rasa nyeri saat haid.

Baca Juga: Inilah Siklus Menstruasi Wanita yang Normal Sesuai Usia

3. Produk Olahan Susu

Sama seperti daging, produk olahan susu seperti  susu, yogurt, mentega, dan keju mengandung asam arakidonat yang tinggi. Asam arakidonat memicu zat prostaglandin. Prostaglandin berfungsi melebarkan pembuluh darah dan meningkatkan pembekuan darah sehingga meningkatkan rasa nyeri saat haid.

4. Natrium

Keripik dan makanan olahan perlu dihindari saat nyeri haid. Makanan ini cenderung tinggi garam dan berpotensi sebabkan retensi air dalam tubuh. Kandungan tinggi natrium banyak ditemukan pada camilan seperti keripik.

5. Gula Tambahan

Perubahan hormon saat haid mengakibatkan kadar gula darah menjadi tidak stabil, sehingga keinginan untuk konsumsi makanan manis bertambah. Namun bagi wanita yang sedang haid, sebaiknya kurangi atau hindari makanan yang mengandung gula. Alasannya karena gula menyebabkan perut kembung sehingga memperburuk rasa nyeri.

Baca Juga: 5 Cara Agar Menstruasi Lancar

Itulah beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari saat nyeri haid. Selain makanan yang perlu dihindari, ada juga makanan yang sebaiknya dikonsumsi saat haid. Di antaranya camilan sehat (seperti buah, sayuran, kacang-kacangan), makanan yang mengandung zat besi (seperti susu, ikan, sayuran hijau), dan makanan berserat (seperti buah dan sayuran).

Jika kamu sering mengalami nyeri haid dan mengganggu aktivitas, jangan ragu berdiskusi dengan dokter Halodoc. Kamu bisa menggunakan fitur Contact Doctor yang ada di aplikasi Halodoc untuk menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!