Alami Vaginismus, Ini Cara agar Tetap Mesra dengan Pasangan

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Alami Vaginismus, Ini Cara agar Tetap Mesra dengan Pasangan

Halodoc, Jakarta - Hubungan intim haruslah menyenangkan bagi kedua belah pihak, baik suami maupun istri. Namun, jika sang istri mengidap vaginismus, hubungan intim bisa menjadi hal yang menyakitkan. Vaginismus adalah kondisi medis ketika Miss V mengalami pengencangan otot-otot secara tidak sadar, ketika ada upaya untuk penetrasi dalam berhubungan atau bahkan ketika akan memasukkan sesuatu ke dalamnya. 

Ketika mengalami kondisi ini, seorang wanita bisa merasakan berbagai gejala, tergantung tingkat keparahannya. Mulai dari rasa sakit saat penetrasi ketika berhubungan intim, hingga saat memasang tampon. Pada kasus yang parah, wanita yang mengidap vaginismus bisa mengalami sesak napas dan kejang otot karena ketakutan saat penetrasi. 

Vaginismus dapat disebabkan oleh banyak faktor (multifaktorial). Namun, kondisi ini umumnya disebabkan oleh gangguan psikoseksual, trauma pelecehan, kekerasan dalam rumah tangga, pernah melihat pemerkosaan, atau aborsi. 

Baca juga: 3 Disfungsi Seksual yang Rentan Dialami Wanita

Suami Harus Apa?

Ketika istri mengidap vaginismus, apa yang perlu dilakukan suami agar bisa tetap menjaga kemesraan? Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan:

1. Temani Konsultasi ke Dokter

Seperti telah disebutkan tadi, vaginismus dapat disebabkan karena kecemasan dan insiden traumatis, seperti pemerkosaan atau riwayat pelecehan seksual. Selain itu pemicu emosional, kondisi tertentu seperti infeksi saluran kemih (ISK), menopause, atau efek samping dari obat tertentu juga bisa menjadi penyebab istri mengalami vaginismus. Jika istri menghindari berhubungan intim atau mengeluh sakit, ajak dan temani ia untuk berkonsultasi ke dokter.

2. Sabar dan Jangan Buat Istri Merasa Bersalah

Meski merasa frustasi, suami perlu membangun kesabaran sekokoh mungkin, jika ingin mempertahankan hubungan dengan pasangan. Jangan tunjukkan rasa frustasi atau terus bertanya kapan istri siap, karena itu hanya akan membuat ia merasa bersalah dan semakin depresi. 

Pengobatan vaginismus bisa lama dan tidak bisa disebutkan, proses yang sulit, dan menegangkan. Oleh karena itu, bersabarlah dan jangan mencoba untuk memaksa atau menekan istri ke dalam hubungan intim sebelum ia benar-benar siap. Tunjukkan betapa kamu menyayanginya seperti apapun keadaannya. Hal ini mungkin saja akan membantu penyembuhan. 

Baca juga: Ketahui 4 Penyebab Timbulnya Rasa Sakit Saat Berhubungan Intim

3. Jangan Hilangkan Kebiasaan Mesra

Sulit berhubungan intim dengan istri bukan menjadi alasan untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan kebiasaan mesra yang sering dilakukan sebelumnya. Meski tidak bisa melakukan penetrasi, cobalah melakukan hubungan intim dengan berbagai variasi lain. Misalnya dengan meningkatkan foreplay, saling membelai tubuh, atau melakukan seks oral. Namun ingat, jangan menggertak atau memaksa jika ia sedang tidak mood.

4. Jangan Sakit Hati Jika Istri Menolak Berhubungan

Hal ini penting untuk diingat, karena kondisi dan keengganan istri untuk melakukan hubungan intim tidak berkaitan dengan kecintaan pada sang suami. Ketika istri menolak untuk berhubungan dan jauh dari keintiman, jangan sakit hati. Pahamilah, karena ia sedang mengidap kondisi medis yang perlu dirawat.

Ketika istri mengalami vaginismus, ingatlah, bahwa kondisi ini dapat diobati oleh seksolog, psikolog, atau psikiater, dengan bantuan konseling dan psikoterapi. Hal yang perlu dilakukan sebagai pasangan adalah bersabar, mendukung penuh, dan membuat istri selalu merasa dicintai.

5. Bantu Istri Gunakan Dilator

Untuk mengatasi vaginismus, dokter biasanya akan menyarankan untuk menggunakan dilator Miss V. Alat berbentuk kerucut ini digunakan dengan cara ditempatkan pada Miss V. Dilator kemudian lama-kelamaan menjadi semakin besar, dan membantu otot-otot Miss V Meregang dan menjadi elastis. 

Baca juga: Cara Menjaga Stamina Seks meskipun Sudah Lama Menikah

Untuk meningkatkan keintiman, bantu istri untuk memasang atau memasukkan dilator ke dalam Miss V. Umumnya, penggunaan dilator akan dilakukan setelah sesi terapi dan konseling untuk mengobati vaginismus sudah dilewati. Namun, penggunaan alat ini tetap harus dalam pengawasan terapis profesional.

Itulah sedikit penjelasan tentang cara tetap mesra dengan pasangan yang mengidap vaginismus. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Talk to a Doctor, ya. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!