• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Adakah Efek Samping Antibiotik untuk Obati Flu?

Adakah Efek Samping Antibiotik untuk Obati Flu?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Adakah Efek Samping Antibiotik untuk Obati Flu?

Halodoc, Jakarta - Penyakit flu umum sering saat musim hujan atau pancaroba. Gejalanya sendiri ditandai dengan demam, batuk, pilek, sakit kepala, batuk, mimisan, serta gangguan penciuman hingga pendengaran. Kebanyakan orang memilih mengonsumsi antibiotik untuk mengatasi flu. Padahal, langkah tersebut sebenarnya tidak tepat, karena flu disebabkan oleh virus. Sedangkan penggunaan antibiotik, hanya disarankan saat seseorang terkena infeksi bakteri. Lantas, apa saja efek samping antibiotik jika digunakan saat terserang flu?

Baca juga: Inilah Tips Agar Terhindar Dari Kecanduan Obat

Efek Samping Antibiotik Jika Digunakan saat Flu

Perlu diwaspadai bahwa penggunaan antibiotik untuk mengatasi flu dapat membawa dampak berbahaya bagi tubuh. Penggunaannya juga tidak akan membuat flu menjadi lebih baik. Di samping itu, akan ada efek samping antibiotik yang tidak bisa dianggap remeh. Efek samping dapat terjadi dalam intensitas ringan hingga berat, seperti:

  1. Infeksi resistensi antibiotik. Jika sudah terjadi, penyakit apapun yang ada di dalam tubuh akan sangat sulit untuk dirawat atau disembuhkan.
  2. Infeksi Clostridium difficile. Jika sudah terjadi, seseorang akan mengalami diare parah yang mengarah pada kerusakan usus dalam intensitas berat, bahkan kematian.

Oleh karena efek sampingnya yang tidak main-main, kamu harus menghindari konsumsi antibiotik saat sedang flu. Alasan lainnya adalah, flu muncul akibat infeksi virus, sehingga tidak bisa ditangani dengan antibiotik, yang tujuan utamanya adalah membunuh bakteri. Alih-alih sembuh, kamu justru berpotensi resisten terhadap pengobatan dengan antibiotik.

Virus sendiri berbeda dari bakteri. Selain dari segi struktur dan penampilan fisiknya, virus dan bakteri memiliki cara masing-masing untuk bertahan hidup. Virus tidak memiliki dinding sel yang dapat dihancurkan dengan antibiotik. Ia dilapisi oleh lapisan pelindung protein. Virus juga masuk dan tinggal dalam tubuh, serta melipatgandakan diri di dalamnya.

Sedangkan bakteri, hanya menyerang sel tubuh dari luar, dan hanya bisa melakukan reproduksi sendiri, bukan melipatgandakan diri. Oleh karena berbagai alasan tersebut, antibiotik tidak efektif jika digunakan untuk mengatasi flu. Lantas, bagaimana cara tepat untuk atasi flu? Berikut adalah beberapa cara sederhana yang dapat kamu lakukan.

Baca juga: 3 Tips Memilih Obat Batuk Berdasarkan Jenisnya

Langkah Sederhana untuk Mengatasi Flu

Sebenarnya, sistem kekebalan tubuh akan melawan virus penyebab flu dengan sendirinya. Beberapa gejala yang tampak, yaitu:

  • Hidung berair;
  • Mata berair;
  • Sakit tenggorokan;
  • Sakit kepala;
  • Demam;
  • Batuk;
  • Nyeri otot.

Jika mengalami sejumlah gejala tersebut, beberapa langkah sederhana untuk mengatasinya, yaitu cukupi waktu tidur, perbanyak konsumsi cairan, serta mengonsumsi obat-obatan sejenis parasetamol untuk meringankan sejumlah gejala ringan tersebut. Sedangkan untuk penularan flu, kamu bisa melakukan beberapa langkah berikut ini:

  • Jangan lakukan kontak fisik dengan pengidap.
  • Jika kamu adalah pengidap, batasi kontak fisik dengan orang lain.
  • Tutup hidung dan mulut saat batuk atau bersin.
  • Rutin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.
  • Jangan menyentuh mata, hidung, dan mulut, karena virus dapat masuk ke dalam tubuh melewati tiga bagian di wajah tersebut.
  • Bersihkan permukaan benda-benda yang rawan terkontaminasi.

Baca juga: 3 Faktor yang Tingkatkan Risiko Alami Kecanduan Obat

Salah satu langkah pencegahan terbaik adalah, melakukan vaksin flu secara rutin setiap tahun. Untuk menunjang kesehatan dan sistem imun tubuh, kamu bisa menggunakan suplemen atau multivitamin yang dibutuhkan. Untuk membelinya, kamu bisa menggunakan fitur “toko kesehatan” di aplikasi Halodoc.

Referensi:
CDC. Diakses pada 2021. Flu (Influenza).
WebMD. Diakses pada 2021. Flu Treatment With Antibiotics.
Queensland Government. Diakses pada 2021. Why antibiotics can't be used to treat your cold or flu.