Akibat Tidak Vaksinasi, Biaya Pengobatan Semakin Melambung

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Akibat Tidak Vaksinasi, Biaya Pengobatan Semakin Melambung

Halodoc, Jakarta - Vaksinasi dan imunisasi adalah dua hal penting dilakukan oleh semua orang, baik itu anak-anak atau orang dewasa. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan imunisasi atau pemberian vaksin adalah proses saat seseorang menjadi kebal atau resisten terhadap penyakit menular. Imunisasi atau pemberian vaksin menjadi upaya untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit.

Imunisasi Penting Untuk Kekebalan Tubuh Terhadap Penyakit

Namun, sangat disayangkan pada kenyataannya, masih banyak orangtua yang takut anaknya diberikan vaksin karena berbagai macam alasan. Padahal secara lugas disebutkan dalam laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), jika anak tidak mendapatkan imunisasi secara lengkap, maka tubuhnya tidak memiliki sistem kekebalan tubuh yang spesifik dalam penyakit-penyakit tertentu.

Selain itu, anak yang tidak diimunisasi rentan menyebarkan kuman-kuman tersebut ke orang disekitar yang sistem imunnya masih lemah. Apabila wabah penyakit ini menyebar ke mana-mana, maka dapat menyebabkan sakit bahkan kematian pada banyak anak. Oleh karena itu, sebetulnya saat orangtua memutuskan untuk tidak memberi anaknya imunisasi, maka hal ini membahayakan tidak hanya anaknya sendiri tapi juga anak-anak orang lain di sekitarnya.

Baca Juga: Ketahui Gejala Awal Seseorang Terkena Tetanus

Melansir BuzzFeed News, seorang anak laki-laki berusia 6 tahun di Amerika Serikat yang tidak pernah mendapatkan vaksinasi masa kecilnya menghabiskan hampir dua bulan di rumah sakit dan hampir meninggal setelah mengidap tetanus dari luka di dahinya, parahnya lagi menghabiskan lebih dari $800.000 atau sekitar 11,3 miliar rupiah untuk biaya perawatan medis. Laporan ini didapatkan dari Centers for Disease Control and Prevention, mereka merinci perjuangan yang melelahkan dan pastinya dengan biaya yang semakin fantastis untuk penyakit yang sebetulnya dapat dicegah.

Bermula dari kejadian tahun lalu, ketika anak berusia 6 tahun itu sedang bermain di pertanian keluarganya di Oregon, Amerika Serikat. Ia mengalami kejadian yang menyebabkan ia mengalami luka pada area dagu. Keluarganya membersihkan dan menjahit lukanya, tetapi enam hari kemudian, rahangnya mulai mengepal dan mengunci, dan lengan serta bagian atas tubuhnya mengalami kejang tak terkendali. Seluruh tubuhnya mulai mengalami kejang dan dia mulai melengkungkan leher dan punggungnya. Pada hari itu, dia berjuang untuk bernapas.

Baca Juga: Ini Risiko Rahang Terkunci atau Lockjaw Akibat Tetanus

Tetanus adalah infeksi bakteri yang biasanya ditularkan melalui tanah, oleh karenanya agar bisa terhindar dari penyakit ini kita wajib mengenakan sarung tangan saat berkebun. Jika sudah terinfeksi, maka bakteri melepaskan racun yang menyebabkan kejang yang menyakitkan dan menyebabkan seseorang kehilangan kendali atas tubuhnya. Tidak hanya itu, dalam kasus yang fatal, tetanus menyebabkan patah tulang, pneumonia, dan kesulitan bernapas.

Saat infeksi makin parah, orangtua anak tersebut segera meminta bantuan sebuah helikopter darurat guna membawa anaknya ke pusat medis anak. Bocah itu, yang tidak diidentifikasi, menghabiskan 47 hari berikutnya dalam perawatan intensif, sebagian besar di ruangan gelap dengan penutup telinga untuk meminimalkan stimulan yang meningkatkan kejang. Anak ini juga terus terhubung ke mesin pernapasan dan terus-menerus diobati melalui infus untuk membantu menenangkan otot, rasa sakit, dan tekanan darah.

Pada akhirnya, anak ini berangsur pulih meski tetap harus melakukan fisioterapi untuk mendapatkan kembali kemampuan untuk menggerakkan kaki dan tubuhnya. Secara keseluruhan, orangtua anak ini mengaku telah menghabiskan dana hingga tagihan $811.929. Padahal hanya dengan mengeluarkan biaya $24 hingga $30 atau 350 ribu hingga 450 ribu rupiah untuk vaksinasi tetanus, pengeluaran yang melambung tadi bisa dicegah. Hal ini karena pihak keluarga menolak memberikan vaksinasi tetanus.

Baca Juga: Alasan Tetanus Bisa Mematikan Jika Tidak Diatasi dengan Benar

Itulah sedikit penjelasan tentang pentingnya vaksinasi, tidak hanya untuk menghindari risiko yang fatal, vaksinasi juga penting agar di masa mendatang agar anak tidak terserang penyakit yang berpotensi menguras banyak biaya.

Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Talk to a Doctor. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Yuk,  download Halodoc sekarang di Apps Store atau Google Play Store!