16 April 2019

Waspada, Kekurangan Elektrolit dalam Tubuh Sebabkan Nyeri Otot

Waspada, Kekurangan Elektrolit dalam Tubuh Sebabkan Nyeri Otot

Halodoc, Jakarta – Elektrolit adalah nutrisi tertentu (atau bahan kimia) yang ada dalam tubuh yang memiliki banyak fungsi penting mulai dari mengatur detak jantung, hingga membiarkan otot berkontraksi, sehingga kamu dapat bergerak.

Elektrolit utama yang ditemukan dalam tubuh, termasuk kalsium, magnesium, kalium, natrium, fosfat, dan klorida. Karena nutrisi penting ini membantu merangsang saraf di seluruh tubuh dan menyeimbangkan kadar cairan, dan ketidakseimbangan elektrolit dapat menyebabkan berbagai gejala negatif serius, termasuk beberapa yang berpotensi mematikan.

Kamu mendapatkan elektrolit melalui makan-makanan yang berbeda dan minum cairan tertentu, sedangkan kehilangan sebagian karena olahraga, berkeringat, pergi ke kamar mandi, dan buang air kecil. Inilah sebabnya mengapa pola makan yang buruk, terlalu sedikit atau terlalu banyak berolahraga, dan menjadi sakit adalah beberapa kemungkinan penyebab ketidakseimbangan elektrolit.

Baca juga: 5 Peranan Penting Elektrolit Bagi Tubuh yang Wajib Diketahui

Karena elektrolit memiliki begitu banyak peran berbeda di dalam tubuh, ketidakseimbangan biasanya menyebabkan perubahan yang nyata tergantung dari jenis yang kamu alami, di mana sejumlah gejala dapat terjadi, termasuk:

  • Nyeri otot, kejang, kedutan, dan kelemahan

  • Kegelisahan

  • Sering sakit kepala

  • Sangat haus sekali

  • Insomnia

  • Demam

  • Debar jantung atau detak jantung tidak teratur

  • Masalah pencernaan, seperti kram, sembelit atau diare

  • Kebingungan dan kesulitan berkonsentrasi

  • Gangguan tulang

  • Nyeri sendi

  • Tekanan darah berubah

  • Perubahan nafsu makan atau berat badan

  • Kelelahan (termasuk sindrom kelelahan kronis)

  • Mati rasa dan nyeri pada persendian

  • Pusing, terutama ketika berdiri tiba-tiba.

Mengobati ketidakseimbangan elektrolit melibatkan mengembalikan level jika levelnya terlalu rendah atau mengurangi konsentrasi yang terlalu tinggi. Jika kadarnya terlalu tinggi, perawatan akan tergantung pada penyebab kelebihannya.

Kadar rendah biasanya diobati dengan menambah elektrolit yang dibutuhkan. Berbagai suplemen elektrolit tersedia untuk dibeli secara langsung. Jenis perawatan juga akan tergantung pada tingkat keparahan ketidakseimbangan.

Baca juga: 8 Manfaat Jeruk, Buah Kaya Vitamin C

Kadang-kadang aman untuk tingkat elektrolit individu untuk diisi ulang dari waktu ke waktu tanpa pemantauan yang berkelanjutan. Namun, gejalanya kadang-kadang bisa parah, dan seseorang mungkin perlu dirawat di rumah sakit dan dipantau selama perawatan.

Beberapa penyebab kekurangan elektrolit, seperti penyakit ginjal, tidak dapat dicegah. Namun, diet yang dikelola dengan baik dapat membantu mengurangi risiko kekurangan. Mengonsumsi minuman olahraga dalam jumlah sedang setelah aktivitas fisik atau olahraga dapat membantu membatasi dampak kehilangan elektrolit dalam keringat.

Penting untuk diingat berapa banyak masing-masing elektrolit disediakan dalam sumber makanan. Suplemen juga merupakan pilihan untuk mengelola elektrolit tingkat rendah. Sebagai contoh, orang dewasa yang lebih tua sering tidak mengkonsumsi cukup potasium, dan kadarnya juga dapat dikurangi dengan perawatan dengan kortikosteroid atau obat diuretik. Dalam hal ini, tablet kalium dapat meningkatkan konsentrasi dalam darah.

Baca juga: 3 Jenis Dehidrasi pada Anak Diare

Minuman dengan elektrolit dapat membantu mengisi kembali elektrolit yang hilang, tapi mengonsumsinya terlalu sering dapat menyebabkan kelebihan. Banyak juga yang mengandung kadar gula tinggi. Penting untuk mengikuti setiap aturan suplementasi elektrolit yang disarankan secara berkelanjutan dan untuk mengikuti rencana perawatan yang disarankan.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai bahaya kekurangan elektrolit dalam tubuh, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.