• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Gangguan Elektrolit

Gangguan Elektrolit

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Gangguan Elektrolit

Elektrolit merupakan bahan kimia yang terbentuk secara alami dalam cairan tubuh melalui gabungan beberapa zat. Mulai dari klorida, fosfat, kalium, natrium, hingga kalsium. Elektrolit sangatlah penting untuk fungsi tubuh normal dan harus ada dalam konsentrasi tertentu. 

Ketika tingkat elektrolit dalam tubuh terlalu rendah atau terlalu tinggi, kondisi tersebut dianggap sebagai ketidakseimbangan elektrolit. Kondisi kadar elektrolit yang tidak seimbang ini dapat menimbulkan berbagai gangguan pada fungsi organ di dalam tubuh. 

Bahkan pada kasus yang cukup parah, kondisi ini dapat menyebabkan kejang, koma, bahkan gagal jantung. Itulah alasan mengapa menjaga keseimbangan elektrolit sangatlah penting agar fungsi tubuh berjalan dengan lancar. 

Penyebab Gangguan Elektrolit

Biasanya, seseorang akan kehilangan mineral setiap harinya setiap kali dirinya buang air kecil dan besar atau berkeringat terlalu banyak. Namun, hal ini tidak akan menimbulkan masalah karena mineral yang hilang dapat dengan mudah tergantikan tubuh. Caranya adalah dengan meminum cairan dan konsumsi makanan yang mengandung mineral tersebut. 

Masalah akan timbul saat tubuh tidak dapat mengganti mineral yang hilang lebih cepat daripada saat tubuh kehilangan mineral. Contohnya ketika cairan tubuh hilang akibat muntah atau diare yang berkepanjangan. Pada kasus lain, pengobatan untuk penyakit tertentu, seperti penyakit ginjal kronis, juga dapat mengganggu keseimbangan elektrolit normal tubuh.

Namun, tak hanya itu, terdapat beberapa kemungkinan penyebab gangguan elektrolit yang juga dapat terjadi, seperti: 

  • Penyalahgunaan alkohol.
  • Pola makan buruk yang rendah nutrisi dan mineral.
  • Mengidap alkalosis metabolik, atau suatu kondisi saat pH atau tingkat keasaman darah seseorang lebih tinggi dari biasanya. 
  • Penyakit yang menyebabkan diare, muntah, dan demam.
  • Ketidakmampuan menyerap nutrisi dari makanan karena masalah pencernaan.
  • Konsumsi obat-obatan tertentu seperti obat pencahar atau steroid. 

Faktor Risiko Gangguan Elektrolit

Gangguan elektrolit bisa menyerang siapa saja. Namun. seseorang yang memiliki atau mengidap kondisi di bawah ini lebih rentan untuk mengalaminya, antara lain:

  • Gangguan makan, seperti anoreksia atau bulimia.
  • Gangguan tiroid dan paratiroid.
  • Mengidap penyakit pernapasan kronis. 
  • Gangguan kelenjar adrenal.
  • Gagal jantung.
  • Kecanduan alkohol.
  • Luka bakar.
  • Penyakit ginjal.
  • Patah tulang.
  • Sirosis hati. 

Gejala Gangguan Elektrolit

Gejala gangguan elektrolit dapat berbeda-beda pada setiap orang dan tergantung pada seberapa berat gangguan yang dialami. Jika kadar elektrolit hanya meningkat atau berkurang sedikit dari kondisi normal, biasanya pengidapnya tidak akan merasakan gejala apapun. 

Namun, bila kadarnya berubah secara signifikan, maka berbagai gejala dapat terjadi. Tidak semua jenis gangguan elektrolit menimbulkan gejala yang sama, tetapi umumnya banyak gejala serupa yang terjadi, seperti:

  • Gangguan irama jantung yang dapat berupa denyut jantung terlalu lambat (bradikardia), denyut jantung terlalu cepat (takikardia), ataupun denyut jantung tidak teratur.
  • Lemas dan mudah lelah.
  • Mual dan muntah.
  • Kejang.
  • Diare.
  • Sembelit.
  • Kram perut.
  • Kelemahan otot hingga tangan dan kaki jadi sulit digerakkan.
  • Sakit kepala.
  • Penurunan kesadaran, bahkan hingga tingkat koma.
  • Sensasi baal atau kesemutan. 

Diagnosis Gangguan Elektrolit

Dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan terkait keluhan yang dialami pengidap dan mencari kemungkinan penyebab gangguan elektrolit. Selain itu, pemeriksaan fisik menyeluruh, termasuk pemeriksaan saraf dan otot juga perlu dilakukan. 

Selanjutnya, untuk memastikan adanya gangguan elektrolit, dokter akan meminta pengidap melakukan pemeriksaan darah dengan melihat kadar masing-masing elektrolit di dalam darah.

Jika diduga gangguan elektrolit dapat menyebabkan gangguan irama jantung, pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) perlu dilakukan untuk merekam irama jantung. Bila gangguan elektrolit diduga terjadi akibat gangguan ginjal, maka pemeriksaan fungsi ginjal, seperti ureum, kreatinin, dan BUN (blood urea nitrogen) juga akan dilakukan.

Pengobatan Gangguan Elektrolit

Pengobatan pada pengidap gangguan elektrolit tergantung pada jenis gangguan yang dialami. Namun, hal yang paling utama, tujuan pengobatan adalah untuk mengembalikan keseimbangan kadar elektrolit dalam tubuh.

Pemberian cairan infus dengan kandungan natrium klorida bisa membantu mengembalikan cairan tubuh dan elektrolit yang hilang akibat diare atau muntah. Selain melalui infus, suplemen yang mengandung elektrolit yang dibutuhkan dapat diberikan untuk meningkatkan elektrolit yang rendah.

Terkadang orang yang mengidap penyakit ini membutuhkan obat-obatan untuk mengurangi jumlah elektrolit berlebih di dalam darah, misalnya diberikan insulin saat terjadi hiperkalemia. Namun, hal yang paling penting adalah mengatasi penyebab dari gangguan elektrolit itu sendiri.

Jika kondisi pasien tidak membaik, beberapa kondisi gangguan elektrolit membutuhkan tindakan khusus, seperti hemodialisis (cuci darah), untuk mengatasi kelebihan kalium dalam darah.

Komplikasi Gangguan Elektrolit

Komplikasi gangguan elektrolit yang dapat terjadi, antara lain:

  • Tubuh yang mengalami kekurangan natrium, klorida, dan magnesium akan mengalami gangguan fungsi pada jantung dan paru-paru.
  • Ketidakseimbangan elektrolit juga akan memengaruhi metabolisme dan kebugaran tubuh seseorang. Lebih parahnya lagi, kadar magnesium yang rendah dapat mengancam keselamatan jiwa.

Pencegahan Gangguan Elektrolit

Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah gangguan elektrolit, antara lain: 

  • Jika warna air seni sudah pekat, berarti perlu minum lebih banyak air putih.
  • Saat berolahraga lebih dari 30 menit, harus meminum minuman yang mengandung elektrolit dan karbohidrat.
  • Minum air putih yang cukup setiap harinya. Seseorang dianjurkan untuk mengonsumsi delapan gelas air putih setiap harinya.
  • Konsumsilah buah-buah segar dan sayur-sayuran, sebab kedua makanan tersebut adalah sumber terbaik untuk menggantikan natrium dan kalium dalam tubuh.
  • Minumlah saat kamu merasa haus, jangan merasa kalau kamu harus terus-menerus mengisi kembali cairan.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu merasakan sejumlah gejala dari gangguan elektrolit seperti mual dan muntah, atau diare, segeralah memeriksakan diri ke dokter. Hal ini bertujuan agar penanganan dapat segera dilakukan. Sebab, jika dibiarkan terlalu lama, gangguan elektrolit dapat mengganggu komponen elektrolit lainnya yang bisa berakibat fatal pada kesehatan tubuh. 

Nah, melalui aplikasi Halodoc, kamu bisa membuat janji rumah sakit dengan dokter pilihanmu. Tentunya tanpa perlu mengantre atau menunggu berlama-lama. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang juga! 

Referensi:

Healthline. Diakses pada 2022. All About Electrolyte Disorders.
Healthline. Diakses pada 2022. How to Prevent an Electrolyte Imbalance. 
Chemocare. Diakses pada 2022. Electrolyte Imbalance. 
Medical News Today. Diakses pada 2022. Electrolytes: Uses, imbalance, and supplementation
WebMD. Diakses pada 2022. What Is an Electrolyte Imbalance?

Diperbarui pada 12 April 2022.