• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Gejala Berupa Sesak Napas, Bronkitis Sering Dikira Asma

Gejala Berupa Sesak Napas, Bronkitis Sering Dikira Asma

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Tahukah kamu bahwa meskipun kamu mengalami gejala sesak napas, ini bukan berarti seseorang mengalami asma. Ada banyak kondisi penyakit lain yang bisa sebabkan seseorang mengalami gejala sesak napas, seperti misalnya bronkitis. Pada bronkitis, ada beberapa gejala lain yang sebenarnya bisa menjadi pembeda, misalnya adalah batuk berkepanjangan yang umumnya berlangsung selama seminggu atau lebih.

Perbedaan bronkitis dan asma terletak pada penyebabnya. Jika bronkitis adalah peradangan pada saluran bronkus, asma adalah kondisi saat terjadinya penyempitan jalan napas karena adanya inflamasi dan pembengkakan mukosa pernapasan akibat berbagai faktor. 

Baca juga: Harus Tahu, 5 Fakta Penting Mengenai Bronkitis

Ini yang Dimaksud dengan Bronkitis

Bronkitis merupakan peradangan yang terjadi pada saluran utama pernapasan atau bronkus. Bronkus merupakan saluran tempat keluar dan masuknya udara dari paru-paru. Secara umum, bronkitis terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Bronkitis akut, yaitu kondisi yang umumnya dialami oleh anak berusia di bawah lima tahun. Kondisi ini biasanya pulih dengan sendirinya dalam jangka waktu 7-10 hari.
  • Bronkitis kronis, yaitu kondisi yang umumnya dialami oleh orang dewasa yang berusia di atas 40 tahun. Kondisi ini dapat berlangsung selama dua bulan, dan merupakan salah satu penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)

Kondisi ini umumnya disebabkan oleh virus yang menjadi penyebab dari ISPA, salah satunya adalah virus flu. Virus ini dapat tersebar melalui percikan dahak dari seseorang yang mengidap bronkitis. Ketika sudah masuk ke dalam tubuh, karena terhirup ataupun tertelan, virus tersebut akan menyerang sel-sel saluran bronkus hingga akhirnya menimbulkan peradangan.

Baca juga: Mirip Meriang, Ini 5 Gejala Bronkitis yang Jangan Diabaikan 

Faktor Risiko dan Gejala Bronkitis yang Umum

Selain gejala sesak napas, ada juga beberapa gejala lain yang juga menyertai mereka yang mengidap bronkitis, yaitu:

  • Demam.
  • Dada terasa nyeri.
  • Lemas.
  • Sakit tenggorokan.
  • Sesak napas.
  • Hidung tersumbat.
  • Badan terasa pegal-pegal.
  • Sakit kepala.

Sementara itu, ada beberapa faktor risiko yang memicu seseorang mengidap bronkitis, antara lain:

  • Sering terpapar zat-zat berbahaya, seperti debu, amonia, atau klorin ketika bekerja atau melakukan aktivitas sehari-hari.
  • Perokok berat atau perokok pasif.
  • Berusia di bawah 5 tahun atau lebih dari 40 tahun.
  • Memiliki sistem imunitas yang lemah.
  • Refluks lambung, yaitu nyeri ulu hati yang parah dan terjadi secara terus-menerus dapat mengiritasi tenggorokan dan membuat seseorang lebih rentan mengidap bronkitis.

Bronkitis perlu mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat. Sebab jika tidak, kondisi ini dapat berpotensi menimbulkan pneumonia, yaitu peradangan di salah satu atau kedua kantung paru-paru. Kondisi ini akan menimbulkan gejala berupa rasa nyeri pada dada ketika bernapas, mual dan muntah, badan terasa lelah, terjadinya penurunan kesadaran, dan diare.

Baca juga: Apakah Bronkitis Berkaitan dengan Emfisema?

Cara Mencegah Bronkitis 

Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah seseorang mengidap penyakit bronkitis, antara lain:

  • Menerima vaksin flu dan pneumonia.
  • Hindari merokok atau menghirup asap rokok.
  • Hindari berbagi pakai barang pribadi, terutama peralatan makan dan minum, dengan orang lain.
  • Konsumsi makanan yang mempunyai gizi yang seimbang.
  • Hindari paparan zat berbahaya dengan selalu menggunakan masker.

Meminum obat yang diresepkan dokter juga merupakan cara ampuh mencegah gejala bronkitis. Jika kamu memiliki resep obat tersebut, kamu bisa menebus resep obat tersebut di toko kesehatan milik Halodoc. Dengan layanan antar, kamu jadi tak perlu lagi keluar rumah untuk beli obat karena pesanan kamu akan dikirimkan kurang dari satu jam ke rumahmu.

Waspada Komplikasi Bronkitis

Komplikasi bronkitis yang paling umum adalah pneumonia. Ini bisa terjadi jika infeksi menyebar lebih jauh ke paru-paru. Pada pengidap pneumonia, kantung udara di dalam paru-paru terisi cairan.

Meskipun begitu, pneumonia lebih mungkin berkembang pada orang dewasa yang lebih tua, perokok, orang dengan kondisi medis lain, dan siapa saja dengan sistem kekebalan yang lemah. Kondisi ini wajib ditangani sesegera mungkin karena kondisi yang dibiarkan bisa mengancam nyawa. 


Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2021. Bronchitis.
Medical News Today. Diakses pada 2021. Bronchitis.
National Health Service UK. Diakses pada 2021. Bronchitis.