• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Abses Otak

Abses Otak

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
abses-otak-halodoc

Pengertian Abses Otak

Abses otak atau abses serebri merupakan kumpulan cairan nanah yang berkembang pada otak dikarenakan adanya infeksi fokal di dalam parenkim otak. Awalnya infeksi terlokalisir pada area serebritis, tetapi lama-kelamaan menjadi kumpulan nanah di dalam kapsul yang tervaskularisasi dengan baik. Kondisi ini bisa menyebabkan pembengkakan pada otak sehingga mengganggu beberapa fungsi otak.

Baca juga:  Jaga Kesehatan Otak, Ini Bedanya Radang Otak dan Abses Otak

Gejala Abses Otak

Gejala biasanya muncul perlahan selama beberapa minggu, tetapi bisa juga muncul secara tiba-tiba. Gejala yang bisa muncul, yaitu:

  • Perubahan kesadaran, seperti menjadi tidak sadar, kebingungan, dan tidak respons terhadap perintah.
  • Penurunan fungsi bicara.
  • Penurunan sensasi.
  • Penurunan gerak dan fungsi otot.
  • Penurunan tajam penglihatan.
  • Muntah.
  • Demam.
  • Kekakuan pada leher.

Baca juga: Abses Otak Sebabkan Penurunan Penglihatan?

Penyebab Abses Otak

Kondisi ini seringkali disebabkan oleh infeksi bakteri atau jamur di beberapa bagian otak. Parasit juga bisa menyebabkan abses. Ada 3 cara utama abses otak dapat berkembang, yaitu:

  • Infeksi di bagian lain tengkorak, seperti infeksi telinga, sinusitis atau abses gigi, yang dapat menyebar langsung ke otak.
  • Infeksi di bagian lain dari tubuh. Misalnya, infeksi yang menyebabkan pneumonia menyebar ke otak melalui darah.
  • Trauma, seperti cedera kepala parah yang membuat tengkorak retak, memungkinkan bakteri atau jamur masuk ke otak.

Faktor Risiko Abses Otak

Hampir seluruh orang dapat mengidapnya, namun ada beberapa orang yang memiliki risiko yang lebih besar daripada orang lain.

Beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko abses otak, yaitu:

  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya akibat mengidap HIV/AIDS, menjalani kemoterapi, atau mengonsumsi obat imunosupresan.
  • Mengidap endokarditis, pneumonia, bronkiektasis, dan infeksi atau kondisi paru-paru lainnya,  infeksi perut, sistitis, dan infeksi panggul lainnya.
  • Mengalami cedera kepala berat atau tulang tengkorak retak.
  • Mengalami infeksi sinus, infeksi telinga tengah kronis, meningitis, abses gigi.

 

Diagnosis Abses Otak

Diagnosis ditegakkan dengan menggali lebih dalam dari gejala yang dirasakan pengidap. Dokter kemudian melakukan pemeriksaan neurologi lengkap. Pemeriksaan tersebut menggambarkan ada tidaknya penekanan otak akibat abses. Beberapa pemeriksaan penunjang dapat dilakukan untuk membantu menegakkan diagnosis, yaitu:

  • Pencitraan CT Scan dan MRI, digunakan untuk melihat adanya pembentukan abses di dalam otak.
  • Pungsi lumbal, digunakan untuk mengambil sampel cairan otak dari tulang belakang. Cairan otak ini kemudian dilakukan pemeriksaan mikroskopis untuk memastikan penyebab abses otak.

 

Komplikasi Abses Otak

Komplikasi yang bisa terjadi, antara lain:

  • Abses yang berulang. Ini lebih sering terjadi pada orang dengan sistem kekebalan yang lemah atau penyakit jantung sianotik
  • Kerusakan otak. Kerusakan otak yang ringan hingga sedang bisa membaik seiring waktu, tetapi kerusakan otak yang parah cenderung permanen. Komplikasi abses otak ini lebih berisiko jika diagnosis dan pengobatan tertunda.
  • Epilepsi, yang menyebabkan seseorang mengalami kejang berulang.
  • Meningitis, infeksi selaput pelindung di sekitar otak yang mengancam jiwa yang memerlukan perawatan segera. Ini lebih sering terjadi pada anak-anak.

Pencegahan Abses Otak

Abses otak adalah kondisi yang serius. Kondisi kesehatan ini dapat dicegah dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan agar tidak terkena abses. Beberapa cara untuk mengurangi risiko abses otak, antara lain:

  • Prosedur tindakan medis, seperti pencabutan gigi atau tindakan kedokteran gigi yang lainnya perlu dilakukan dengan hati-hati agar tidak terjadi infeksi yang memicu abses otak.
  • Perawatan pasca prosedur atau tindakan kedokteran, perawatan setelah tindakan yang dilakukan dengan hati-hati dan mempertimbangkan aspek sterilitas.
  • Pemeriksaan rutin terhadap penyakit kronis, seperti penyakit jantung atau diabetes.

Baca juga: Enggak Cuma di Kulit, Abses Bisa Terjadi di Mana Saja

Pengobatan Abses Otak

Antibiotik dapat digunakan untuk mengobati penyakit ini. Terutama pada abses kurang dari 2,5 sentimeter dari kepala. Pembedahan dilakukan apabila terapi menggunakan antibiotik gagal. Hal ini dapat pula dilakukan apabila terdapat risiko pecahnya kantung abses di otak.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Apabila terdapat gejala yang mengarah ke abses otak, seperti demam tinggi yang diikuti dengan gejala terkait gangguan neurologi lainnya, segera hubungi dokter untuk mendapatkan perawatan dan diagnosis segera atas kondisinya tersebut. Kamu bisa berobat ke dokter dengan buat janji di rumah sakit pilihan melalui aplikasi Halodoc.

This image has an empty alt attribute; its file name is Banner_Web_Artikel-01.jpeg

Referensi:
Journal of Neurosciences in Rural Practice. Diakses pada 2021. Brain abscess: Current management.
Medical News Today. Diakses pada 2021. Brain abscess: All you need to know.
National Health Service. Diakses pada 2021. Brain abscess
Diperbarui pada 4 November 2021