9 Tanda Anak Mengalami Tumor Wilms

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
9 Tanda Anak Mengalami Tumor Wilms

Halodoc, Jakarta - Anak rentan terserang penyakit karena imunitasnya yang terus berkembang membuat kuman, virus, dan bakteri mudah menginfeksi. Tidak hanya penyakit musiman, penyakit langka tak luput mengincar, salah satunya adalah tumor Wilms

Tumor Wilms adalah kanker langka yang menyerang organ ginjal anak. Dikenal juga dengan nephroblastoma, tumor ini sering terjadi pada anak berusia 3 atau 4 tahun, dan menjadi lebih jarang terjadi ketika usia anak menginjak 5 tahun atau lebih. Tumor ini seringnya terjadi pada satu ginjal, meski bisa juga menyerang dua ginjal di waktu yang bersamaan. 

Tumor langka ini terjadi disinyalir karena faktor genetik, seperti sindrom cacat lahir. Namun, riwayat keluarga terkait sindrom Beckwith-Wiedemann juga membuat anak lebih berisiko. Bisa juga karena cacat pada ginjal, iris mata, saluran kemih atau organ intim, juga sindrom Denys-Drash atau cacat alat kelamin. 

Baca juga: Kenali Tumor Wilms, Penyakit yang Menyerang Ginjal Anak

Tanda Tumor Wilms pada Anak

Tanda tumor Wilms pada anak bervariasi, dan beberapa anak tidak menunjukkan gejala yang jelas terkait penyakit ini. Namun, sebagian besar anak dengan tumor ini mengalami satu atau lebih tanda-tanda berikut. 

  • Pembengkakan pada perut.

  • Sakit perut.

  • Demam.

  • Keluarnya darah dalam urine.

  • Mual dan muntah.

  • Sembelit.

  • Hilangnya nafsu makan.

  • Sesak napas.

  • Tekanan darah tinggi. 

Baca juga: Waspada Gejala Medulloblastoma atau Tumor Kanker Anak

Jika tumor berkembang hingga pada perut, ibu tidak boleh memberikan tekanan pada area tersebut. Pecahnya tumor dapat menyebabkan sel kanker menyebar ke jaringan lain pada tubuh. Tanda tumor Wilms ini mirip dengan kondisi medis lain atau gangguan kesehatan lain yang sifatnya serius. 

Penanganan tumor Wilms pada anak biasanya dilakukan dengan operasi dan kemoterapi. Namun, kedua pengobatan ini sama-sama memiliki risiko jangka pendek dan jangka panjang. Risiko jangka pendeknya termasuk sariawan, kelelahan, rambut rontok, melemahnya imunitas tubuh, mudah memar dan berdarah, mual, muntah, dan kehilangan nafsu makan. 

Sementara itu, efek jangka panjang dari pengobatan untuk mengatasi tumor Wilms termasuk berkembangnya kanker sekunder, seperti leukemia. Selain itu, mungkin terjadi perlemahan beberapa organ internal, salah satunya adalah jantung. Meski begitu, manfaat dilakukan pengobatan tentu jauh lebih besar dibandingkan dengan risiko yang menyertainya. 

Baca juga: Hari Kanker Anak Sedunia, Ini 7 Kanker yang Rentan Menyerang Si Kecil

Tumor Wilms pada anak bisa bersifat jinak atau anaplastik. Jenis anaplastik lebih sulit disembuhkan. Sementara tumor yang sifatnya jinak memiliki tingkat kesembuhan yang tinggi. Jika anak berusia di bawah 15 tahun ketika didiagnosis penyakit ini, ia memiliki peluang hidup 5 tahun atau lebih. Pada kasus diagnosis stadium 1 dan 5, peluang hidup selama 4 tahun berada pada kisaran 55 hingga 83 persen untuk tumor anaplastik, dan 87 hingga 99 persen untuk kasus yang jinak. 

Apa pun pengobatan yang ibu pilih untuk mengatasi tumor Wilms pada anak, ibu tentu harus mengetahui semua risiko dan dampak lain yang terjadi. Inilah mengapa ibu perlu menanyakannya pada dokter, jangan pernah mengira-ira sendiri. Jangan pernah berkata tanya dokter itu ribet ya bu, karena sekarang ibu bisa memanfaatkan aplikasi Halodoc. Ibu hanya perlu download aplikasi Halodoc di ponsel, pilih dokter spesialis anak, dan tanyakan gejala aneh yang ibu lihat pada tubuh sang buah hati.