• Home
  • /
  • Ini Alasan Hipotermia Bisa Berakibat Fatal

Ini Alasan Hipotermia Bisa Berakibat Fatal

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Ini Alasan Hipotermia Bisa Berakibat Fatal

Halodoc, Jakarta - Hipotermia adalah sebutan untuk kondisi darurat medis yang terjadi saat tubuh kehilangan panas lebih cepat daripada kemampuannya menghasilkan panas. Alhasil, suhu tubuh menjadi sangat rendah. Suhu normal tubuh manusia adalah 37 derajat Celcius. Ketika mengalami hipotermia, suhu tubuh menurun hingga di bawah 35 derajat Celcius. Kondisi ini disebut darurat karena saat suhu tubuh seseorang turun, jantung, sistem saraf, dan organ lainnya tidak dapat bekerja secara normal.

Jika tidak diobati, hipotermia bisa menyebabkan gagal total jantung dan sistem pernapasan dan akhirnya berakibat fatal. Hipotermia sering disebabkan oleh paparan cuaca dingin atau perendaman dalam air dingin. Perawatan utama untuk hipotermia adalah berbagai metode untuk menghangatkan tubuh agar kembali ke suhu normal.

Baca juga: Ini 3 Fase Hipotermia yang Bisa Berakibat Fatal

Waspada Jika Tubuh Mulai Menggigil 

Menggigil kemungkinan adalah gejala hipotermia pertama yang dialami jika suhu mulai turun. Hal ini terjadi sebagai langkah pertahanan otomatis tubuh terhadap suhu dingin untuk bisa menghangatkan diri. Sementara itu, tanda dan gejala hipotermia lainnya meliputi:

  • Bicara cadel atau bergumam;

  • Napas lambat dan dangkal;

  • Denyut nadi lemah;

  • Kecanggungan atau kurangnya koordinasi gerak tubuh;

  • Mengantuk atau energi yang sangat rendah;

  • Kebingungan atau kehilangan memori;

  • Hilang kesadaran;

  • Kulit merah cerah dan dingin (pada bayi).

Seseorang dengan hipotermia biasanya tidak menyadari kondisinya karena gejalanya sering dimulai secara bertahap. Oleh karena itu, jika kamu mengalami beberapa gejala di atas, segera periksakan diri ke rumah sakit terdekat. Kamu pun bisa buat janji dokter langsung dengan aplikasi Halodoc supaya bisa lebih praktis. 

Baca juga: Jangan Disepelekan, Kenali Komplikasi Akibat Hipotermia

Langkah Pertama untuk Atasi Hipotermia

Hipotermia adalah keadaan darurat medis dan kamu harus menghubungi rumah sakit jika seseorang mengalaminya. Tujuan dari perawatan hipotermia adalah untuk meningkatkan suhu tubuh ke kisaran normal. Sambil menunggu perawatan darurat, orang yang terkena dampak atau pengasuh mereka dapat mengambil beberapa langkah untuk memperbaiki situasi:

  • Tangani orang tersebut dengan hati-hati. Tangani orang yang alami hipotermia dengan hati-hati. Jangan memijat mereka untuk mengembalikan aliran darah. Setiap gerakan yang kuat atau berlebihan dapat menyebabkan henti jantung. Pindahkan atau lindungi mereka dari dingin.

  • Lepaskan pakaian basah yang dikenakan. Segera lepaskan pakaian basah orang tersebut. Jika perlu, potong atau robek untuk menghindari ia bergerak. Tutupi mereka dengan selimut hangat, termasuk wajah mereka, tetapi tidak dengan mulut mereka. Jika selimut tidak tersedia, gunakan panas tubuh untuk menghangatkannya. Jika mereka sadar, coba berikan minuman hangat atau sup untuk membantu meningkatkan suhu tubuh.

  • Berikan kompres hangat. Berikan kompres hangat (bukan panas) seperti botol air hangat atau handuk hangat. Hanya oleskan kompres ke dada, leher, atau pangkal paha. Jangan berikan kompres ke lengan atau kaki, dan jangan gunakan bantal pemanas atau lampu panas. Menerapkan kompres ke daerah-daerah ini mendorong darah dingin kembali ke jantung, paru-paru, dan otak, yang bisa berakibat fatal. Suhu yang terlalu panas dapat membakar kulit atau menyebabkan henti jantung.

  • Pantau pernapasan orang tersebut. Pantau pernapasan pengidap hipotermia, jika pernapasan mereka tampaknya lambat, atau jika mereka kehilangan kesadaran, lakukan CPR oleh mereka yang sudah terlatih melakukannya. 

Baca juga: Hindari Hal Ini saat Mengatasi Hipotermia

Perawatan Medis Atasi Hipotermia

Hipotermia yang parah secara medis dirawat dengan cairan hangat, sering salin, disuntikkan ke dalam vena. Seorang dokter akan mempersenjatai kembali darah, suatu prosedur di mana mereka mengambil darah, menghangatkannya, dan kemudian memasukkannya kembali ke dalam tubuh.

Penghangatan jalan nafas juga bisa dilakukan melalui masker dan tabung hidung. Menghangatkan perut melalui rongga lavage, atau pompa perut, di mana larutan garam hangat memompa ke dalam perut, juga bisa membantu.

Itulah beberapa informasi penting mengenai hipotermia. Jika kamu masih ingin mengetahuinya lebih lanjut, jangan lupa untuk segera menghubungi dokter di aplikasi Halodoc kapan saja dan di mana saja. Segera download aplikasinya!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Hypothermia.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Hypothermia.
Web MD. Diakses pada 2020. Hypothermia.