Adakah Hubungan Infeksi Telinga dan Kelumpuhan Wajah?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
infeksi telinga, sakit pada telinga

Halodoc, Jakarta - Meskipun semua orang dapat mengidap infeksi telinga, tapi penyakit ini lebih sering dialami oleh anak-anak di bawah usia tiga tahun. Infeksi telinga merupakan infeksi yang terjadi pada telinga bagian tengah, tepatnya pada rongga di belakang gendang telinga. Kondisi ini biasanya terjadi karena adanya penyakit alergi atau batuk pilek pada pengidapnya.

Gejala yang muncul pada pengidap infeksi telinga akan muncul secara mendadak dan berkembang dengan sangat cepat. Gejala-gejala yang muncul meliputi sakit pada telinga, keluarnya cairan dari dalam telinga, mengalami kesulitan mendengar, serta sakit kepala. Pengidapnya juga terkadang akan mengalami kelumpuhan wajah. Apa hubungan antara infeksi telinga dengan kelumpuhan wajah?

Baca juga: Inilah 5 Fakta Tentang Infeksi Telinga Tengah

Infeksi Telinga Bisa Sebabkan Kelumpuhan Wajah, Benarkah?

Infeksi telinga, atau yang lebih dikenal dengan otitis media merupakan infeksi telinga bagian tengah yang dapat menyebabkan komplikasi berupa kelumpuhan wajah. Kondisi ini terjadi akibat adanya peradangan pada saraf perifer yang mengontrol otot salah satu sisi wajah. Pengidap kondisi ini akan mengalami perubahan bentuk pada salah satu sisi wajah karena kelainan otot yang dialami. 

Meskipun kelumpuhan wajah ini bersifat sementara dan dapat pulih sepenuhnya, kondisi ini akan menyebabkan pengidapnya menjadi tidak percaya diri karena adanya perubahan bentuk pada salah satu sisi wajah. Selain kelumpuhan wajah, komplikasi lain yang dapat ditimbulkan oleh infeksi telinga, meliputi:

  • Kehilangan Pendengaran

Komplikasi kehilangan pendengaran secara permanen memang jarang terjadi pada pengidap infeksi telinga. Namun, jika gejala yang muncul dibiarkan tanpa penanganan, kehilangan permanen bisa saja terjadi. Gangguan pendengaran serius yang dialami oleh pengidap infeksi telinga bahkan dapat mengalami penurunan fungsi otak, karena adanya penyusutan otak.

  • Kehilangan Keseimbangan

Cairan infeksi pada pengidap infeksi telinga akan menyumbat saluran pada bagian dalam telinga. Saluran ini bernama eustachius yang berfungsi dalam mengatur tekanan udara di dalam telinga serta keseimbangan tubuh. Infeksi telinga yang terjadi akan menghambat pengiriman signal pada otak yang mengatur keseimbangan, akibatnya kamu akan mengalami hilangnya keseimbangan.

Baca juga: Alergi Dapat Sebabkan Infeksi Telinga, Ini Sebabnya

  • Abses Otak

Penyakit abses otak merupakan salah satu komplikasi dari infeksi telinga yang paling berbahaya. Cairan infeksi yang mengandung banyak bakteri yang tersumbat di dalam telinga bisa saja mengalir menuju otak dan mengendap di dalamnya. Jika didiamkan, cairan ini akan berubah menjadi nanah dan meningkatkan tekanan pada otak. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan permanen pada bagian otak, bahkan risiko kehilangan nyawa bagi pengidapnya.

Antibiotik yang diresepkan oleh dokter memang dapat mengurangi bahaya dari infeksi telinga, tapi komplikasi lainnya seperti radang pada tulang rahang dan tengkorak, pecahnya gendang telinga, serta radang pada selaput otak masih bisa terjadi. Untuk itu, segera diskusikan dengan dokter ahli pada aplikasi Halodoc jika kamu mengalami gejalanya, agar kamu dapat melakukan penanganan segera guna mencegah terjadinya komplikasi berbahaya!

Baca juga: Infeksi Telinga Tak Kunjung Sembuh Sebabkan Kerusakan Otak

Perubahan gaya hidup perlu kamu lakukan untuk mencegah terjadinya infeksi telinga yang dapat menimbulkan sejumlah komplikasi berbahaya. Beberapa hal yang dapat kamu lakukan yaitu, sering mencuci tangan, berhenti merokok, pastikan telinga dalam keadaan selalu bersih dan kering, jangan berenang pada air yang terkontaminasi, serta jangan mengorek telinga dengan kuku atau benda tajam lainnya yang tidak terjamin kebersihannya,

Referensi:
ScienceDaily (Diakses pada 2019). Ear infections can lead to meningitis, brain abscess and other neurological complications.
NCBI (Diakses pada 2019). Inner ear and facial nerve complications of acute otitis media with focus on bacteriology and virology.