27 February 2019

8 Langkah yang Harus Dilakukan untuk Mencegah Kolera

8 Langkah yang Harus Dilakukan untuk Mencegah Kolera

Halodoc, Jakarta - Kolera adalah penyakit endemis di kawasan Asia, Timur Tengah dan Afrika. Penyakit ini merupakan infeksi akut yang muncul akibat bakteri Vibrio cholerae yang mengenai usus kecil. Bakteri ini bisa masuk ke dalam tubuh melalui makanan dan minuman yang dikonsumsi. Kolera menyebabkan pengidapnya mengalami dehidrasi akibat diare yang cukup parah. Penularan kolera umumnya terjadi melalui air yang terkontaminasi. Jika tidak segera ditangani, kolera dapat berakibat fatal hanya dalam beberapa jam saja.

Saat menginfeksi tubuh, pengidapnya merasakan gejala seperti diare yang wujudnya berupa cairan seperti air cucian beras serta muntah. Tubuh pengidapnya juga kekurangan cairan, mengalami kejang otot, produksi air seni yang menurun, gangguan kesadaran dan menyebabkan gagal ginjal dan gangguan sirkulasi darah.

Baca Juga: Ini Gejala Seseorang Terkena Kolera yang Harus Diketahui

Kiat Mencegah Kolera

Area dengan tingkat sanitasi yang buruk, padat penduduk, area perang dan area banyak kasus kelaparan terjadi adalah tempat kolera biasa ditemukan. Kolera dapat terjadi pada berbagai usia, meskipun lebih berbahaya bila terjadi pada anak-anak. Cara untuk mencegah serangan penyakit ini, kamu dapat mengurangi faktor risiko, yaitu sebagai berikut:

  • Hindari membeli makanan yang kurang terjamin kebersihannya seperti dari penjaja keliling atau pedagang kaki lima. Pastikan selalu konsumsi makanan yang benar-benar matang.

  • Hindari konsumsi makanan laut mentah atau yang tidak dimasak sampai matang.

  • Hindari konsumsi susu mentah dan waspadai produk olahan susu (misalnya es krim), karena sering terkontaminasi bakteri.

  • Cuci tangan dengan sabun dan air secara rutin, terutama sebelum makan dan setelah menggunakan toilet. Sebelum dibasuh dengan air, gosok kedua tangan dengan sabun setidaknya selama 15 detik. Jika sabun dan air tidak tersedia, kamu dapat menggunakan hand sanitizer yang mengandung alkohol sebagai gantinya.

  • Minum air mineral botol atau air yang telah dimasak hingga mendidih. Pada umumnya, minuman botol, kaleng, atau minuman hangat lebih aman. Namun sebelum membuka minuman kemasan, lap bagian luarnya terlebih dahulu.

  • Berkumurlah dengan air bersih setelah menyikat gigi.

  • Hindari makan salad dan buah-buahan yang tidak dikupas, seperti buah anggur. Pilih sayuran dan buah-buahan yang bisa dikupas sendiri, seperti kiwi, pisang, dan pepaya.

  • Lakukan vaksinasi jika hendak mengunjungi negara yang tempat mewabahnya kolera. Berdasarkan data WHO tahun 2015, beberapa negara di Afrika seperti Kongo, Kenya, Malawi, Mozambik, Nigeria, Somalia, Sudan, dan Tanzania adalah daerah yang terkena endemis kolera. Idealnya, vaksin kolera diberikan kurang lebih satu minggu sebelum seseorang bepergian ke daerah rawan kolera.

Bagi orang-orang yang berusia di atas enam tahun, 2 dosis vaksin kolera melindungi mereka dari infeksi bakteri kolera selama dua tahun. Bagi anak-anak yang berusia dua sampai enam tahun, dibutuhkan 3 dosis vaksin kolera untuk melindungi mereka dari serangan bakteri kolera selama enam bulan.

Baca Juga: Pentingnya Menjaga Lingkungan untuk Kesehatan

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai langkah mencegah kolera serta penanganannya, kamu tak perlu ragu untuk menanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.