Si Kecil Mengidap Maag, Ini yang Bisa Orangtua Lakukan

Si Kecil Mengidap Maag, Ini yang Bisa Orangtua Lakukan

Halodoc, Jakarta – Penyakit maag, yang disebut radang lambung atau gastritis, bisa terjadi pada segala kelompok usia. Artinya, anak-anak juga berisiko mengalami maag, sehingga orangtua perlu mewaspadai gejalanya sejak dini.  Berikut ini beberapa fakta mengenai maag pada anak yang perlu diketahui:

Baca Juga: Bukan Cuma Mag, Ini Penyebab Asam Lambung Naik

1. Penyebab Maag pada Anak

Maag pada anak lebih sering disebabkan oleh infeksi bakteri H. pylori. Selain maag, kuman ini bisa menyebabkan tukak lambung, tukak usus dua belas jari, hingga kanker lambung. Penyebab lainnya adalah konsumsi makanan yang berpotensi mengiritasi lambung (seperti makanan pedas, makanan berlemak, minuman berkafein) dan efek samping konsumsi obat (seperti obat penurun panas dan anti alergi). Maag akibat efek samping obat bisa diminimalisir dengan mengikuti anjuran penggunaan dari dokter.

2. Gejala Maag pada  Anak

Gejala maag pada anak berupa nyeri ulu hati, mual, muntah, perut kembung, cepat kenyang, sering buang angin, buang air besar tidak lancar, tidak nafsu makan, sensasi panas pada perut, hingga penurunan berat badan. Pada kasus yang parah, maag pada anak disertai dengan muntah darah.  

Baca Juga: Agar Maag Tak Lagi Kambuh, Begini Tips Atur Pola Makannya

3. Diagnosis Maag pada Anak

Gejala penyakit maag mudah dikenali dokter tanpa perlu adanya pemeriksaan penunjang. Jika maag tak kunjung sembuh dengan pengobatan standar, dokter melakukan endoskopi untuk melihat struktur mukosa lambung. Bakteri H. pylori dilihat dengan pemeriksaan penunjang lainnya.

Endoskopi bisa melihat secara langsung permukaan lambung, seberapa parah perlukaan, dan mengambil sebagian jaringan lambung untuk pemeriksaan lebih lanjut. Selain endoskopi, keberadaan H. pylori bisa dideteksi melalui stool test dan urea breath test.

4. Pengobatan Maag pada Anak

Anak yang mengidap maag biasanya diatasi dengan pemberian obat-obatan. Tujuannya untuk menetralisir asam lambung, menurunkan produksi asam lambung, dan melapisi permukaan selaput lendir lambung. Sebaiknya bicarakan pada dokter sebelum membeli obat maag untuk Si Kecil.

Sebagai pertolongan pertama, ibu bisa menghindarkan Si Kecil dari makanan asam, berminyak, pedas, dan minuman yang mengandung kafein (seperti teh, kopi, dan soft drink). Alasannya karena kafein merangsang pengeluaran asam lambung dan memperburuk gejala yang muncul. Lebih baik ibu memberikan Si Kecil makanan bertekstur lunak agar ia tidak semakin merasakan nyeri.

5. Pencegahan Maag pada Anak

Fokus utama pencegahan maag pada anak adalah menghindarkannya dari infeksi bakteri H. pylori. Caranya dengan menjaga kebersihan makanan dan minuman yang dikonsumsi (jangan biarkan Si Kecil jajan sembarangan), rutin mencuci tangan pakai sabun (terutama sebelum makan dan setelah dari toilet), dan pastikan ibu memberikan Si Kecil makanan sesuai dengan pertumbuhannya. Alasannya karena tekstur makanan yang tidak sesuai bisa mengiritasi lambung dan memicu gejala maag.

Baca Juga: Makanan yang Harus Dihindari Pengidap Maag

Itulah fakta mengenai maaf pada anak yang perlu diketahui. Kalau Si Kecil mengalami gejala maag, ibu nggak perlu ragu untuk membawanya ke poliklinik anak. Tanpa harus antre, ibu bisa membuat janji terlebih dahulu dengan dokter di rumah sakit pilihan di sini. Kamu juga bisa tanya jawab dengan dokter dengan download aplikasi Halodoc.