20 November 2018

7 Jenis Penyakit yang Biasa Dikaitkan dengan Sindrom Turner

7 Jenis Penyakit yang Biasa Dikaitkan dengan Sindrom Turner

Halodoc, Jakarta - Umumnya, setiap manusia memiliki 23 pasang kromosom dengan kromosom seks berjumlah sepasang. Fungsi utama dari kromosom seks ini untuk menentukan jenis kelamin. Ibu menyumbangkan kromosom jenis X pada sang buah hati, sementara ayah akan menyumbang sebuah kromosom X atau Y.

Namun, tak semua manusia memiliki kromosom yang lengkap. Beberapa di antara mereka, terutama wanita, bisa mengalami sindrom Turner. Ini merupakan kelainan genetik langka yang hanya menyerang wanita. Kondisi ini terjadi ketika wanita hanya memiliki sebagian kromosom X, atau bahkan tidak memilikinya sama sekali, atau yang biasa disebut monosomi.

Kelainan ini bervariasi dengan gejala yang begitu beragam pada setiap orang. Jika sang bayi memiliki kromosom XY, maka jenis kelaminnya adalah laki-laki. Jika kromosom seksnya adalah XX, maka bayi berjenis kelamin perempuan. Namun, perempuan yang mengalami sindrom Turner hanya memiliki satu kromosom X yang normal, sementara pasangannya bisa mengalami rusak atau bahkan tidak ada.

Penyakit yang Biasa Dikaitkan dengan Sindrom Turner

Munculnya sindrom ini bisa menyebabkan komplikasi terhadap tubuh yang beragam. Adapun penyakit yang biasa dikaitkan dengan sindrom Turner antara lain:

  • Permasalahan pada Jantung

Tidak sedikit bayi yang lahir dengan kelainan genetik langka ini turut mengalami cacat jantung yang mengarah pada komplikasi yang lebih serius. Cacat pada jantung ini erat kaitannya dengan masalah aorta, pembuluh darah besar yang bercabang dari jantung yang mengalirkan darah kaya oksigen ke seluruh tubuh.

  • Tekanan Darah Tinggi

Wanita dengan sindrom Turner memiliki peningkatan risiko tekanan darah tinggi yang memungkinkan terjadinya komplikasi lain yang berhubungan dengan jantung dan bagian pembuluh darah.

  • Masalah Pendengaran

Kehilangan pendengaran dapat terjadi pada wanita yang mengidap sindrom langka ini. Pada beberapa kasus, kondisi ini terjadi karena hilangnya kemampuan saraf yang terjadi secara bertahap. Peningkatan risiko infeksi telinga bagian tengan yang sering terjadi dapat mengarah pada kehilangan kemampuan mendengar.

  • Masalah Penglihatan

Anak perempuan yang mengidap sindrom Turner mungkin memiliki peningkatan risiko kontrol otot yang terbilang lemah dari gerakan mata atau yang disebut strabismus, rabun dekat, juga masalah pada penglihatan lainnya.

  • Gangguan Autoimun

Pengidap sindrom Turner berisiko mengalami hipertiroidisme karena gangguan autoimun tiroiditis Hashimoto. Bahkan, beberapa wanita memiliki intoleransi terhadap gluten atau penyakit Celiac dan radang usus.

  • Permasalahan Kesehatan Mental

Tak sedikit pula anak pengidap sindrom Turner yang mengalami kesulitan dalam berinteraksi di lingkungan sosial dan memiliki peningkatan risiko gangguan ADHD atau hiperaktif.

  • Infertilitas

Sebagian besar wanita yang mengalami kelainan langka ini tidak subur alias mandul. Meskipun begitu, masih tetap ada persentase wanita pengidap sindrom Turner yang hamil, baik secara alami maupun dengan perawatan kesuburan.

Mengetahui gejala sindrom Turner dengan deteksi dini mungkin dibutuhkan untuk menghindari terjadinya komplikasi ke arah yang lebih serius. Pastikan pengidap mendapatkan perawatan dan penanganan terbaik, juga dukungan moral penuh dari keluarga dan orang-orang terdekatnya.

Jika kamu memiliki pertanyaan lain seputar sindrom Turner, buka aplikasi Halodoc dan tanyakan langsung pada dokter. Dokter-dokter ahli akan membantu kamu mendapatkan solusi terbaik atas semua permasalahan kesehatan yang kamu alami. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Baca juga: