Abu Rokok Kena Mata, Waspada Berbagai Risikonya

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Abu Rokok Kena Mata, Waspada Berbagai Risikonya

Halodoc, Jakarta - Kelilipan mungkin menjadi masalah umum yang bisa dialami siapa saja. Mata yang memerah akibat kelilipan debu bisa berangsur membaik karena mata memproduksi air mata untuk menyingkirkan partikel debu tersebut. Namun, bagaimana jadinya jika yang masuk ke dalam mata bukan debu biasa, melainkan abu rokok?

Kejadian kelilipan abu rokok ini sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu. Salah seorang pengendara awalnya merasa kelilipan debu, namun akhirnya ia tersadar bahwa yang masuk ke dalam matanya adalah abu rokok yang berasal dari pengendara motor di depannya. Mungkin ini bukan kasus pertama seseorang kelilipan abu rokok, di luar sana masih banyak orang yang menjadi korban ulah perokok yang tidak bertanggung jawab ini. Lalu, apa saja risiko kelilipan abu rokok yang mungkin terjadi? Simak ulasannya berikut ini!

Baca juga: Mata Kelilipan? Atasi dengan 5 Cara Ini 

Dampak Kelilipan Abu Rokok

Abu rokok yang masuk mata bisa membahayakan mata seseorang. Terlebih orang yang biasanya menjadi korban adalah pengendara motor juga, risiko kecelakaan meningkat karena abu rokok ini pasti mengganggu konsentrasi pengendara motor. 

Salah satu risiko yang terjadi jika seseorang kelilipan abu rokok adalah iritasi. Ini merupakan keluhan awal yang biasanya dirasakan. Gejalanya berupa rasa sakit, silau dan keluar air mata terus-menerus. Lebih lanjut, bisa juga muncul keluhan lain berupa kemerahan dan kelopak mata menjadi bengkak dan kemudian menyebabkannya perih dan berair. 

Abu rokok bisa mengakibatkan erosi atau luka ringan jika mata sampai dikucek dengan keras. Risiko lain yang bisa terjadi akibat abu rokok adalah luka bakar pada kornea mata yang disebut sebagai trauma termis. Kondisi ini bisa berupa derajat yang ringan berupa pandangan mata kabur dan merah, hingga derajat berat berupa kebutaan. Kondisi ini terjadi apabila ujung batang rokok mengenai langsung ke bola mata hitam (kornea). 

Ketika rasa perih tersebut tidak kunjung membaik dan pandangan mata menjadi semakin kabur. Selain itu, efek dari paparan bara api rokok ini dapat membahayakan mata, bergantung pada seberapa luas dan dalam kerusakan akibat bara api yang mengenai kornea mata.

Segera periksakan diri ke rumah sakit jika kondisi mata semakin parah. Kamu bisa membuat janji dengan dokter spesialis mata melalui aplikasi Halodoc. Tanpa perlu repot untuk antre, kamu bisa langsung menemui dokter untuk mendapatkan perawatan.

Baca juga: 4 Penyebab Iritasi Mata Berbahaya

Lantas, Bagaimana Cara Atasi Mata Kelilipan Abu Rokok? 

Jika suatu hari kamu kelilipan bara api rokok, terdapat beberapa tindakan yang wajib segera dilakukan, yaitu: 

  • Pastikan Tidak Menguceknya. Saat kelilipan, ada baiknya untuk tidak mengucek atau menyentuh mata langsung dengan mata. Mengucek mata membuat iritasi semakin parah dan semakin sulit untuk ditangani. Segera pinggirkan motor untuk menepi.

  • Siram dan Bilas Mata dengan Air Matang dan Bersih. Sangat dianjurkan untuk segera menyiram mata yang terkena abu rokok dengan air matang dan bersih. Alternatifnya adalah air yang ada di botol minum. Lakukanlah penyiraman beberapa kali atau berulang-ulang. 

  • Jangan Gunakan Tetes Mata Sembarangan. Ini juga menjadi hal yang penting untuk dihindari, karena umumnya obat tetes mata terutama yang mengandung steroid bisa didapatkan di warung-warung diperuntukan untuk iritasi ringan karena debu atau untuk mengatasi mata kering akibat terlalu lama melihat gadget. 

Sayangnya jumlah pemotor yang berkendara sambil merokok di jalanan kini semakin banyak. Dibutuhkan kesadaran tinggi dari para perokok untuk membuat mereka menghentikan kebiasaan yang merugikan orang lain ini. Namun, apabila gejala yang dirasakan semakin parah dan mengganggu, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

Referensi:
Team BHP. Diakses pada 2019. Dangers of flicking Cigarette Ash out of a vehicle .
Healthline. Diakses pada 2019. Eye Irritation, Causes and Treatment: Allergies and More.