Alami Inkompatibilitas ABO, Apakah Berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Alami Inkompatibilitas ABO, Apakah Berbahaya?

Halodoc, Jakarta - Sebelum mendonorkan darah atau menerima darah, biasanya kamu diminta untuk melakukan tes golongan darah. Bukan tanpa alasan, pemeriksaan golongan darah ini tidak hanya membantu mengetahui apa sebenarnya golongan darah kamu, tetapi juga mencegah inkompatibilitas ABO, kondisi yang terjadi ketika penerima darah memiliki golongan darah yang berbeda dengan pendonor. 

Jangan anggap remeh, karena inkompatibilitas ABO termasuk kondisi berbahaya dan harus mendapatkan penanganan. Pasalnya, komplikasi yang ditimbulkan dari kelainan darah terbilang membahayakan, seperti terjadinya penggumpalan darah, penurunan tekanan darah, dan gagal jantung. Kondisi ini jarang terjadi, tetapi mungkin dialami oleh ibu yang hamil. Inilah mengapa pemeriksaan golongan darah ketika hamil sangat penting. 

Sebenarnya, Apa yang Menyebabkan Seseorang Alami Inkompatibilitas ABO?

Ada empat jenis golongan darah yang dimiliki manusia, yaitu A, B, O, dan AB. Masing-masing memiliki protein yang berbeda yang terkandung dalam sel darah. Secara sederhana, inkompatibilitas ABO terjadi ketika seseorang penerima darah menerima transfusi darah yang berbeda dengan golongan darah yang dimilikinya. 

Baca juga: Inkompatibilitas ABO Dapat Sebabkan 3 Komplikasi Ini

Perbedaan golongan darah ketika transfusi ini menyebabkan imunitas tubuh menolak sel yang terkandung pada darah baru yang ditransfusikan. Imunitas tubuh menganggap sel ini adalah zat asing yang membahayakan. Tidak hanya ketika transfusi darah, inkompatibilitas ABO bisa terjadi ketika proses transplantasi organ dari seseorang ke orang lain dengan golongan darah yang berbeda. 

Bagaimana mengenali gejalanya? Penyakit kuning adalah gejala paling umum yang muncul ketika seseorang mengalami inkompatibilitas ABO. Memang, penyakit kuning bisa menjadi indikasi penyakit lain, oleh karena itu kamu perlu mengenali gejala lain yang turut muncul ketika kelainan darah ini terjadi. Beberapa di antaranya adalah demam, sesak napas, mual dan muntah, nyeri otot, keluarnya urin bercampur darah, nyeri di punggung, dada, dan perut, dan infeksi atau pembengkakan pada area suntik transfusi. 

Baca juga: Cara Atasi Inkompatibilitas ABO Berdasarkan Gejalanya

Jika kamu merasakan gejala tersebut, kamu harus segera memeriksakan diri ke dokter supaya bisa segera mendapatkan penanganan. Kamu bisa buat janji langsung di rumah sakit tanpa perlu menunggu lama. Pengobatan dini dan penanganan yang tepat bisa mencegah terjadinya komplikasi yang membahayakan. 

Bagaimana Pengobatan dan Pencegahannya?

Tidak semua inkompatibilitas ABO yang menimbulkan reaksi penyakit kuning membutuhkan penanganan serius. Penyakit kuning juga bisa diatasi dengan memperbaiki pola makan, biasanya dokter akan menganjurkan untuk menambah porsinya. Aktivitas ini memicu kerja usus sehingga bilirubin bisa segera dikeluarkan dari tubuh. Sementara penanganan yang lebih intensif dilakukan jika kadar bilirubin dalam darah sudah sangat berlebihan. 

Penanganan harus didasarkan pada gejala, kondisi kesehatan, dan tingkat keparahan inkompatibilitas ABO yang dialami seseorang. Penggunaan obat-obatan tanpa resep atau petunjuk dokter sangat tidak dianjurkan, karena bisa memicu kondisi yang lebih buruk lagi. Jadi, selalu tanyakan terlebih dahulu pada dokter. Lebih mudah jika kamu pakai aplikasi Halodoc melalui fitur Tanya Dokter

Pencegahan inkompatibilitas ABO dilakukan dengan penerapan standar pemeriksaan darah untuk mendapatkan kecocokan golongan darah antara pendonor dan penerima darah. Sebelum darah ditransfusikan, pemeriksaan ulang perlu dilakukan untuk memastikan apakah memang sudah sesuai dengan kebutuhan. Tidak hanya ketika transfusi, pemeriksaan ulang juga dianjurkan sebelum melakukan transplantasi organ. 

Baca juga: 2 Tes Medis untuk Diagnosis Inkompatibilitas ABO

Referensi: 
Mayo Clinic. 2019. Medical Departements & Centers. Kidney Transplant Program.
Verywell. 2019. Why A Baby’s Blood Type doesn’t Match His Mom?
Healthline. 2019. ABO Incompatibility Reaction.