Alami Hiponatremia, Ketahui 10 Gejalanya

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Hiponatremia

Halodoc, Jakarta - Hiponatremia bisa terjadi ketika kadar air dan sodium dalam tubuh tidak seimbang. Hal ini berarti, terlalu banyak air atau kadar natrium dalam darah tidak mencukupi. Normalnya, tingkat natrium normal berkisar antara 135 mEq/L-145 mEq/L. Nah, seseorang bisa dikatakan mengidap hiponatremia apabila kadar natrium berada dibawah 135 mEq/L. Ini gejala umum yang akan muncul pada pengidap hiponatremia.

Baca juga: Waspada, Kekurangan Elektrolit dalam Tubuh Sebabkan Nyeri Otot

Hiponatremia, Gangguan Elektrolit pada Tubuh

Hiponatremia merupakan gangguan elektrolit pada tubuh, ketika kadar natrium atau sodium dalam darah lebih rendah dari batas normal. Natrium, natrium sendiri memiliki banyak fungsi bagi tubuh, antara lain untuk mengendalikan kadar air dalam tubuh, mengatur sistem saraf dan kerja otot, serta menjaga tekanan darah.

Mengidap Hiponatremia, Ketahui Gejalanya

Gejala umum yang akan muncul pada pengidap hiponatremia, antara lain:

  1. Linglung.

  2. Sakit kepala.

  3. Mual.

  4. Muntah.

  5. Lemas.

  6. Gelisah.

  7. Kejang.

  8. Kram atau lemah otot.

  9. Sakit kepala.

  10. Kebingungan.

Gejala hiponatremia akan berbeda pada setiap pengidapnya. Jika kadar natrium dalam tubuh turun secara bertahap, pengidap bisa saja tidak mengalami gejala apapun. Namun, jika kadar natrium dalam tubuh turun drastis secara tiba-tiba, gejala yang muncul bisa saja membahayakan nyawa pengidapnya.

Baca juga: 5 Gangguan Kesehatan yang Didiagnosis dengan Elektrokardiogram

Ini Penyebab Terjadinya Hiponatremia

Ada beberapa kondisi yang bisa menyebabkan hiponatremia, antara lain:

  • Mengalami diare kronis. Kondisi ini bisa menyebabkan tubuh kehilangan kandungan natrium.

  • Mengalami perubahan hormon. Kekurangan hormon adrenal bisa memengaruhi kelenjar adrenal dalam memproduksi hormon yang berguna dalam menjaga keseimbangan air, natrium, dan kalium dalam tubuh.

  • Mengidap kondisi kesehatan tertentu, seperti penyakit ginjal, gagal jantung, dan sirosis. Kondisi kesehatan tersebut bisa menyebabkan penumpukan cairan dalam tubuh dan melarutkan natrium. Nah, kondisi ini yang menyebabkan turunnya kadar natrium dalam darah.

Kadar natrium dalam kondisi normal adalah 135 mEq/L-145 mEq/L. Seseorang dengan kadar natrium kurang dari 135 mEq/L bisa dianggap mengalami hiponatremia.

Beberapa Langkah Pencegahan Hiponatremia

Untuk itu, kamu bisa menghindari terjadinya hiponatremia dengan beberapa langkah di bawah ini, yaitu:

  • Jika kamu melakukan aktivitas yang mengeluarkan banyak keringat, usahakan untuk mengonsumsi minuman elektrolit. Minuman ini berfungsi mengganti natrium yang hilang melalui keringat.

  • Usahakan agar kadar air dan elektrolit dalam tubuh seimbang. Hal ini bisa kamu lakukan dengan menjaga asupan cairan dalam tubuh kamu, agar tubuh tetap terhidrasi. Untuk wanita, disarankan mengonsumsi 2,2 liter air setiap harinya. Sedangkan untuk pria, disarankan mengonsumsi 3 liter air setiap harinya. Asupan air ini bisa kamu tingkatkan jika kamu mengalami muntah, diare, demam, berada di cuaca panas, hamil, atau saat menyusui.

  • Jika kamu mengalami suatu gangguan medis yang dapat menyebabkan hiponatremia, seperti insufisiensi kelenjar adrenal, pastikan bahwa kondisi kamu segera ditangani dengan cepat dan tepat. Karena insufisiensi kelenjar adrenal yang dibiarkan begitu saja, dapat menimbulkan komplikasi yang berbahaya.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Bolehkah Minum Air Es Setelah Berolahraga?

Jika kamu punya pertanyaan seputar masalah kesehatan, Halodoc bisa jadi solusinya! Kamu bisa diskusi langsung dengan dokter ahli melalui Chat atau Voice/Video Call. Enggak hanya itu, kamu juga bisa membeli obat yang sedang kamu butuhkan. Tanpa perlu repot, pesanan kamu akan diantar ke tempat tujuan dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store!