Alami Alergi Tomat, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Alami Alergi Tomat, Apa Penyebabnya?

Halodoc, Jakarta - Alergi pada makanan tertentu tidak selalu disebabkan karena mengonsumsi seafood atau kacang-kacangan. Kondisi ini bisa disebabkan oleh sayuran seperti tomat, lho! Ketika pengidap alergi tomat bersentuhan langsung maupun mengonsumsinya, histamin dilepaskan ke area yang terpapar seperti kulit, hidung, saluran pernapasan dan pencernaan. Kondisi ini menyebabkan reaksi alergi.

Baca Juga: Ibu Harus Tahu, Ini Tes untuk Mengetahui Alergi Kacang

Seseorang dengan alergi tomat juga rentan terhadap reaksi alergi dengan nightshades lainnya, seperti kentang, tembakau, dan terong. Seseorang dengan alergi tomat juga memiliki reaksi silang terhadap lateks yang disebut dengan sindrom buah lateks.

Gejala yang Ditimbulkan Alergi Tomat

Gejala alergi tomat biasanya terjadi segera setelah menyentuh maupun mengonsumsi tomat. Gejala yang dapat ditimbulkan, di antaranya:

  • Kulit gatal-gatal;
  • Muncul eksim atau ruam pada kulit;
  • Mengalami kram perut, mual, muntah, atau diare;
  • Muncul sensasi gatal di tenggorokan;
  • Batuk, bersin, mengi, atau pilek;
  • Pembengkakan pada wajah, mulut, lidah, atau tenggorokan (angioedema).

Seseorang yang punya alergi tomat juga bisa mengalami anafilaksis, tapi kondisi ini jarang terjadi. Kalau kamu mengalami gejala di atas, periksakan ke dokter untuk mendapatkan perawatan serta pengobatan yang tepat. Sebelum mengunjungi rumah sakit, kamu dapat membuat janji dengan dokter melalui aplikasi Halodoc terlebih dahulu.

Lantas, sebenarnya apa yang menyebabkan seseorang alergi terhadap tomat? Benarkah ada kandungan tertentu yang bisa memicu alergi? Berikut penjelasannya.

Baca Juga: Alergi Juga Bisa Diturunkan dari Orang Tua

Apa Penyebab Seseorang Alergi Terhadap Tomat ?

Seseorang yang memiliki alergi serbuk sari sering menjadi sensitif terhadap tomat karena keduanya mengandung sejenis protein yang dikenal sebagai profilin. Profilin dalam tomat tidak sama dengan profilin yang ada dalam serbuk sari, tetapi jenisnya mungkin cukup dekat untuk memicu respons alergi. Ada bentuk alergi lain yang disebut sebagai sindrom alergi oral (OAS), di mana gejalanya disebabkan oleh alergen yang bereaksi silang. 

Keberadaan OAS membuat seseorang dengan alergi serbuk sari menjadi lebih peka terhadap makanan yang memiliki struktur protein yang serupa. Namun, alergi tomat tidak dianggap sebagai alergi sejati karena ini merupakan konsekuensi dari alergi serbuk sari. Artinya, seseorang yang alergi terhadap serbuk sari kemungkinan memiliki alergi tomat, tetapi tidak sebaliknya. 

Alergi serbuk sari bersifat musiman dan tubuh cenderung menanggapinya lebih cepat pada setiap musim yang lewat. Maka dari itu, sistem kekebalan tubuh bisa menjadi semakin sensitif terhadap zat lain, seperti buah-buahan, sayuran, rempah-rempah, atau kacang-kacangan selama musim alergi. Selain tomat, orang dengan alergi serbuk sari juga dapat mengembangkan sensitivitas terhadap buah persik, seledri, melon, atau kentang.

Baca Juga: Ini Dampak Alergi Makanan Paling Fatal

Pengobatan untuk Mengatasi Alergi

Bagi orang-orang yang mengidap OAS, hindari makanan yang bisa memicu alergi, terutama selama musim alergi. Jika alergi semakin parah, dokter bisa merekomendasikan serangkaian suntikan alergi untuk mengurangi sensitivitas terhadap alergen secara bertahap. Antihistamin oral dapat diresepkan untuk meringankan gejala dengan memblokir histamin. Kortikosteroid oral dan hidung juga membantu untuk mengurangi peradangan selama serangan alergi. 

Referensi :
Healthline. Diakses pada 2019. Tomato Allergies and Recipes.
Verywell Health. Diakses pada 2019. Do I Have a Tomato Allergy?.