30 May 2018

7 Tips Mengatasi Penyebab Mastitis Si Pengganggu Ibu Menyusui

7 Tips Mengatasi Penyebab Mastitis Si Pengganggu Ibu Menyusui

Halodoc, Jakarta - Sebagai ibu yang baru melahirkan bayinya, tentu ingin memberikan yang terbaik bagi Si Buah Hati, salah satunya adalah dengan memberikan ASI eksklusif. Namun, sayangnya hal ini seringkali terhambat lantaran muncul radang payudara atau dikenal juga dengan istilah mastitis.

Apa saja penyebab mastitis?

  1. Infeksi bakteri. Jika terdapat luka pada puting payudara ibu akibat posisi menyusui yang kurang tepat, maka sebaiknya ibu segera melakukan tindakan yang tepat. Luka  pada payudara ini bisa jadi jalan masuk bakteri yang akhirnya menjadi penyebab mastitis. Selain itu, bakteri pun bisa berasal dari rongga mulut bayi atau dari permukaan kulit di payudara ibu.
  2. Sumbatan pada saluran ASI. Penyumbatan dapat terjadi karena ASI jarang dikeluarkan sehingga mengendap pada saluran ASI dan membuatnya tersumbat. Inilah yang menjadi penyebab mastitis. Kalau sudah begini akan muncul peradangan pada payudara.
  3. Menyusui tidak dengan kedua payudara. Sebaiknya, menghindari hal ini dan tetap menyusui Si Kecil dengan kedua payudara. Susuilah bayi dengan satu payudara pada sesi menyusui saat ini dan dengan payudara yang satunya lagi saat sesi menyusui berikutnya. Susui bayi setiap 2-3 jam sekali. Untuk setiap payudara, bayi disarankan menyusu 20-30 menit supaya payudara tidak mengalami sumbatan.
  4. Pemakaian bra yang ketat. Ibu menyusui sebaiknya memakai bra khusus menyusui yang longgar dan berbahan katun yang menyerap keringat.
  5. Menyusui dengan frekuensi tidak teratur. Idealnya bayi yang baru lahir menyusu 8-12 kali dalam sehari atau setiap 2-3 jam sekali. Susui dengan satu payudara selama 30 menit atau sampai terasa kosong baru berganti ke payudara satunya.

Apa saja tanda dan gejala mastitis?

  1. Demam.
  2. Payudara kemerahan, bengkak, dan nyeri.
  3. Payudara terasa gatal.
  4. Payudara terasa nyeri dan perih saat menyusui.
  5. Pada infeksi yang berat, payudara dapat mengeluarkan nanah.

Bagaimana cara mengatasi mastitis?

  1. Susui bayi sesering mungkin dengan posisi menyusui yang benar supaya tidak menambah nyeri pada payudara. Menunda menyusui atau beralih ke susu formula malah akan memperberat mastitis.
  2. Jika tidak sedang menyusui, pompa ASI dengan menggunakan tangan. Pompa dengan menggunakan alat tidak disarankan oleh konsultan laktasi karena akan memperparah nyeri.
  3. Pakai bra yang longgar dan nyaman saat menyusui. Sebaiknya bra dari bahan katun yang menyerap keringat.
  4. Kompres payudara dengan air hangat untuk mengurangi nyeri, membuat ibu lebih rileks, dan memperlancar aliran ASI sehingga mengurangi penyumbatan.
  5. Pijat lembut payudara untuk memperlancar aliran ASI dan membantu ibu lebih rileks.
  6. Konsumsi makanan bergizi dan cukup minum air putih. Selain itu, beristirahatlah juga selama bayi tidur untuk memulihkan kondisi ibu.
  7. Minum obat pereda nyeri dan demam seperti Paracetamol yang aman untuk ibu menyusui.

Jika keluhan belum juga membaik, segera ke dokter untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut. Penanganan yang cepat dan tepat dapat mengurangi komplikasi yang diakibatkan mastitis. Kalau ibu punya pertanyaan lain seputar gangguan kesehatan ini, yuk tanyakan pada dokter dengan menggunakan aplikasi Halodoc! Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja, dimana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc di App Store dan Google Play!