03 August 2017

8 Mitos Kehamilan yang Perlu Diketahui Ibu

8 Mitos Kehamilan yang Perlu Diketahui Ibu

Halodoc, Jakarta – Ada banyak mitos yang berkembang di kalangan masyarakat seputar kehamilan. Dari semua mitos tersebut tentu tidak semuanya bisa diterima dari sisi medis. Ibu yang sedang hamil, tidak boleh langsung mempercayai sebuah mitos melainkan memeriksanya terlebih dahulu. Tak ada salahnya juga untuk berbicara dengan dokter untuk mengetahui mana yang fakta mana yang mitos. Yuk, simak beberapa mitos kehamilan yang banyak berkembang di masyarakat berikut ini:

Mitos 1: Bayi Bisa Tercekik Jika Mengangkat Tangan
Katanya, apabila ibu mengangkat lengan melewati kepala saat hamil bisa menyebabkan bayi tercekik alias terjerat tali pusar. Mitos yang satu ini tidak masuk akal karena rahim tidak terkait dengan dengan sehingga bayi yang terlilit tali pusar bukan diakibatkan oleh ibu yang mengangkat tangan. Lebih baik bicarakan dengan dokter apabila merasakan masalah pada kandungan.

Mitos 2: Jenis Kelamin Bayi Diketahui dari Bentuk Perut
Katanya, bentuk perut ibu saat mengandung bisa menandakan jenis kelamin bayi. Apabila ibu memiliki bentuk perut yang maju atau arah perut buncit ke atas, maka ibu mengandung anak laki-laki. Sedangkan jika ibu hamil memiliki bentuk perut yang melebar atau rendah maka si kecil yang dikandung adalah bayi perempuan. Namun faktanya, tidak ada bukti mengenai mitos ibu hamil yang satu ini. Jadi seperti apapun bentuk perut ibu hamil, tidak bisa dijadikan acuan jenis kelamin bayi yang akan lahir.

Mitos 3: Tanda Lahir Diakibatkan Kopi
Saat hamil, ibu disarankan untuk mengurangi asupan kafein karena jika berlebihan dikhawatirkan dapat menembus plasenta dan mempengaruhi detak jantung bayi. Oleh karena itu, bagi ibu yang hobi minum kopi sebaiknya mengurangi kebiasaan minum kopi ini karena bisa berdampak pada kesehatan. Meski begitu, ada mitos yang muncul bahwa tanda lahir pada si kecil saat lahir diakibatkan oleh kopi. Tentu saja hal ini tidak ada hubungannya sama sekali secara medis.

Mitos 4: Kulit Ibu Bermasalah Karena Bayi Perempuan
Jika memiliki bayi perempuan, maka si kecil ini dapat “mencuri” cantiknya ibu sehingga membuat kulit ibu jadi bermasalah. Muncul jerawat, iritasi, hingga kulit memerah. Namun sebenarnya, ini tidak ada hubungannya dengan jenis kelamin si kecil. Faktanya, pertumbuhan janin dalam kandungan dapat menyebabkan kulit mengalami kekeringan karena panas dalam maupun gangguan hormonal. Jadi, masalah kulit tidak bisa dijadikan penanda jenis kelamin bayi dalam kandungan. Lebih baik, lakukan pemeriksaan USG untuk mengetahuinya.

Mitos 5: Ingin Mudah Melahirkan, Pilih Saat Bulan Purnama
Di Cina, para ibu percaya bahwa melahirkan saat bulan pernama akan lebih mudah dilakukan. Bahkan rumah sakit di Cina sengaja menugaskan lebih banyak orang di ruang bersalin karena para ibu memilih untuk melahirkan saat bulan berbentuk bulan penuh. Namun demikian, sudah ada riset seperti dilansir dari Ayah Bunda bahwa, tidak ada bukti mengenai mitos ini.

Mitos 6: Lihat Jelek, Jadi Jelek
Saat hamil, ibu jadi anti melihat yang jelek-jelek karena takut kalau-kalau ini berpengaruh pada kondisi fisik si kecil saat lahir. Namun begitu, tak ada hasil penelitian medis yang membuktikan bahwa jika ibu melihat sesuatu yang “jelek” maka dapat berakibat pada di fisik bayi ketika lahir.

Mitos 7: Panas Dalam Tanda Rambut Bayi
Panas dalam merupakan gejala yang biasa dialami ibu hamil terutama pada trimester akhir. Pada masa ini, janis mulai menekan organ tubuh ibu sehingga dapat menyebabkan panas dalam. Tentu saja, panas dalam ini tidak ada hubungannya dengan rambut bayi dalam kandungan.

Mitos 8: Jenis Makanan Penanda Jenis Kelamin Bayi
Saat ibu hamil menyukai makanan manis, maka jenis kelamin bayi yang dikandung adalah perempuan. Sedangkan jika menyukai mangga muda alias makanan yang asam-asam maka jenis kelamin bayi adalah laki-laki. Padahal secara medis tidak ada hubungannya antara ngidam rasa tertentu dengan jenis kelamin bayi.

Nah untuk menjaga kehamilan setiap saat, sebaiknya selalu membicarakan masalah kesehatan kandungan dengan dokter yang tepat. Terutama jika ibu merasakan adanya gangguan pada kehamilan. Pemeriksaan rutin wajib dilakukan untuk memastikan tumbuh kembang janin selama kehamilan.

Apabila memiliki masalah seputar kehamilan, ibu dapat menggunakan aplikasi Halodoc untuk berbicara dengan dokter spesialis kandungan pilihan secara langsung. Halodoc memungkinankan untuk berkonsultasi dengan dokter melalui Video Call, Voice Call, dan Chat. Download Halodoc di App Store dan Google Play sekarang!