Adakah Pencegahan untuk Kondisi Limfogranuloma Venereum?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Adakah Pencegahan untuk Kondisi Limfogranuloma Venereum?

Halodoc, Jakarta – Pentingnya melakukan hubungan seksual yang aman dan sehat agar terhindar dari berbagai macam penyakit. Limfogranuloma venereum adalah salah satu jenis penyakit menular seksual yang dapat ditularkan karena kegiatan seksual yang tidak aman.

Baca juga: Awas, Limfogranuloma Venereum Muncul Bersama IMS

Nyatanya, banyak jenis bakteri yang menyebabkan seseorang mengalami penyakit menular seksual. Limfogranuloma venereum atau LGV disebabkan oleh infeksi bakteri chlamydia trachomatis dan dapat menyerang kesehatanmu. 

Seberapa Umum Penyakit Limfogranuloma Venereum?

Penyakit ini lebih sering dialami oleh masyarakat yang tinggal pada daerah tropis. Penyakit LGV dapat muncul bersamaan dengan kondisi penyakit menular seksual lainnya seperti penyakit HIV. Gejala yang muncul terdiri dari beberapa fase. Berikut adalah fase gejala yang perlu kamu ketahui untuk mengatasi penyakit ini lebih dini:

1. Fase 1

Pada tahap awal, pengidap mengalami munculnya ulkus dangkal yang tidak terasa sakit pada bagian genital luar pengidap LGV. Selain itu, lesi juga muncul pada sekitar area genital. Jangan sepelekan infeksi saluran kemih yang kamu alami, karena kondisi ini bisa menjadi gejala awal dari penyakit limfogranuloma venereum. Pengidap LGV pada tahap awal mengalami pembengkakan pada bagian paha yang disebabkan pembesaran kelenjar getah bening.

2. Fase 2

Kondisi ini dapat berkembang selama berbulan-bulan setelah pengidap mengalami infeksi bakteri penyebab LGV. Biasanya, ketika gejala sudah semakin parah, pengidap mengalami gejala infeksi seperti demam, sakit kepala, mual, muntah yang disertai dengan lemas dan nyeri sendi.

Kelenjar getah bening juga muncul pada beberapa bagian tubuh lainnya dan kulit yang mengalami kemerahan. Segera periksakan kondisi kesehatan kamu pada dokter melalui aplikasi Halodoc, dengan memilih Tanya Dokter untuk mengetahui penanganan selanjutnya. 

3. Fase 3

Tahukah kamu bahwa tahap 3 dari penyakit LGV dapat terjadi dalam hitungan tahun ketika seseorang terinfeksi bakteri penyebab LGV? Ketahui gejala LGV pada fase terakhir yang menyebabkan komplikasi jika tidak segera diatasi. Pada tahap terakhir, pengidap mengalami infeksi pada bagian anus, rectum atau usus besar.

Umumnya, infeksi ini menyebabkan perdarahan yang keluar melalui anus.  Pengidap LGV fase 3 dapat mengalami konstipasi yang disertai penurunan berat badan. Dokter juga dapat melakukan colok dubur untuk memastikan kondisi ini, biasanya pengidap LGV memiliki dinding dubur yang kasar. Pada wanita, kondisi ini menyebabkan penebalan pada dinding labia.

Lakukan Pencegahan dan Hindari Komplikasi

Pencegahan bisa dilakukan dengan melakukan beberapa hal. Salah satunya adalah melakukan kegiatan seksual yang aman dan sehat, caranya dengan menggunakan kondom ketika melakukan hubungan seksual. Tidak berganti pasangan juga bisa dilakukan untuk mencegah penyakit LGV.

Lakukan pemeriksaan rutin untuk mencegah penyakit LGV seperti CT Scan, kolonoskopi, sigmoidoskopi, tes fiksasi komplemen serta kultur chlamydia trachomatis untuk menghindari adanya penyakit ini berkembang menjadi yang lebih parah.

Penyakit LGV yang tidak diatasi dengan baik nyatanya dapat menyebabkan banyak komplikasi pada kesehatan kamu, seperti penyakit radang sendi, konjungtivitis, infeksi paru-paru, fibrosis, hepatomegali dan penyumbatan usus besar. Segera periksakan ke rumah sakit terdekat jika kamu mengalami beberapa gejala yang mengarah pada kondisi penyakit LGV!

Baca juga: Ketahui Faktor Risiko yang Tingkatkan Limfogranuloma Venereum