10 October 2018

Adakah Makanan yang Harus Dihindari Saat Biduran?

Adakah Makanan yang Harus Dihindari Saat Biduran?

Halodoc, Jakarta – Dalam istilah medis, biduran disebut urtikaria. Ini adalah reaksi kulit yang ditandai dengan bilur berwarna merah atau putih dan terasa gatal. Bilur ini bisa muncul di satu bagian tubuh atau menyebar ke bagian tubuh lainnya (seperti wajah, bibir, lidah, tenggorokan dan telinga) dengan ukuran yang berbeda-beda. Gejala ini bisa berlangsung beberapa jam hingga beberapa hari.

Kenapa Bisa Terjadi Biduran?

Penyebab biduran umumnya adalah alergi. Bilur yang muncul pada kulit bisa dipicu oleh tingginya kadar histamin dan senyawa kimia lain yang dilepaskan oleh lapisan di bawah kulit, sehingga menyebabkan pembengkakan jaringan kulit. Pelepasan histamin ini dipicu oleh berbagai faktor, antara lain paparan udara panas atau dingin, infeksi penyakit (seperti influenza), konsumsi obat-obatan tertentu (seperti antibiotik dan obat antiinflamasi nonsteroid) dan kontak dengan pemicu alergi (seperti serbuk sari atau gigitan serangga).

Dalam beberapa hari, gejala biduran biasanya akan menghilang. Namun, kamu bisa melakukan beberapa hal untuk mengatasi rasa gatal pada bilur yang muncul atau beberapa cara mencegah biduran, Antara lain:

  • Hindari menggaruk area yang gatal karena bisa melukai kulit dan mengundang infeksi bakteri.
  • Kompres bagian yang gatal atau bengkak dengan air dingin.
  • Hindari cuaca dingin atau terlalu panas untuk sementara waktu.
  • Pastikan untuk selalu menjaga kebersihan tubuh dan kulit.

Jika biduran terasa mengganggu, kamu bisa mengonsumsi obat antihistamin untuk meredakan gatal pada bilur yang muncul. Untuk kasus yang lebih parah, kamu bisa mengonsumsi tablet kortikosteroid. Pastikan untuk berbicara pada dokter terlebih dahulu sebelum kamu mengonsumsi obat-obatan tersebut.

Pantangan Makanan Pengidap Biduran

Hal pertama yang perlu dilakukan saat munculnya bilur pada kulit adalah mencatat kapan gejala muncul, saat sedang melakukan aktivitas apa, berapa lama gejala muncul, kapan gejala muncul dan makanan apa yang dikonsumsi tepat sebelum munculnya gejala. Hal ini dilakukan untuk mencari tahu penyebab munculnya bilur yang terasa gatal. Sebab bisa jadi, bilur muncul sebagai reaksi alergi makanan tertentu. Lantas, apakah ada makanan yang perlu dihindari selama biduran? Tentu ada, terutama makanan yang dicurigai sebagai penyebab biduran sehingga menjadi makanan pantangan biduran yang mesti diketahui.

Ada beberapa makanan yang bisa memicu dan memperparah reaksi alergi. Di antaranya adalah makanan laut (seperti udang, ikan, lobster dan kepiting), kacang-kacangan (seperti kenari dan pala), telur dan cokelat. Pada anak-anak, reaksi alergi dipicu oleh protein dalam telur, susu, kacang-kacangan dan gandum.

Pada orang yang alergi makanan tertentu, sistem kekebalan tubuh cenderung bereaksi berlebihan terhadap senyawa dalam makanan meskipun sebenarnya tidak berbahaya. Hal ini membuat sistem kekebalan tubuh merangsang sel-sel untuk melepaskan antibodi yang dikenal sebagai antibodi immunoglobulin E (IgE) untuk menetralisir makanan atau kandungannya yang diduga berbahaya. Zat-zat tersebutlah yang pada akhirnya menimbulkan reaksi alergi berupa munculnya bilur merah atau putih yang terasa gatal (biduran). Reaksi alergi lain bisa berupa hidung meler, mata gatal, tenggorokan kering, kesulitan bernapas, mual, diare hingga syok anafilaktik.

Itulah beberapa makanan pantangan biduran yang perlu dihindari. Kalau kamu mengalami tanda dan gejala biduran, segeralah berbicara dengan dokter Halodoc. Untuk berbicara pada dokter, kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter Halodoc kapan saja dan dimana saja melalui fitur Contact Doctor via Chat, dan Video/Voice Call. Yuk, download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play sekarang juga!

Baca juga: