Alami Alergi Obat, Inilah yang Terjadi pada Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Alami Alergi Obat, Inilah yang Terjadi pada Tubuh

Halodoc, Jakarta - Alergi obat adalah reaksi abnormal sistem kekebalan tubuh terhadap suatu obat. Segala jenis obat termasuk jamu dan obat-obatan herbal lainnya mampu memicu alergi obat. Akan tetapi. alergi obat lebih mungkin terjadi pada jenis obat-obatan tertentu. Tanda dan gejala alergi obat yang paling umum adalah gatal-gatal, ruam, ataupun demam.

Sedangkan reaksi serius dari alergi obat, dapat mengancam jiwa karena memengaruhi banyak sistem tubuh (anafilaksis). Alergi obat tidak sama dengan efek samping obat, yakni suatu reaksi yang mungkin sudah diketahui karena biasanya tercantum pada label obat. Alergi obat juga berbeda dari toksisitas obat yang disebabkan oleh overdosis obat.

Baca Juga: Ini Alasan Orang Bisa Kena Alergi Obat

Gejala Alergi Obat

Tanda dan gejala alergi obat biasanya terjadi dalam satu jam setelah minum obat. Reaksi berupa ruam dapat terjadi berjam-jam, berhari-hari, bahkan bisa sampai berminggu-minggu kemudian. Tanda dan gejala alergi obat dapat, meliputi:

  • Ruam kulit

  • Hive

  • Gatal

  • Demam

  • Pembengkakan

  • Sesak nafas

  • Desah

  • Hidung meler

  • Mata gatal dan berair

  • Anafilaksis.

Penyebab Alergi Obat

Alergi obat terjadi ketika sistem kekebalan tubuh secara keliru mengidentifikasi obat sebagai zat berbahaya, seperti virus atau bakteri. Setelah sistem kekebalan mendeteksi obat sebagai zat berbahaya, imun akan mengembangkan antibodi khusus untuk obat tersebut. Ini bisa terjadi saat pertama kali seseorang minum obat atau berkembang sampai ada paparan berulang.

Saat seseorang meminum obat yang diduga memicu alergi di lain waktu, antibodi spesifik ini akan menandai obat dan menyerang sistem kekebalan tubuh secara langsung pada zat tersebut. Bahan kimia yang dikeluarkan oleh aktivitas ini menyebabkan tanda dan gejala yang terkait dengan reaksi alergi.

Pengidap alergi mungkin tidak menyadari paparan pertama terhadap suatu obat. Beberapa bukti menunjukkan bahwa sejumlah kecil obat dalam suplai makanan, seperti antibiotik, mungkin cukup bagi sistem kekebalan untuk membuat antibodi terhadapnya.

Baca Juga: Efek Samping Konsumsi Obat Antibiotik dalam Waktu Lama

Beberapa reaksi alergi dapat terjadi akibat proses yang agak berbeda. Para peneliti percaya bahwa beberapa obat dapat mengikat langsung ke jenis sistem kekebalan sel darah putih tertentu yang disebut sel T. Acara ini menggerakkan pelepasan bahan kimia yang dapat menyebabkan reaksi alergi saat pertama kali kamu minum obat. Beberapa jenis obat yang sering dikaitkan dengan alergi, termasuk :

  • Antibiotik, seperti penisilin.

  • Penghilang rasa sakit, seperti aspirin, ibuprofen, dan naproxen sodium.

  • Obat kemoterapi untuk mengobati kanker.

  • Obat-obatan untuk penyakit autoimun, seperti rheumatoid arthritis.

Kadang-kadang reaksi terhadap suatu obat dapat menghasilkan tanda dan gejala yang hampir sama dengan alergi obat, tapi reaksi obat tidak dipicu oleh aktivitas sistem kekebalan tubuh. Kondisi ini disebut reaksi hipersensitivitas nonalergi atau reaksi obat semu alergi. Obat-obatan yang lebih sering dikaitkan dengan kondisi ini. termasuk:

  • Aspirin.

  • Pewarna yang digunakan dalam tes pencitraan (media radiocontrast).

  • Opiat untuk mengobati rasa sakit.

  • Anestesi lokal.

Pencegahan Alergi Obat

Jika kamu menduga memiliki alergi obat, pencegahan terbaik adalah menghindari masalah konsumsi jenis obat tersebut. Langkah lainnya adalah memberitahu petugas kesehatan seputar alergi obat yang dimiliki. Pastikan bahwa alergi obat diidentifikasi dengan jelas dalam catatan medis.

Pakailah gelang peringatan medis yang mengidentifikasi alergi obat yang dimiliki. Informasi ini dapat memastikan perawatan yang tepat dalam keadaan darurat.

Baca Juga: Apa Saja Tanda Alergi Obat Antibiotik & Bagaimana Penanganannya?


Kalau ada pertanyaan lain seputar alergi obat, diskusi saja dengan dokter Halodoc untuk mengetahuinya lebih jauh. Klik fitur Talk to A Doctor yang ada di aplikasi Halodoc aja. Ibu bisa hubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!