Ternyata, Ini 9 Penyebab Terjadinya Sindrom Cauda Equina

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
ternyata-ini-9-penyebab-terjadinya-sindrom-cauda-equina-halodoc

Halodoc, Jakarta – Sindrom cauda equina adalah sindrom langka yang menyerang saraf tulang bagian belakang. Itulah mengapa, saat terkena sindrom tersebut, pengidap bisa mengalami nyeri hebat di punggung bagian bawah. Bila tidak segera ditangani, sindrom cauda equina bisa menyebabkan kelumpuhan permanen. Sebenarnya apa yang menjadi penyebab sindrom cauda equina? Yuk, cari tahu jawabannya di sini agar kamu bisa mewaspadai penyakit langka tersebut.

Apa Itu Sindrom Cauda Equina?

Sindrom cauda equina adalah kondisi yang terjadi ketika sekumpulan akar saraf (cauda equina) yang ada di bagian bawah saraf tulang belakang mengalami tekanan. Akar saraf tersebut berperan penting sebagai penghubung antara otak dan organ tubuh bagian bawah. Fungsinya adalah untuk mengirim sinyal sensorik dan motorik, dari dan menuju tungkai, kaki, dan organ panggul. Ketika akar saraf tertekan, maka sinyal akan terputus dan menyebabkan fungsi tubuh bagian bawah tertentu terganggu. 

Ada berbagai macam komplikasi serius yang bisa terjadi bila sindrom cauda equine tidak segera ditangani antara lain kelumpuhan permanen, inkontinensia urine dan tinja, serta disfungsi seksual. Meski demikian, penanganan yang dilakukan secepat mungkin pun kadang-kadang tetap tidak bisa mengembalikan fungsi tubuh pengidap secara keseluruhan.

Baca juga: Sindrom Cauda Equina Dapat Sebabkan Kelumpuhan Permanen

Apa Penyebab Sindrom Cauda Equina?

Penyebab sindrom cauda equina adalah karena terjadinya peradangan atau terjepitnya saraf di bagian bawah tulang belakang. Ada berbagai kondisi yang bisa menyebabkan hal itu terjadi, antara lain: 

  1. Herniasi diskus atau hernia nukleus pulposus. Hernia diskus adalah kondisi bergesernya bantalan tulang bagian belakang;

  2. Cacat lahir;

  3. Mengalami cedera pada tulang belakang bagian bawah;

  4. Adanya infeksi atau peradangan pada tulang belakang;

  5. Tumor pada tulang belakang;

  6. Stenosis spinal;

  7. Malformasi arteri vena;

  8. Perdarahan tulang belakang (subarachnoid, subdural, epidural); dan

  9. Komplikasi akibat operasi tulang belakang.

Selain penyebab di atas, ada beberapa faktor yang juga meningkatkan risiko seseorang terkena sindrom cauda equina, yaitu:

  • Berusia lanjut;

  • Berprofesi sebagai atlet;

  • Sering mengangkat atau mendorong barang berat;

  • Memiliki berat badan berlebih atau obesitas; dan

  • Mengalami cedera punggung akibat jatuh atau kecelakaan.

Baca juga: Angkat Beban Berat Sebabkan Hernia, Mitos atau Fakta?

Waspadai Gejalanya

Gejala sindrom cauda equina bisa berbeda-beda pada tiap pengidap. Gejala sindrom tersebut juga berkembang secara bertahap dan kadang-kadang mirip dengan gejala penyakit lainnya, sehingga sulit didiagnosis. Karena itu, waspadai gejala sindrom cauda equina berikut:

  • Nyeri yang tidak tertahankan di punggung bagian bawah;

  • Nyeri di sepanjang saraf panggul (skiatika),yang bisa terjadi pada satu atau kedua tungkai;

  • Mati rasa di daerah pangkal paha;

  • Refleks anggota tubuh bagian bawah berkurang atau menghilang;

  • Otot kaki melemah; dan

  • Gangguan buang air besar dan buang air kecil.

Sindrom Cauda Equina Sebaiknya Segera Ditangani

Bila kamu terkena sindrom cauda equina, maka penanganan secepat mungkin melalui tindakan operasi perlu segera dilakukan. Tujuannya adalah untuk mengurangi tekanan yang terjadi pada ujung saraf tulang belakang. Pengidap dianjurkan untuk menjalani operasi dalam waktu 24 atau 48 jam sejak merasakan gejala. Tindakan ini juga bertujuan untuk mencegah kerusakan saraf dan cacat permanen.

Baca juga: Begini Caranya Agar Terhindar dari Cedera Saraf Tulang Belakang

Nah, itulah 9 penyebab sindrom cauda equina. Bila kamu memiliki faktor risiko sindrom cauda equina dan mengalami gejala-gejala yang kamu curigai sebagai gejala sindrom tersebut, coba bicarakan saja kepada dokter Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter melalui fitur Talk to A Doctor dan minta saran kesehatan melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
WebMD (Diakses pada 2019). Cauda Equina Syndrome Overview
Healthline (Diakses pada 2019). What Is Cauda Equina Syndrome (CES) and How Is It Treated?