Amankah Jalani Puasa bagi Pengidap Gagal Jantung?

amankah-jalani-puasa-bagi-pengidap-gagal-jantung-halodoc

Halodoc, Jakarta – Puasa adalah ibadah yang wajib dijalankan oleh setiap umat Islam di bulan Ramadan. Bagi orang yang memiliki tubuh yang sehat, menjalankan puasa memang tidak menjadi masalah. Namun, bagaimana dengan orang yang mengidap penyakit kronis, seperti gagal jantung?

Tidak boleh makan dan minum, termasuk minum obat selama belasan jam dikhawatirkan bisa memicu penyakit jantung kambuh bahkan memperparah keadaannya. Jadi, amankah bagi pengidap gagal jantung untuk menjalani puasa? Yuk, cari tahu jawabannya di sini.

Puasa Ternyata Aman Bagi Pengidap Gagal Jantung

Menurut penelitian yang dipresentasikan dalam 29th Annual Conference of the Saudi Heart Association (SHA29) di Arab Saudi, para ahli dari European Society of Cardiology (ECS) mengungkapkan bahwa pengidap penyakit kronis dibebaskan untuk menjalani puasa dan kebanyakan memilih untuk berpuasa.

Namun, demi keamanan dan kesehatan tubuh, pengidap gagal jantung dianjurkan untuk membatasi asupan cairan setiap hari, yaitu kurang dari dua liter, dan asupan sodium kurang dari 2500 miligram. Bila tidak mematuhi aturan tersebut, kondisi tubuh dipercaya bisa semakin memburuk. Apalagi di Arab Saudi, puasa biasanya berlangsung 15 hingga 16 jam.

Penelitian yang dilakukan pada tahun 2017 ini melibatkan 249 pengidap rawat jalan dari tiga klinik gagal jantung. Ada sebanyak 227 pengidap (91 persen) yang menjalani puasa selama bulan Ramadan. Hasilnya, sebanyak 209 pengidap di antaranya (92 persen) merasakan kondisi tubuh yang lebih baik dan gejala gagal jantungnya mereda, sedangkan pada 18 pengidap sisanya (8 persen) mengalami gejala gagal jantung yang semakin memburuk.

Gejala gagal jantung, di antaranya sesak napas, pembengkakan pada pergelangan kaki, dan kelelahan. Pengidap yang mengalami gejala yang semakin memburuk adalah mereka yang tidak mengikuti aturan pembatasan cairan dan garam selama berpuasa. Hal ini karena mengonsumsi asupan garam yang tinggi dan minum banyak cairan dalam waktu yang singkat bisa menyebabkan pergeseran cairan dalam tubuh.

Baca juga: 6 Bahaya Sering Mengonsumsi Makanan Asin

Jadi, puasa Ramadan untuk kebanyakan pengidap gagal jantung kronis sebenarnya aman dilakukan. Namun, sebaiknya bicarakan dulu dengan dokter sebelum memutuskan untuk berpuasa. Apabila dokter sudah memeriksa kondisi fisik kamu dan menyetujui keinginan kamu untuk berpuasa, kamu boleh menjalankannya. Namun, ingat juga untuk mematuhi anjuran dokter selama berpuasa.

Tips Sehat Puasa Bagi Pengidap Gagal Jantung

 

1. Bicarakan pada Dokter Mengenai Jadwal Minum Obat

 

Berpuasa tentu akan mengubah waktu makan dan minum, termasuk jadwal minum obat kamu. Karena itu, sebelum berpuasa, bicarakan dulu dengan dokter mengenai jadwal minum obat jantung yang baik. Selain itu, jangan mengurangi dosis obat sendiri tanpa sepengetahuan dokter.

Ada beberapa pengidap gagal jantung yang mengurangi obat yang bersifat diuretik dengan alasan takut kehausan selama berpuasa. Namun, hal ini bisa berakibat buruk pada kondisi pengidap nantinya.

Jadi, sangat penting bagi pengidap gagal jantung untuk mematuhi aturan dari dokter bila ingin menjalani puasa.

 

2. Istirahat yang Cukup

 

Selama berpuasa, pengidap gagal jantung juga perlu memerhatikan aktivitas yang dilakukan untuk mencegah terjadinya kontraksi pembuluh darah yang bisa menyebabkan pembekuan darah. Sebaiknya, hindari melakukan aktivitas fisik yang terlalu menguras tenaga dan jangan lupa untuk meluangkan waktu untuk beristirahat di tengah padatnya aktivitas kamu ya.

Baca juga: Tips Aman Berolahraga untuk Pengidap Penyakit Jantung

 

3. Rutin Cek Kesehatan Ke Dokter

 

Hal lainnya yang tidak kalah penting untuk dilakukan bagi pengidap gagal jantung selama berpuasa adalah rutin cek kesehatan ke dokter, terutama cek tekanan darah dan irama jantung. Ini bertujuan untuk memantau perkembangan kondisi kesehatan kamu.

Baca juga: Pengidap Hipertensi Boleh Puasa, Ini Manfaatnya

Nah, itulah tips-tips bagi kamu yang memiliki gagal jantung tapi ingin tetap menjalankan puasa. Kamu juga bisa memeriksa tekanan darah dalam tubuh dengan menggunakan aplikasi Halodoc, lho. Caranya praktis banget, tinggal pilih fitur Lab Service dan petugas lab akan datang ke rumahmu untuk memeriksa kesehatanmu. Jangan lupa download Halodoc juga ya di App Store dan Google Play sebagai teman penolong untuk menjaga kesehatan kamu selama berpuasa.