Gejala Berupa Sesak Napas, Bronkitis Sering Dikira Asma

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
 Bronkitis, asma, paru-paru basah, apa itu bronkitis?

Halodoc, Jakarta - Memiliki salah satu gejala utama sesak napas, membuat bronkitis kerap dikira sebagai asma. Padahal keduanya merupakan kondisi medis yang berbeda. Namun pada bronkitis, ada beberapa gejala lain yang sebenarnya bisa menjadi pembeda, yaitu batuk berkepanjangan yang umumnya berlangsung selama seminggu atau lebih.

Batuk kronis yang dialami pengidap bronkitis dapat berupa batuk kering maupun berdahak. Pada kasus batuk berdahak, biasanya dahak yang dikeluarkan akan berwarna kuning keabuan, putih, atau hijau yang kadang bercampur dengan darah.

Gejala lain yang juga menyertai, dalam kasus bronkitis adalah:

  • Demam.

  • Dada terasa nyeri.

  • Lemas.

  • Sakit tenggorokan.

  • Sesak napas.

  • Hidung tersumbat.

  • Badan terasa pegal-pegal.

  • Sakit kepala.

Jika kamu mengalami batuk kronis dan berbagai gejala yang telah disebutkan tadi, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter, agar penanganan bisa dilakukan sesegera mungkin. Sekarang, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan juga bisa dilakukan di aplikasi Halodoc, lho. Lewat fitur Talk to a Doctor, kamu bisa obrolkan langsung gejalamu melalui Chat atau Voice/Video Call.

Baca juga: Mirip Meriang, Ini 5 Gejala Bronkitis yang Jangan Diabaikan 

Mengenal Lebih Jauh tentang Bronkitis

Bronkitis merupakan peradangan yang terjadi pada saluran utama pernapasan atau bronkus. Bronkus merupakan saluran tempat keluar dan masuknya udara dari paru-paru. Secara umum, bronkitis terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Bronkitis akut, yaitu kondisi yang umumnya dialami oleh anak berusia di bawah lima tahun. Kondisi ini biasanya pulih dengan sendirinya dalam jangka waktu 7-10 hari.

  • Bronkitis kronis, yaitu kondisi yang umumnya dialami oleh orang dewasa yang berusia di atas 40 tahun. Kondisi ini dapat berlangsung selama dua bulan, dan merupakan salah satu penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)

Bronkitis umumnya disebabkan oleh virus yang menjadi penyebab dari ISPA, salah satunya adalah virus flu. Virus ini dapat tersebar melalui percikan dahak dari seseorang yang mengidap bronkitis. Ketika sudah masuk ke dalam tubuh, karena terhirup ataupun tertelan, virus tersebut akan menyerang sel-sel saluran bronkus hingga akhirnya menimbulkan peradangan.

Baca juga: Kenali Gangguan Pernapasan Bronkitis

Ada beberapa faktor risiko yang memicu seseorang mengidap bronkitis, antara lain:

  • Sering terpapar zat-zat berbahaya, seperti debu, amonia, atau klorin ketika bekerja atau melakukan aktivitas sehari-hari.

  • Perokok berat atau perokok pasif.

  • Berusia di bawah 5 tahun atau lebih dari 40 tahun.

  • Memiliki sistem imunitas yang lemah.

  • Refluks lambung, yaitu nyeri ulu hati yang parah dan terjadi secara terus-menerus dapat mengiritasi tenggorokan dan membuat seseorang lebih rentan mengidap bronkitis.

Bronkitis perlu mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat. Sebab jika tidak, kondisi ini dapat berpotensi menimbulkan pneumonia, yaitu peradangan di salah satu atau kedua kantung paru-paru. Kondisi ini akan menimbulkan gejala berupa rasa nyeri pada dada ketika bernapas, mual dan muntah, badan terasa lelah, terjadinya penurunan kesadaran, dan diare.

Nah, untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan, kini kamu bisa langsung buat janji dengan dokter di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc, lho. Tunggu apa lagi? Yuk download aplikasinya sekarang!

Baca juga: Apakah Bronkitis Berkaitan dengan Emfisema?

Bisakah Dicegah?

Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah seseorang mengidap penyakit bronkitis, antara lain:

  • Menerima vaksin flu dan pneumonia.

  • Hindari merokok atau menghirup asap rokok.

  • Hindari berbagi pakai barang pribadi, terutama peralatan makan dan minum, dengan orang lain.

  • Konsumsi makanan yang mempunyai gizi yang seimbang.

  • Hindari paparan zat berbahaya dengan selalu menggunakan masker.