Bahayakah Anak Terlalu Banyak Makan Durian?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Anak terlalu banyak makan durian

Halodoc, Jakarta -  Memilih buah untuk Si Kecil memang tidak boleh sembarangan, meskipun pada dasarnya semua buah mengandung vitamin dan mineral. Bagaimana dengan durian? Apakah buah yang satu ini layak dikonsumsi oleh anak?

Baca juga: Beraroma Tajam, Ini Manfaat Durian bagi Tubuh

Apakah Berbahaya Jika Anak Terlalu Banyak Makan Durian?

Segala hal yang berlebihan tentu akan membahayakan. Jika durian dikonsumsi oleh Si Kecil saat mereka berusia 2-3 tahun, hal tersebut akan aman-aman saja. Pasalnya, Si Kecil baru dapat menerima makanan bertekstur saat usianya sudah memasuki usia 2 tahun.

Jika Si Kecil baru kali ini diperkenalkan dengan buah durian, ibu bisa memperkenalkan durian dengan porsi kecil dan tidak berlebihan. Namun, akan lebih baik jika hal ini didiskusikan terlebih dulu dengan dokter anak di aplikasi Halodoc untuk mendapatkan kejelasan perihal boleh atau tidak bolehnya.

Pasalnya, banyak berita tentang durian yang simpang siur beredar, seperti diperbolehkan memberi durian pada anak berusia di bawah 1 tahun karena kandungan serat yang tinggi pada durian. Tak hanya berserat tinggi, durian juga mengandung vitamin C dan beta-karoten, serta beberapa mineral penting bagi tubuh, seperti kalsium, fosfor, zat besi, natrium, dan kalium.

Meskipun ada beberapa jenis durian yang rasanya tidak terlalu manis, tetapi kandungan gula di dalamnya terbilang tinggi. Pasalnya, durian mengandung berbagai macam jenis gula sederhana, seperti sukrosa, fruktosa, dan glukosa yang dapat meningkatkan kadar gula darah pada Si Kecil. Jika durian dikonsumsi dalam porsi yang berlebihan, Si Kecil bisa saja berisiko mengalami obesitas.

Baca juga: Mengonsumsi Durian ketika Hamil, Amankah?

Tips Memilih Buah yang Tepat untuk Si Kecil

Jika Si Kecil baru menginjak usia 4-6 bulan, Si Kecil sudah dapat mengonsumsi makanan yang dihaluskan, termasuk buah. Si Kecil tidak harus diberikan semua jenis buah sebagai permulaan. Cukup memilih beberapa jenis buah yang lembut sebagai awal perkenalan, sehingga dapat dengan mudah dicerna oleh Si Kecil. 

Ketika Si Kecil berumur 4-6 bulan, mereka masih sulit dalam menelan dan mencerna makanan. Dalam hal ini, buah pepaya atau pisang dapat menjadi pilihan yang baik. Pasalnya, pepaya merupakan makanan ideal yang baik bagi organ pencernaan, karena teksturnya yang mudah ditelan. Selain itu, buah ini kaya akan vitamin C dan beta-karoten yang dapat meningkatkan sistem imun tubuh dan membantu kesehatan pencernaan.

Sedangkan pisang mengandung gula yang akan lambat dicerna, sehingga Si Kecil akan memiliki energi yang tahan lama. Dengan bentuknya yang kecil, buah pisang dapat dengan praktis dibawa ke mana pun. Buah ini juga baik dalam mengobati diare dan sembelit pada anak. Selain kedua buah tersebut, ibu dapat memberikan Si Kecil buah pir, aprikot, blewah, blueberry, atau persik.

Baca juga: Durian Ampuh untuk Atasi Hipotensi, Benarkah?

Hal yang Tidak Boleh Dilakukan

Jika ibu berniat untuk memperkenalkan buah durian, batasi dalam jumlah yang sedikit. Ibu dapat memberikannya secara langsung atau dalam campuran minuman, seperti es durian. Jangan memberikan Si Kecil buah dengan rasa asam, seperti lemon, jeruk, atau stroberi sebelum usianya mendekati 1 tahun. Pasalnya, buah-buahan jenis ini dapat menimbulkan ruam popok pada Si Kecil.

Jika setelah mengonsumsi buah-buahan tertentu Si Kecil mengalami ruam, diare, atau muntah, sebaiknya jangan berikan buah yang sama. Hal yang satu ini dapat didiskusikan dengan dokter. 

Referensi:
Health Xchange. Diakses pada 2019. ​​​Durians: 8 Myths and Facts About the King of Fruits.
Health Xchange. Diakses pada 2019. ​​​​6 Baby Feeding Tips for New Mothers.