7 Hal yang Bisa Sebabkan Polip Hidung

4 menit
Ditinjau oleh  dr. Rizal Fadli   29 Agustus 2023

“Meski penyebab pasti polip hidung belum ada yang tahu, tapi ada sejumlah hal yang bisa meningkatkan risiko pertumbuhan pada hidung tersebut. Faktor penyebab tersebut, antara lain sindrom Churg Strauss, sinusitis, alergi, dan masih banyak lagi.”

7 Hal yang Bisa Sebabkan Polip Hidung7 Hal yang Bisa Sebabkan Polip Hidung

Halodoc, Jakarta – Selain pilek dan sinusitis, polip hidung adalah masalah lain pada hidung yang juga umum terjadi. Kondisi medis ini merupakan pertumbuhan jaringan pada saluran pernapasan hidung atau sinus. 

Untungnya, polip merupakan jaringan lembut yang tidak terasa sakit dan juga tidak bersifat kanker. Namun, polip yang tumbuh dengan ukuran besar bisa menyebabkan sejumlah masalah.

Misalnya, menyumbat saluran hidung, hidung berair, kesulitan bernapas, hingga gangguan pada indra penciuman dan perasa. Lantas, apa sebenarnya penyebab polip hidung? Yuk, cari tahu di sini!

Penyebab Polip Hidung

Penyebab pasti polip hidung tidak ada yang tahu. Namun, pertumbuhan ini merupakan lesi yang muncul hasil dari inflamasi yang berkepanjangan pada jaringan saluran hidung atau sinus.

Nah, inflamasi ini menyebabkan terkumpulnya sel-sel berisi cairan pada dinding saluran pernapasan, hingga akhirnya terbentuklah polip.

Sayangnya, alasan mengapa inflamasi ini terjadi masih belum jelas. Namun, ada beberapa hal yang mungkin bisa menyebabkan terjadinya inflamasi atau peradangan pada dinding saluran hidung. Misalnya, alergi, infeksi bakteri, jamur, ataupun virus.

Selain itu, ada juga beberapa faktor penyebab polip hidung lainnya, seperti:

1. Sindrom Churg Strauss

Sindrom Churg Strauss bisa menjadi salah satu penyebab pertumbuhan pada hidung. 

Ini merupakan kondisi yang menyebabkan peradangan pada pembuluh darah. Hampir semua pengidap sindrom ini akan mengalami asma atau alergi rhinitis.

2. Sinusitis atau alergi

Alergi merupakan salah satu faktor utama yang dapat menyebabkan polip hidung. 

Respons alergi terhadap zat-zat seperti debu, serbuk sari, atau bulu hewan dapat menyebabkan peradangan kronis di dalam rongga hidung, yang akhirnya dapat mengakibatkan pertumbuhan polip.  

Bila kamu bingung Benarkah Reaksi Alergi Bisa Memicu Polip Hidung, coba simak penjelasannya di artikel tersebut.

Selain itu, peradangan kronis pada saluran hidung, seperti yang terjadi pada sinusitis kronis, juga dapat menjadi pemicu munculnya polip hidung.

3. Paparan alergen lingkungan

Selain alergi umum seperti serbuk sari, paparan alergen lingkungan lainnya juga dapat memicu polip hidung pada individu yang rentan.

4. Faktor keturunan

Ada bukti yang menunjukkan kalau variasi genetis yang berhubungan dengan fungsi sistem imun tubuh, akan membuat seseorang lebih mudah mengidap polip hidung.

5. Kelainan saluran hidung dan sinus

Kelainan bawaan pada saluran hidung dan sinus juga dapat meningkatkan risiko pertumbuhan di hidung ini.

Struktur yang tidak normal dapat memicu peradangan dan pertumbuhan polip.

6. Asma

Masalah medis ini menyebabkan terjadinya inflamasi dan penyempitan pada saluran udara. Orang dengan asma berisiko tinggi memiliki pertumbuhan di hidung.

7. Fibrosis kistik

Kondisi ini terjadi ketika tubuh mengalami kelainan genetika sehingga menghasilkan cairan yang kental dan berlebihan pada sistem pencernaan dan pernapasan, termasuk selaput sinus.

Fibrosis kistik merupakan kondisi medis yang berhubungan dengan polip hidung.

8. Intoleransi aspirin

Beberapa orang memiliki sensitivitas terhadap aspirin dan obat anti-inflamasi nonsteroid (OAINS).

Kondisi ini dikenal sebagai sindrom aspirin-exacerbated respiratory disease (AERD) dan bisa berkontribusi pada pembentukan polip hidung.

Apakah Pertumbuhan di Hidung Berbahaya?

Perlu kamu ketahui, polip hidup yang terjadi secara berkepanjangan dan tidak mendapatkan penanganan dapat menyebabkan komplikasi.

Hal ini karena kondisi tersebut menghalangi aliran udara normal dan drainase cairan. 

Selain itu, komplikasinya juga bisa terjadi akibat adanya iritasi jangka panjang dan pembengkakan (peradangan).

Nah, komplikasi polip hidup bisa berupa:

  • Gangguan tidur apnea obstruktif. Ini adalah kondisi yang berpotensi serius, di mana seseorang berhenti bernapas saat tidur.
  • Serangan asma. Sinusitis kronis dapat memperburuk asma.
  • Infeksi sinus. Penyakit ini dapat membuat seseorang lebih rentan terhadap infeksi sinus yang sering kambuh. 

Waspadai Gejala Polip Hidung 

Seseorang biasanya tak mengalami gejala ketika polip berukuran kecil. Namun, ceritanya akan berbeda bila polip yang timbul berukuran besar. 

Berikut beberapa gejala yang mungkin akan timbul:

  • Nyeri pada wajah.
  • Bersin.
  • Sakit kepala.
  • Timbul rasa sakit pada gigi rahang atas.
  • Sekitar mata terasa gatal.
  • Mendengkur.
  • Nafsu makan menghilang.
  • Hidung tersumbat atau berair.
  • Infeksi.
  • Lendir yang jatuh dari belakang hidung ke tenggorokan.

Penyakit ini juga dapat menyebabkan anosmia atau tidak bisa mencium bau.

Kamu bisa cari tahu penjelasannya melalui artikel Mitos atau Fakta Polip Hidung Dapat Sebabkan Anosmia.

Cara Mencegah Polip Hidung

Setidaknya ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan agar terhindar dari masalah kesehatan ini, yaitu:

  • Menjaga kehigienisan tangan, artinya sering mencuci tangan dan hindari kebiasaan memasukan jari ke dalam hidung.
  • Upayakan agar udara di rumah lembap.
  • Bila ingin membersihkan hidung, gunakan air garam dalam bentuk spray atau nasal lavage.
  • Hindari iritan hidung, misalnya alergen, debu, asap (rokok, kendaraan bermotor, dsb), uap dari zat kimia.
  • Manajemen alergi dan asma. Kamu membicarakan cara mengelola kondisi pernapasan tersebut dengan dokter.

Apa Polip Hidung Bisa Hilang?

Pengobatan untuk polip hidung akan tergantung pada keparahan gejala dan kondisi kesehatan secara keseluruhan.

Berikut ini beberapa metode pengobatan yang dapat kamu jalani:

1. Obat-obatan

Pemberian obat-obatan merupakan penanganan utama untuk kondisi ini. Obat-obatan tersebut adalah:

  • Kortikosteroid, seperti fluticasone, budesonide, mometason, atau prednisone, untuk meredakan pembengkakan dan iritasi.
  • Antihistamin, misalnya cetirizine atau loratadine, untuk mengobati alergi.
  • Antibiotik, untuk mengobati infeksi pada hidung dan sinus.

2. Operasi

Jika obat-obatan tidak mampu mengatasi pertumbuhan di hidung, dokter biasanya akan merekomendasikan operasi endoskopi.

Prosedurnya dilakukan tanpa sayatan, sehingga risiko efek sampingnya minim.

Itulah yang perlu kamu ketahui tentang penyebab polip hidung. Jika kamu memiliki kondisi dan gejala yang sama, sebaiknya hubungi dokter THT.

Kamu juga bisa mendapatkan obat-obatan maupun produk kesehatan lainnya yang diresepkan oleh dokter di Toko Kesehatan Halodoc.✔️

cek toko kesehatan Halodoc jika ingin mendapatkan obat polip hidung
Referensi:
Healthline. Diakses pada 2023. Nasal Polyps
Mayo Clinic. Diakses pada 2023 Nasal Polyps
Medical News Today. Diakses pada 2023. All About Nasal Polyps.

Mulai Rp25 Ribu! Bisa Konsultasi dengan Dokter seputar Kesehatan