05 July 2018

Kebotakan pada Pria, Penyakit atau Hormon?

kebotakan pada pria

Halodoc, Jakarta – Banyak rambut yang rontok setiap kali keramas atau menyisir rambut pasti membuat siapa saja yang mengalaminya jadi khawatir. Pasalnya, bila banyaknya rambut yang rontok tidak dibarengi dengan tumbuhnya rambut baru, maka lama kelamaan bisa menyebabkan kebotakan. Namun, kebotakan lebih sering dialami oleh pria dibandingkan wanita. Seiring bertambahnya usia, rambut pria akan cenderung menipis. Bahkan sejumlah pria sudah mengalami kebotakan sebelum waktunya.

Faktanya, 37 persen pria mulai mengalami kebotakan di usia 34 tahun dan sekitar 45 persen di usia 45 tahun. Faktor keturunan sering disalahkan atas kebotakan yang terjadi pada pria ini. Namun, masih ada faktor-faktor lainnya yang juga bisa memicu kebotakan rambut, seperti hormon atau karena adanya kondisi medis tertentu.

1. Faktor Genetik

Memang benar bahwa faktor keturunan berperan besar dalam menyebabkan terjadinya kebotakan baik pada pria maupun wanita. Jadi, bila kebanyakan pria di keluarga besar kamu rata-rata botak, tidak heran bila kamu pun juga lebih mudah mengalami kebotakan.

Faktor keturunan ditambah dengan pengaruh dari hormon androgen sering menyebabkan kebotakan pada pria dan wanita. Faktor penyebab ini disebut juga dengan androgenetik alopecia. Jadi, setiap rambut di kepala kamu memiliki siklusnya masing-masing, mulai dari rambut tumbuh, kemudian rontok, sampai akhirnya digantikan dengan rambut baru. Pada kondisi normal, folikel rambut yang rontok akan digantikan dengan rambut baru yang berukuran sama. Namun, pada kasus kebotakan wanita, folikel rambut menyusut, sehingga rambut baru yang tumbuh menjadi lebih tipis. Sedangkan pada pria, rambut baru yang tumbuh lebih pendek dan tipis. Folikel rambut yang kian menyusut menyebabkan siklus pertumbuhan rambut berakhir, sampai akhirnya tidak ada rambut baru lagi yang tumbuh.

Pola kebotakan yang terjadi pada pria dan pada wanita juga berbeda. Kebotakan pada pria ditandai dengan garis rambut di dahi yang semakin mundur, disertai dengan munculnya titik atau daerah lingkaran kebotakan kecil pada kulit kepala. Sedangkan pada wanita, kebotakan diawali dengan rambut yang makin menipis.

Faktor keturunan dapat mempengaruhi kapan kamu akan mengalami kebotakan dan seberapa parah kebotakan tersebut. Namun, pria biasanya mengalami kebotakan lebih cepat daripada wanita. Bahkan pria bisa saja sudah mengalami kebotakan di masa awal pubertas.

Baca juga: Fakta Tentang Rambut Rontok yang Harus Diketahui

2. Faktor Hormon

Penyebab lain kebotakan pria adalah karena terjadinya perubahan atau ketidakseimbangan hormon. Salah satu hormon yang mempengaruhi pertumbuhan rambut adalah hormon androgen atau hormon seks pria. Fungsi hormon ini adalah untuk mengatur pertumbuhan rambut. Menurut penelitian, salah satu pemicu terjadinya pola kebotakan pada pria adalah karena hormon androgen.

3. Penyakit

Rambut yang rontok dalam jumlah banyak dan secara tiba-tiba bisa juga menjadi pertanda adanya kondisi medis atau penyakit tertentu. Beberapa macam penyakit yang dapat menyebabkan rambut rontok hingga berujung pada kebotakan pada pria antara lain, anemia, penyakit autoimun, dan gangguan kelenjar tiroid.

Selain itu, rambut rontok juga bisa disebabkan karena sistem imun tubuh yang menyerang folikel rambut. Kondisi ini disebut juga dengan alopecia areata. Selain kebotakan berpola bulat, alopecia areata juga dapat menimbulkan kebotakan menyeluruh.

Stres yang berlebihan, penurunan berat badan yang drastis, trauma fisik setelah operasi atau sakit yang berkelanjutan dan mengonsumsi vitamin A terlalu banyak juga bisa menyebabkan rambut rontok dalam jumlah banyak. Namun, biasanya rambut rontok karena salah satu kondisi di atas hanya berlangsung selama beberapa minggu sampai 6 bulan saja.

Baca juga: Cara Mengobati Rambut Rontok Secara Alami

Kalau kamu khawatir dengan kerontokan rambut yang banyak dan tidak kunjung membaik, coba tanyakan saja pada dokter lewat aplikasi Halodoc. Kamu bisa curhat dan minta saran kesehatan pada dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.