12 September 2018

7 Cara Jitu Supaya Tidak Tertular Penyakit Seksual

Penyakit seksual, Penyakit seksual menular

Halodoc, Jakarta - Mau tahu berapa banyaknya jumlah kasus penularan infeksi seksual yang terjadi tiap harinya? Jangan kaget, menurut data yang dilansir WHO, setidaknya ada sekitar 1 juta kasus penularan infeksi seksual tiap harinya. Bikin resah, kan? Nah, agar dapat terhindar dari berbagai penyakit seksual menular, yuk simak tips menurut para ahli di bawah ini:

1. Say “No” untuk Seks Bebas

Pelaku seks bebas mesti siap berhadap dengan berbagai risiko penyakit seksual. Mulai dari HIV, sifilis, gonore (kencing nanah), hingga herpes genital. Tapi yang bikin khawatir, pelaku seks bebas yang telah terinfeksi ini bisa menjadi orang yang menularkan penyakit kelamin kepada orang lain.

Seks bebas sendiri punya beragam definisi yang sesuai dengan norma dan aturan yang berlaku di masyarakat. Salah satunya melakukan hubungan seksual tanpa ikatan pernikahan dan dilakukan dengan banyak orang.

Enggak usah diperdebatkan lagi yang satu ini. Pasalnya, berbagai penelitian telah membuktikan bahwa berhubungan seks dengan beberapa orang, bisa meningkatkan risiko tertular penyakit menular seksual.

2. Gunakan Kondom

Menurut ahli obstetri dan ginekologi, penggunaan kondom secara konsisten sangat efektif untuk mencegah penyakit menular seksual. Apalagi, bagi mereka yang aktif secara seksual dan sering bergonta-ganti pasangan. Meski terkadang enggak dapat mencegah penyakit seksual sepenuhnya, tapi alat kontrasepsi ini amat efektif jika pemakaiannya benar.

3. Setia dengan Satu Pasangan

Setia dengan satu pasangan enggak hanya baik bagi kebahagian hidupmu saja. Kesetiaan ini juga bisa mencegah dirimu dan pasangan dari penyakit menular seksual, lho. Oleh sebab itu, pastikanlah pasanganmu hanya berhubungan seksual dengan dirimu. Enggak cuma itu, sebelum rutin melakukan hubungan intim, tak ada salahnya untuk memeriksakan diri demi memastikan tidak ada yang terinfeksi penyakit seksual menular.

4. Bentengi Diri dengan Vaksin

Kata ahli, beberapa penyakit seksual bisa dicegah dengan pemberian vaksinasi dewasa. Misalnya, hepatitis B, kutil kelamin, dan kanker serviks yang disebabkan oleh human papillomavirus (HPV). Vaksinasi HPV sebenarnya direkomendasikan untuk anak perempuan berusia 9-13 tahun. Namun, wanita dibawah 26 tahun yang belum divaksin juga disarankan untuk melakukannya segera.

5. Jangan Berhubungan dengan Pasangan yang Terinfeksi

Saat pasanganmu terinfeksi penyakit menular seksual, seperti sifilis atau gonore, hindarilah untuk melakukan hubungan seksual dengannya. Sebaiknya lakukan pengobatan dahulu ke dokter sampai penyakit tersebut benar-benar sembuh. Biasanya dokter nanti akan menyarankan dirimu kapan dapat kembali berhubungan intim dengan pasangan bila keadaannya sudah aman. Dengan kata lain, secinta apapun dirimu dengan pasangan, sebaiknya tunda dulu aktivitas yang satu ini sampai benar-benar pulih.

6. Hindari Konsumsi Alkohol dan Obat-obatan

Kata ahli, menghindari konsumsi alkohol dan obat-obatan sebelum berhubungan intim, bisa meminimalkan risiko penyakit seksual, lho. Pasalnya, ketika dirimu atau pasangan mabuk akibat alkohol dan obat-obatan, tak menutup kemungkinan kalian tak bisa berpikir dengan sehat. Misalnya, tak menggunakan kondom dengan benar sebagai pelindung.

Tak cuma itu, menurut penelitian penggunaan narkoba terutama narkoba suntik, berkaitan erat dengan peningkatan risiko terkena penyakit seksual menular.

7. Sunat pada Laki-laki

Hal yang satu ini terbukti dapat memangkas risiko kaum adam untuk terkena penyakit HIV dari hubungan seksual sebanyak 60 persen. Enggak cuma itu saja, kata ahli sunat juga bisa membantu untuk mencegah penularan herpes dan infeksi HPV sebagai bagian dari penyakit seksual menular.

Punya keluhan tentang penyakit seksual menular atau masalah kesehatan lainnya? Kamu bisa lho meminta saran atau bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat atau Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Baca juga: