Adakah Pencegahan Efektif dari Kanker Vulva?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Adakah Pencegahan Efektif dari Kanker Vulva?

Halodoc, Jakarta - Pernah mengalami perubahan pada kulit vagina seperti memerah, putih, menggelap atau adanya tahi lalat di area vulva yang bisa berubah bentuk dan warna? Dua gejala tadi adalah beberapa contoh gejala dari kanker vulva yang cukup berbahaya. Kanker vulva adalah kanker yang menyerang permukaan luar daerah kemaluan wanita. Vulva merupakan bagian organ seksual eksternal wanita yang mengelilingi lubang kencing  dan vagina. Kanker ini tergolong lebih jarang terjadi dibandingkan dengan kanker kelamin lain, seperti kanker ovarium atau kanker uterus.

Baca juga: Gejala Awal Kanker Vulva yang Harus Diwaspadai

Adakah Langkah untuk Pencegahan Kanker Vulva?

Pencegahan paling efektif dengan melakukan pemeriksaan kesehatan rutin guna memonitor kesehatan sekaligus mendeteksi penyakit. Sementara itu, beberapa langkah pencegahan yang juga dapat dilakukan untuk mengurangi risiko kanker vulva antara lainnya, yaitu:

  • Menggunakan kondom tiap melakukan hubungan seksual;
  • Setia kepada satu pasangan seksual; 
  • Vaksin HPV untuk mengurangi risiko perkembangan kanker vulva dan direkomendasikan bagi anak perempuan sejak berusia 12-13 tahun.

Apa Saja Gejala Saat Seorang Wanita Alami Kanker Vulva?

Beberapa gejala yang terjadi saat seseorang alami kanker vulva, antara lain: 

  • Perdarahan yang bukan berasal dari menstruasi;
  • Adanya tahi lalat di area vulva yang dapat berubah bentuk atau warna;
  • Benjolan yang menyerupai jerawat, bisul, atau luka terbuka;
  • Nyeri atau sensitif terhadap rasa sakit di area panggul, terutama ketika berhubungan seksual.

Jika beberapa gejala di atas kamu alami, jangan tunda untuk memeriksakannya di rumah sakit. Untuk lebih mudahnya, kamu bisa membuat janji dengan dokter melalui aplikasi Halodoc.

Baca juga: Harus Tahu, 5 Fakta Tentang Vulvodynia

Lantas, Apa Sih Penyebab Kanker Vulva?

Sayangnya hingga kini penyebab kanker vulva belum diketahui pasti. Masih diperlukan penelitian lebih jauh untuk mencari tahu pemicu sel-sel bermutasi menjadi sel kanker dan berkembang dengan begitu cepat. Tetapi, ada beberapa faktor yang meningkatkan timbulnya kanker vulva, antara lain: 

  • Pertambahan usia. Risiko kanker vulva meningkat pada usia 65 tahun ke atas juga pada mereka yang berada pada masa menopause. 
  • Alami Infeksi HPV (human papillomavirus), salah satu penyakit menular seksual ini banyak ditemui pada wanita yang sudah aktif secara seksual. Umumnya infeksi HPV bisa mereda dengan sendirinya. Namun, pada sebagian kasus, sel yang terinfeksi bisa bermutasi dan berkembang menjadi sel kanker.
  • Terinfeksi HIV (human immunodeficiency virus) yang melemahkan sistem kekebalan tubuh dan menjadikan pengidapnya rentan terhadap infeksi HPV.
  • Menderita gangguan pada kulit di area vulva, misalnya penyakit Lichen Sclerosus.
  • Pernah berada dalam kondisi prakanker vulva, atau vulvar intraepithelial neoplasia (VIN), yang bisa berkembang menjadi kanker vulva. 

Baca juga: Gaya Hidup Sehat untuk Mencegah Vaginitis

Bagaimana Cara Mengobati Kanker Vulva?

Perawatan tergantung pada jenis dan besarnya kanker dan luas area penyebaran. Jika kanker masih kecil yang hanya berada pada satu titik, maka sinar laser bisa digunakan untuk mematikan kulit yang mengandung sel kanker. Terdapat juga pengobatan di rumah yang perlu dilakukan, antara lain:

  • Pastikan untuk melakukan pemeriksaan rutin dengan dokter untuk memantau perkembangan kanker;
  • Mengikuti arahan dokter, dan mengonsumsi obat-obat yang ditentukan
  • Mengurangi faktor risiko sebanyak mungkin seperti melakukan hubungan intim yang aman.

Nyatanya operasi pengangkatan atau simple partial vulvectomy juga bisa digunakan untuk mengangkat sel yang abnormal dan jaringan sehat di dekatnya. Sementara untuk kanker yang besar, operasi vulvectomy mungkin dibutuhkan dan seluruh bagian vulva diangkat.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Vulvar Cancer.
Cancer Research UK. Diakses pada 2019. About vulval cancer.