Gangguan Elektrolit

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Gangguan Elektrolit

Gangguan elektrolit adalah kondisi saat kadar elektrolit di dalam tubuh seseorang menjadi tidak seimbang, baik terlalu tinggi atau terlalu rendah. Kondisi kadar elektrolit yang tidak seimbang ini dapat menimbulkan berbagai gangguan pada fungsi organ di dalam tubuh. Bahkan pada kasus yang cukup berat, kondisi ini bisa menyebabkan kejang, koma, bahkan gagal jantung.

 

Faktor Risiko Gangguan Elektrolit

Gangguan elektrolit bisa menyerang siapa saja, tetapi orang dengan kondisi di bawah ini lebih rentan untuk mengalaminya, antara lain:

  • Gangguan makan, seperti anoreksia atau bulimia.

  • Gangguan tiroid dan paratiroid.

  • Gangguan kelenjar adrenal.

  • Gagal jantung.

  • Kecanduan alkohol.

  • Luka bakar.

  • Penyakit ginjal.

  • Patah tulang.

  • Sirosis.

Baca juga: Waspada, Kekurangan Elektrolit dalam Tubuh Sebabkan Nyeri Otot

 

Penyebab Gangguan Elektrolit

Biasanya, seseorang akan kehilangan mineral setiap harinya. Sejumlah kecil hilang setiap kali seseorang pergi ke kamar mandi atau berkeringat terlalu banyak. Namun, hal ini tidak akan menimbulkan masalah karena mineral yang hilang bisa dengan mudah diganti. Caranya adalah dengan meminum cairan dan makan makanan yang mengandung mineral tersebut.

Masalahnya timbul saat tubuh tidak bisa mengganti mineral yang hilang lebih cepat daripada saat tubuh kehilangan mineral. Contohnya, ketika seseorang kehilangan banyak darah akibat luka traumatis. Hal ini juga bisa terjadi jika organ tubuh tidak bekerja dengan benar karena penyakit tertentu, seperti jenis kanker dan penyakit ginjal kronis

Kemungkinan penyebab lainnya, seperti:

  • Penyalahgunaan alkohol.

  • Pola makan buruk yang rendah nutrisi dan mineral.

  • Penyakit yang menyebabkan diare, muntah, dan demam.

  • Ketidakmampuan menyerap nutrisi dari makanan karena masalah pencernaan.

  • Meminum obat tertentu untuk pengobatan penyakit tertentu.

 

Gejala Gangguan Elektrolit

Gejala gangguan elektrolit bisa berbeda-beda pada setiap orang dan tergantung pada seberapa berat gangguan yang dialami. Jika kadar elektrolit hanya meningkat atau berkurang sedikit dari kondisi normal, biasanya pengidapnya tidak akan merasakan gejala apapun. Namun, bila kadarnya berubah cukup signifikan, maka berbagai gejala dapat terjadi.

Tidak semua jenis gangguan elektrolit menimbulkan gejala yang sama, tetapi umumnya banyak gejala serupa yang terjadi, seperti:

  • Gangguan irama jantung yang dapat berupa denyut jantung terlalu lambat (bradikardia), denyut jantung terlalu cepat (takikardia), ataupun denyut jantung tidak teratur.

  • Lemas dan mudah lelah.

  • Mual dan muntah.

  • Kejang.

  • Diare.

  • Sembelit.

  • Kram perut.

  • Kelemahan otot hingga tangan dan kaki jadi sulit digerakkan.

  • Sakit kepala.

  • Penurunan kesadaran, bahkan hingga tingkat koma.

  • Baal atau kesemutan.

Baca juga: Menjaga Asupan Cairan Tubuh Bisa Mencegah Hiponatremia

 

Diagnosis Gangguan Elektrolit

Dokter akan melakukan wawancara terkait keluhan yang dialami pengidap dan mencari kemungkinan penyebab gangguan elektrolit. Selain itu, pemeriksaan fisik menyeluruh, termasuk pemeriksaan saraf dan otot juga perlu dilakukan. Selanjutnya, untuk memastikan adanya gangguan elektrolit, dokter akan meminta pengidap melakukan pemeriksaan darah dengan melihat kadar masing-masing elektrolit di dalam darah.

Jika diduga gangguan elektrolit dapat menyebabkan gangguan irama jantung, pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) perlu dilakukan untuk merekam irama jantung. Bila gangguan elektrolit diduga terjadi akibat gangguan ginjal, maka pemeriksaan fungsi ginjal, seperti ureum, kreatinin, dan BUN (blood urea nitrogen) juga akan dilakukan.

 

Komplikasi Gangguan Elektrolit

Komplikasi gangguan elektrolit yang dapat terjadi, antara lain:

  • Tubuh yang mengalami kekurangan natrium, klorida, dan magnesium akan mengalami gangguan fungsi pada jantung dan paru-paru.

  • Ketidakseimbangan elektrolit juga akan memengaruhi metabolisme dan kebugaran tubuh seseorang. Lebih parahnya lagi, kadar magnesium yang rendah dapat mengancam keselamatan jiwa.

 

Pengobatan Gangguan Elektrolit

Pengobatan pada pengidap gangguan elektrolit tergantung pada jenis gangguan yang dialami. Namun, hal yang paling utama, tujuan pengobatan adalah untuk mengembalikan keseimbangan kadar elektrolit dalam tubuh.

Pemberian cairan infus dengan kandungan natrium klorida bisa membantu mengembalikan cairan tubuh dan elektrolit yang hilang akibat diare atau muntah. Selain melalui infus, suplemen yang mengandung elektrolit yang dibutuhkan dapat diberikan untuk meningkatkan elektrolit yang rendah. Terkadang orang yang mengidap penyakit ini membutuhkan obat-obatan untuk mengurangi jumlah elektrolit berlebih di dalam darah, misalnya diberikan insulin saat terjadi hiperkalemia. Namun, hal yang paling penting adalah mengatasi penyebab dari gangguan elektrolit itu sendiri.

Jika kondisi pasien tidak membaik, beberapa kondisi gangguan elektrolit membutuhkan tindakan khusus, seperti hemodialisis (cuci darah), untuk mengatasi kelebihan kalium dalam darah.

Baca juga: Kenali Prosedur Diagnosis Hiponatremia

 

Pencegahan Gangguan Elektrolit

Pencegahan yang dapat dilakukan untuk mencegah gangguan elektrolit, antara lain:

  • Kalau warna air seni sudah pekat, berarti perlu minum lebih banyak air putih.

  • Saat berolahraga lebih dari 30 menit, harus meminum minuman yang mengandung elektrolit dan karbohidrat.

  • Minum air putih yang cukup setiap harinya. Seseorang dianjurkan untuk meminum 8 gelas air putih per harinya.

  • Konsumsilah buah-buah segar dan sayur-sayuran, sebab kedua makanan tersebut adalah sumber terbaik untuk menggantikan natrium dan kalium dalam tubuh.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika salah satu keluhan ini terjadi, penanganan segera perlu dilakukan. Jika dibiarkan terlalu lama, gangguan elektrolit dapat mengganggu komponen elektrolit lainnya yang bisa berakibat fatal.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. All About Electrolyte Disorders.
Chemocare. Electrolyte Imbalance . Diakses pada 2019.
Medical News Today. Diakses pada 2019. Electrolytes: Uses, imbalance, and supplementation

Diperbarui pada 5 September 2019