01 February 2019

Waspada 7 Tanda Kolitis Ulseratif yang Sering Diabaikan

kolitis ulseratif, kram perut

Halodoc, Jakarta - Belakangan ini kamu sering merasa kram perut atau sakit perut? Bisa jadi kamu mengalami kolitis ulseratif. Kondisi ini merupakan peradangan yang terjadi pada usus. Apakah kolitis ulseratif merupakan penyakit yang berbahaya? Yuk, waspadai tanda-tanda kolitis ulseratif yang sering diabaikan.

Baca juga: Radang Usus Bisa Sebabkan Kolitis Ulseratif dan Penyakit Crohn

Apa Itu Kolitis Ulseratif?

Kolitis ulseratif atau ulcerative colitis (UC) merupakan penyakit yang menyebabkan peradangan pada lapisan saluran pencernaan. Peradangan yang terjadi terkadang akan mengeluarkan lendir atau nanah. Kondisi ini terjadi karena cairan pada saluran pencernaan berpindah tempat ke usus besar, sehingga usus besar perlu dikosongkan secara terus-menerus. Nah, kondisi inilah yang menyebabkan diare.

Peradangan pada kolitis ulseratif terjadi pada rektum dan usus besar atau kolon. Pada penyakit ini, terdapat tukak atau luka pada dinding usus besar, sehingga feses bercampur dengan darah. Kondisi ini bisa terjadi pada seseorang di segala usia, tetapi kondisi ini umumnya terjadi pada orang yang berusia di bawah 30 tahun.

Baca juga: Hati-Hati dengan 4 Jenis Radang Usus Ini

Apa Gejala Kolitis Ulseratif?

Gejala yang timbul akan berbeda pada masing-masing orang, dengan tingkat keparahan yang berbeda pula. Beberapa gejala juga sering diabaikan, karena mereka hanya mengira kondisi ini merupakan diare biasa, dan lama-kelamaan kondisi ini akan berubah menjadi kondisi yang kronis.

Beberapa gejala yang sering diabaikan, di antaranya:

  1. Nyeri, atau kram perut.

  2. Diare yang disertai dengan nanah, lendir, dan darah.

  3. Sering merasa kelelahan.

  4. Sering merasa ingin buang air besar, tapi feses cenderung tidak bisa keluar.

  5. Demam.

  6. Nyeri pada rektum.

  7. Penurunan berat badan.

Terkadang, kolitis ulseratif hadir tanpa menimbulkan gejala apapun, atau hanya mengalami gejala-gejala ringan selama beberapa waktu sebelum akhirnya serangan yang parah terjadi. Serangan parah ini biasanya diawali dengan keluhan buang air besar yang lebih dari enam kali dalam sehari, napas cepat, dan juga detak jantung yang tidak teratur.

Apa Penyebab Kolitis Ulseratif?

Penyebab kolitis ulseratif belum diketahui secara pasti. Namun, terdapat dugaan bahwa penyakit ini disebabkan oleh respons dari autoimun. Ada beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya kondisi ini, yaitu:

  • Usia. Usia seseorang dapat memengaruhi tingkat keparahan gejala yang timbul. Semakin muda usia seseorang, maka semakin meningkat gejala yang akan dirasakan.

  • Genetik. Risiko mengalami kolitis ulseratif akan semakin tinggi jika salah satu anggota keluarga juga memiliki riwayat penyakit yang sama.

  • Penggunaan isotretinoin. Obat ini digunakan untuk mengatasi jerawat maupun bekas jerawat.

Sakit dan nyeri yang terjadi akibat peradangan usus ini akan membuat otot-otot usus tidak dapat bekerja dengan baik, sehingga makanan yang seharusnya dicerna justru dikeluarkan kembali. Karena kondisi inilah diare pun terjadi. Diare juga dapat terjadi karena usus tidak mampu menyerap air akibat peradangan yang terjadi.

Untuk mencegah penyakit ini, kamu bisa mengonsumsi makanan rendah lemak, perbanyak asupan cairan dan serat, batasi konsumsi produk susu, serta hindari alkohol dan rokok. Kamu juga bisa melakukan olahraga ringan atau melakukan kegiatan relaksasi untuk mengurangi stres dan mempertahankan berat badan ideal.

Baca juga: Inilah Penyebab Peradangan pada Usus Besar

Jika kamu butuh penjelasan lebih lanjut tentang penyakit ini, kamu bisa ngobrol langsung dengan dokter ahli mengenai kolitis ulseratif di aplikasi Halodoc. Komunikasi dengan dokter dapat dilakukan dengan praktis melalui Chat atau Voice/Video Call. Enggak hanya itu, kamu juga bisa membeli obat yang sedang kamu butuhkan. Tanpa perlu repot, pesanan kamu akan diantar ke tempat tujuan dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store!