16 January 2019

Gejala Berupa Sesak Napas, Bronkitis Sering Dikira Asma

 Bronkitis, asma, paru-paru basah, apa itu bronkitis?

Halodoc, Jakarta - Jika kamu merasa sesak napas, kamu harus berhati-hati. Pasalnya, kondisi tersebut merupakan salah satu gejala dari penyakit bronkitis. Seseorang yang mengidap kondisi ini juga biasanya mengalami batuk yang berlangsung selama satu minggu atau lebih. Hal itulah yang membedakan asma dengan bronkitis. Apa itu bronkitis? Apa yang menandai seseorang mengidap kondisi ini? Ini penjelasan lengkapnya!

Baca juga: Mirip Meriang, Ini 5 Gejala Bronkitis yang Jangan Diabaikan

Apa Itu Bronkitis?

Bronkitis merupakan peradangan yang terjadi pada saluran utama pernapasan atau bronkus. Bronkus merupakan saluran tempat keluar dan masuknya udara dari paru-paru. Secara umum, bronkitis terbagi menjadi dua jenis, antara lain:

  • Bronkitis akut, yaitu kondisi yang umumnya dialami oleh anak berusia di bawah lima tahun. Kondisi ini biasanya pulih dengan sendirinya dalam jangka waktu 7-10 hari.

  • Bronkitis kronis, yaitu kondisi yang umumnya dialami oleh orang dewasa yang berusia di atas 40 tahun. Kondisi ini dapat berlangsung selama dua bulan, dan merupakan salah satu penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)

Jika seseorang mengidap kondisi ini dan tidak mendapatkan penanganan yang tepat, kondisi ini dapat berpotensi menimbulkan pneumonia. Pneumonia merupakan peradangan di salah satu atau kedua kantung paru-paru. Kondisi ini akan menimbulkan gejala berupa rasa nyeri pada dada ketika bernapas, mual dan muntah, badan terasa lelah, terjadinya penurunan kesadaran, dan diare.

Apa Gejala Penyakit Bronkitis?

Gejala umum pengidap bronkitis adalah batuk kering maupun batuk berdahak. Pada kasus batuk berdahak, biasanya dahak akan berwarna kuning keabuan, putih, atau hijau yang mungkin akan bercampur dengan darah. Selain itu, gejala lain yang dapat muncul seperti demam, dada terasa nyeri, lemas, sakit tenggorokan, sesak napas, hidung tersumbat, badan terasa pegal-pegal, dan sakit kepala.

Baca juga: Kenali Gangguan Pernapasan Bronkitis

Apa Penyebab Penyakit Bronkitis?

Kondisi ini disebabkan oleh virus yang menjadi penyebab dari ISPA, salah satunya adalah virus flu. Virus ini dapat tersebar melalui percikan dahak dari seseorang yang mengidap bronkitis. Ketika sudah masuk ke dalam tubuh, karena terhirup ataupun tertelan, virus tersebut akan menyerang sel-sel saluran bronkus hingga akhirnya menimbulkan peradangan.

Ada beberapa faktor risiko yang memicu seseorang mengidap bronkitis, antara lain:

  • Sering terpapar zat-zat berbahaya, seperti debu, amonia, atau klorin ketika bekerja atau melakukan aktivitas sehari-hari.

  • Perokok berat atau perokok pasif.

  • Berusia di bawah 5 tahun atau lebih dari 40 tahun.

  • Memiliki sistem imunitas yang lemah.

  • Refluks lambung, yaitu nyeri ulu hati yang parah dan terjadi secara terus-menerus dapat mengiritasi tenggorokan dan membuat seseorang lebih rentan mengidap bronkitis.

Bagaimana Pencegahan Penyakit Bronkitis?

Beberapa upaya dapat dilakukan untuk mencegah seseorang mengidap penyakit bronkitis, antara lain:

  • Menerima vaksin flu dan pneumonia.

  • Hindari merokok atau menghirup asap rokok.

  • Hindari berbagi pakai barang pribadi, terutama peralatan makan dan minum, dengan orang lain.

  • Konsumsi makanan yang mempunyai gizi yang seimbang.

  • Hindari paparan zat berbahaya dengan selalu menggunakan masker.

Baca juga: Apakah Bronkitis Berkaitan dengan Emfisema?

Nah, jangan sampai salah mendiagnosis, ya! Karena sesak nafas enggak selalu berkaitan dengan asma. Perbedaannya terletak pada gejala yang muncul. Gejala pada asma bisa datang tiba-tiba karena ada pemicu, gejala bisa datang dan pergi, dan akan membaik jika diberi obat bronkodilator.

Disarankan untuk segera berdiskusi dengan dokter apabila timbul gejala-gejala seperti batuk yang berlangsung lebih dari tiga minggu serta menimbulkan rasa nyeri pada dada, dahak berwarna gelap, batuk mengeluarkan darah, berat badan menurun, atau terjadi penurunan kesadaran (pingsan). Jika dibiarkan, gejala yang timbul dapat bertambah parah seiring dengan berjalannya waktu jika tidak segera diobati. Kamu bisa ngobrol langsung dengan dokter ahli di aplikasi Halodoc melalui Chat dan Voice/Video Call. Tidak hanya itu, kamu juga bisa membeli obat di aplikasi Halodoc dan obat akan diantar dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya sekarang di App Store dan Google Play!