8 Hal yang Harus Dihindari saat Mengobati Luka Bakar

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
8 Hal yang Harus Dihindari saat Mengobati Luka Bakar

Halodoc, Jakarta - Luka bakar adalah sejenis luka yang berupa cedera atau kehilangan pada kulit dan jaringan sekitarnya, akibat suhu, bahan kimia, listrik, maupun radiasi. Dalam kehidupan sehari-hari, luka jenis ini biasanya terjadi karena terciprat minyak panas ketika memasak, tersundut rokok, terkena setrika panas, atau terlalu lama terpapar sinar matahari. Namun, mengobatinya tidak boleh sembarangan, lho. Berikut hal-hal yang harus dihindari dan cara mengobati luka bakar yang benar.

Sebelumnya, perlu diketahui bahwa luka bakar bisa dibagi menjadi 3 tingkat, yaitu ringan, sedang, dan parah. Derajat luka bakar akan sangat menentukan pengobatan yang dilakukan. Luka bakar tingkat satu yang luas, serta luka bakar tingkat dua dan tiga harus segera ditangani di rumah sakit terdekat oleh dokter.

Baca juga: Memakai Odol Dapat Sembuhkan Luka Bakar, Mitos atau Fakta?

Jangan Lakukan Ini Ketika Mendapat Luka Bakar

Kesalahan pertolongan pertama terhadap luka bakar dapat membuat luka menjadi semakin parah. Berikut beberapa hal yang tidak boleh dilakukan, ketika mendapat luka bakar:

  1. Jangan mengoleskan pasta gigi, karena bisa membuat kulit menjadi iritasi dan meningkatkan infeksi.
  2. Jangan mengoleskan minyak seperti minyak kelapa, minyak zaitun, dan minyak goreng. Minyak dapat menahan panas dan membuat kulit terus terbakar.
  3. Jangan mengoleskan putih telur, karena bisa menyebabkan infeksi bakteri dan reaksi alergi.
  4. Jangan memecahkan kulit yang melepuh dan menggelembung karena bisa menyebabkan infeksi.
  5. Jangan mengoleskan mentega atau margarin ke luka bakar karena dapat menimbulkan infeksi.
  6. Jangan melepaskan pakaian yang lengket. Jika pakaian menempel pada kulit yang terbakar, jangan coba-coba melepaskannya, cari pertolongan medis segera.
  7. Jangan meletakkan es langsung ke atas luka bakar. Hal tersebut bisa memperparah kulit yang luka.
  8. Hindari paparan sinar matahari langsung. Kulit yang terbakar akan sangat peka terhadap sinar matahari.

Luka bakar ringan memang bisa dirawat di rumah dengan obat luka bakar alami. Namun, segera hubungi dokter jika luka bakar tidak sembuh dalam beberapa minggu, muncul lepuhan besar pada kulit, ada cairan yang keluar dari luka, atau mengalami tanda-tanda infeksi seperti demam, luka bernanah, dan tercium bau tidak sedap pada luka.

Baca juga: Pertolongan Pertama Luka Bakar Akibat Terkena Minyak Panas

Berikut Penanganan yang Tepat

Untuk meminimalkan risiko infeksi, luka bakar tingkat awal atau ringan, bisa diobati dengan beberapa obat luka bakar alami berikut:

1. Air Dingin

Hal pertama yang harus dilakukan ketika kulit terbakar adalah membasahinya dengan air dingin, yaitu air dengan suhu sejuk dan bukan air es, yang mengalir selama 10-20 menit hingga rasa perihnya reda. Bisa juga dengan menaruh handuk yang sudah direndam dalam air dingin selama 5-15 menit.

2. Lidah Buaya

Tanaman yang satu ini diduga memiliki sifat anti-peradangan, merangsang penyembuhan luka, melembapkan kulit, dan mencegah perkembangan bakteri. Untuk menyembuhkan luka bakar, disarankan untuk mengoleskan gel lidah buaya asli langsung ke daerah yang terkena. Jika menggunakan produk lidah buaya buatan, pilih produk dengan persentase kandungan lidah buaya yang tinggi. Selain itu, hindari produk yang mengandung bahan aditif, terutama pewarna dan parfum.

3. Madu

Dengan kandungan antiradang, antibakteri, dan antijamur yang ada di dalamnya, madu bisa menjadi obat luka bakar alami.

Selain obat luka bakar alami di atas, kamu juga bisa menggunakan obat medis seperti salep antibiotik dan obat pereda rasa sakit. Krim dan salep antibiotik bisa membantu mengurangi infeksi. Caranya, oleskan saja salep tersebut ke kulit yang terbakar dan tutup dengan kasa steril, atau sesuai dengan anjuran dokter.

Baca juga: Luka Bakar Sampai Kena Tulang, Dapatkah Disembuhkan?

Itulah sedikit penjelasan tentang cara mengobati luka bakar. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Talk to a Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!