• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Alami Serangan Jantung, Haruskah Lakukan Kateterisasi?

Alami Serangan Jantung, Haruskah Lakukan Kateterisasi?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Katerisasi merupakan satu tindakan medis yang bisa dilakukan untuk mengetahui kondisi hingga mengatasi penyakit jantung. Pada sebagian besar serangan jantung, kateterisasi sering disarankan dan dilakukan untuk mencegah kondisi memburuk. Namun, apakah setiap orang yang mengalami serangan jantung harus melakukan kateterisasi? 

Dokter biasanya akan menyarankan tindakan medis yang satu ini untuk mengatasi masalah jantung. Namun, semua keputusan akan dikembalikan pada pasien serta dilakukan pertimbangan kondisi tubuh dan keparahan serangan jantung yang terjadi. Namun perlu diingat, serangan jantung adalah kondisi gawat darurat medis dan perlu segera mendapat penanganan. 

Manfaat Kateterisasi Jantung 

Kateterisasi jantung dilakukan dengan tujuan mendeteksi kondisi jantung dan mengatasi gangguan yang terjadi pada organ tersebut. Prosedur ini dilakukan dengan menggunakan sebuah alat yang bernama kateter, yaitu alat yang menyerupai selang tipis dan berukuran panjang. Alat ini nantinya akan dimasukkan ke pembuluh darah dan diarahkan menuju jantung. 

Prosedur ini dilakukan oleh dokter jantung. Kateterisasi bisa dilakukan pada kondisi serangan jantung. Serangan jantung terjadi ketika otot jantung tidak mendapat aliran darah yang cukup. 

Saat hal ini terjadi, fungsi organ jantung dalam mengalirkan darah ke seluruh tubuh akan terhambat. Selain serangan jantung yang terjadi mendadak, ada gangguan lain yang mungkin muncul pada organ tersebut. 

Untuk menentukan hal itulah seseorang perlu melakukan kateterisasi. Prosedur kateterisasi jantung dapat dilakukan untuk mengambil sampel jaringan otot jantung atau untuk melakukan bedah kecil. Selain itu, kateterisasi jantung dapat dilakukan, baik untuk keperluan diagnosis maupun tindakan pengobatan penyakit jantung. 

Ada beberapa jenis gangguan jantung yang bisa diobati melalui tindakan ini. Kateterisasi dijalani sebelum dokter melakukan angioplasti, yaitu pelebaran pembuluh darah yang mengalami sumbatan dengan menggunakan balon. Prosedur ini juga bisa dilakukan bersamaan dengan pemasangan stent atau ring pada pengidap penyakit jantung.

Kateterisasi juga bisa dilakukan untuk memperbaiki otot jantung yang mengalami penebalan abnormal. Penebalan abnormal jantung sering ditemukan pada pengidap penyakit hypertrophic obstructive cardiomyopathy. Kateterisasi juga bisa membantu memperbaiki katup jantung atau menggantinya dengan katup buatan.

Waspadai Penyebab Munculnya Serangan Jantung 

Penyebab utama serangan jantung adalah terhambatnya aliran darah ke otot jantung. Penyakit jantung koroner menjadi penyebab tersering serangan jantung muncul. 

Kondisi ini terjadi karena tersumbatnya pembuluh darah yang bertugas memasok darah ke jantung atau pembuluh darah koroner. Penumpukan kolesterol yang membentuk plak pada dinding pembuluh darah bisa menjadi pemicu penyakit ini. 

Baca juga: Perbedaaan Serangan Jantung dan Gagal Jantung

Serangan jantung terjadi karena pasokan darah ke otot jantung mengalami gangguan. Padahal, organ vital yang satu ini secara konstan membutuhkan pasokan darah yang mengandung oksigen. Proses penting jantung dalam memompa dan mengalirkan darah ke seluruh tubuh akan mengalami gangguan saat pasokan darah tidak mencukupi yang pada akhirnya bisa memicu kerusakan pada jantung. 

Saat jantung tidak mendapat pasokan darah yang cukup, otot-otot jantung mengalami kerusakan dan tidak bisa lagi mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Nah, kondisi ini yang bisa memicu terjadinya serangan jantung mendadak. 

Beberapa gejala yang muncul sebagai tanda penyakit ini adalah nyeri di dada yang menyebar ke daerah leher, rahang, lengan, atau punggung. Kondisi ini juga memicu gejala sesak napas, keringat dingin, pusing, gangguan pencernaan, hingga penurunan kesadaran.

Baca juga: Gejala Serangan Jantung pada Pria dan Wanita, Apa Bedanya?

Cari tahu lebih lanjut seputar serangan jantung dan pentingnya kateterisasi dengan bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc di App Store dan Google Play! 

Referensi:
American Heart Association. Diakses pada 2020. About Heart Attacks.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Heart Attack.
Web MD. Diakses pada 2020. Heart Disease and Cardiac Catheterization.
Healthline. Diakses pada 2020. Cardiac Catheterization.