Ini Alasan Lansia Sering Kena Osteoporosis

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
osteoporosis, penyakit tulang, tulang keropos

Halodoc, Jakarta - Seseorang dengan usia lanjut biasanya akan mengalami masa pengeroposan tulang atau osteoporosis. Gejala pada pengidap osteoporosis tidak terlalu tampak. Karenanya, jika seseorang telah menginjak usia 40 tahun, mereka perlu waspada. Bahkan, seseorang bisa saja mengalami osteoporosis pada usia 35 tahun jika mereka tidak menjaga nutrisi dan kalsium dalam tubuh dengan baik.

Baca juga: Yuk, Kenalan Dengan Olahraga Pencegah Osteoporosis

Osteoporosis, Penyakit pada Orang yang Kekurangan Kalsium dalam Tubuh

Osteoporosis merupakan penyakit yang ditandai dengan penurunan kepadatan tulang. Tulang pada pengidap osteoporosis akan berpori-pori, sehingga tulang pengidapnya menjadi sangat rapuh. Semakin tua seseorang, semakin besar risiko mereka mengalami osteoporosis. Hal ini terjadi karena tubuh kekurangan asupan kalsium.

Kenali Gejala yang Akan Muncul pada Pengidap Osteoporosis

Pada tahap awal pengeroposan tulang, gejala belum dapat terlihat. Namun, ketika tulang melemah karena adanya pori-pori akibat osteoporosis, gejala baru akan muncul. Gejala dapat ditandai dengan postur tubuh membungkuk, nyeri punggung akibat retaknya tulang belakang, dan fraktur tulang.

Ini Alasan Lansia Sering Kena Osteoporosis

Tulang manusia beregenerasi dengan cepat dalam kondisi padat dan kuat. Nah, semakin bertambahnya usia, tulang yang lama dan tidak segera tergantikan dengan tulang yang baru tidak akan tumbuh. Kondisi inilah yang membuat tulang secara perlahan menjadi rapuh dari waktu ke waktu. Semakin bertambahnya usia, kepadatan tulang semakin berkurang, tulang menjadi keropos, dan lebih rentan mengalami keretakan.

Baca juga: 5 Olahraga yang Bisa Cegah Osteoporosis

Osteoporosis terjadi karena menurunnya kepadatan tulang seiring bertambahnya usia. Beberapa faktor yang bisa jadi pemicu terjadinya osteoporosis, antara lain:

  • Kurangnya asupan vitamin D dan kalsium dalam tubuh. Kurangnya kalsium dalam tubuh dapat menyebabkan berkurangnya kepadatan tulang.

  • Kurangnya hormon estrogen pada wanita dan hormon androgen pada pria.

  • Kurangnya latihan fisik yang berakibat berkurangnya kepadatan tulang.

Kamu juga dapat melakukan operasi gastrointestinal guna mengurangi bagian dari usus. Hal ini dilakukan guna membatasi jumlah luas permukaan usus dalam menyerap nutrisi, termasuk kalsium.

Langkah Pencegahan Osteoporosis

Beberapa langkah pencegahan yang dapat kamu lakukan guna mencegah terjadinya osteoporosis, antara lain:

  • Latihan fisik guna meningkatkan kepadatan tulang. Latihan fisik yang dapat kamu lakukan guna membantu mencegah osteoporosis adalah aktivitas menyangga beban.

  • Terapkan pola makan sehat dengan banyak konsumsi kandungan vitamin D. Seperti mengonsumsi suplemen vitamin D. Vitamin D penting dikonsumsi untuk penyerapan kalsium yang dibutuhkan untuk memperkuat gigi dan tulang.

  • Berhenti merokok dan konsumsi minuman beralkohol.

  • Berjemur di bawah paparan sinar matahari pagi sebelum jam 9. Paparan sinar matahari akan membantu tubuh memproduksi vitamin D secara alami. Setidaknya, usahakan 10 menit setiap hari untuk berjemur.

Kekuatan tulang memang ditentukan oleh faktor genetika dalam keluarga. Kendati demikian, kamu melakukan pencegahan dengan melakukan beberapa langkah di atas guna menghindari atau memperlambat terjadinya osteoporosis di kemudian hari. Selain melakukan beberapa langkah di atas, kamu bisa melakukan cek kesehatan rutin jika kamu telah memasuki fase awal menopause.

Baca juga: Banyak Macamnya, Ketahui 4 Jenis Osteoporosis Ini

Pengidap osteoporosis disarankan untuk berdiskusi dengan dokter sebelum melakukan aktivitas fisik guna memastikan apakah aktivitas tersebut tepat dilakukan dan tidak membahayakan kesehatan tulang. Untuk lebih jelasnya tentang penyakit ini, kamu bisa berdiskusi langsung dengan memilih dokter yang sesuai dengan kebutuhan kamu di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc. Untuk itu,  download aplikasinya segera!