Anak Miliki Gejala Kleptomania, Ini 5 Penanganan yang Bisa Dilakukan

menangani kleptomania, perilaku kleptomania, cokelat

Halodoc, Jakarta - Perlu ibu ketahui bahwa perilaku kleptomania tidak hanya dialami oleh orang dewasa, tapi juga dapat terjadi pada anak-anak. Kleptomania pada usia dini biasanya dilakukan dengan mencuri benda-benda kecil dan dapat dikatakan murah seperti cokelat, pensil, penghapus, atau mainan. Ibu perlu waspada jika Si Kecil menunjukkan tanda-tanda munculnya perilaku ini.

Penanganan terbaik bagi anak yang mengalami gangguan ini mungkin perlu melibatkan pendekatan, terapi, dan konseling. Terapi Behavior Modification dapat dilakukan untuk menentukan alasan tepat di balik gangguan yang dialami oleh Si Kecil. Setelah penyebabnya diketahui, perawatan dapat dimulai dengan memperbaiki perilakunya. Kira-kira inilah beberapa cara yang dapat ibu lakukan untuk menangani anak yang memiliki perilaku kleptomania.

Baca juga: Hati-hati Kleptomania pada Anak

  1. Beri Pengertian pada Anak

Keinginan anak untuk mencuri biasanya berawal dari perasaan minder. Misalnya ketika anak tidak memiliki barang atau mainan baru seperti teman-temannya, kondisi ini akan mendorong anak untuk merasa minder. Karena kondisi tersebut pun, anak akan terdorong untuk memiliki barang atau mainan tersebut.

Kondisi tersebutlah yang bisa mendorong anak untuk memiliki barang temannya tersebut dengan cara mencuri. Anak-anak yang tidak mampu memiliki barang tersebut, karena kondisi ekonomi atau tidak diperbolehkan orangtuanya, bisa menjadi pemicu munculnya perilaku kleptomania pada anak.

Apabila ibu tidak memperbolehkan Si Kecil untuk membeli suatu barang, lebih baik jelaskan dan beri pengertian mengenai alasannya. Misalnya seperti barangnya terlalu mahal atau tidak begitu diperlukan. Memberikan penjelasan lebih baik daripada hanya berkata tidak tanpa penjelasan. Ibu juga perlu memberikan pendidikan mengenai nilai-nilai agama serta akhlak hingga budi pekerti pada anak. Ini akan membantu dirinya memahami konsekuensi dari mengambil barang milik orang lain.

  1. Jadikan Anak Pribadi yang Berharga

Ketika perilaku kleptomania anak diketahui oleh teman-temannya, tentu Si Kecil akan kehilangan teman dan dicap sebagai penjahat oleh teman-teman yang lain. Sebagai orangtua, ibu sebaiknya tidak emosi dan menghukum anak. Sebaiknya ibu mengurangi perasaan cemas dan kehilangan kepercayaan dirinya dengan memberi dukungan.

Cobalah untuk selalu berada dekat dengan Si Kecil. Dengan begitu, Si Kecil akan merasa bahwa ibunya selalu ada untuk dirinya. Jangan lupa juga untuk memeluknya, karena pelukan akan membuat anak semakin tenang, serta membuat dirinya berharga dan dicintai.

Baca juga: Kenali Kleptomania pada Anak dan Cara Mengatasinya

  1. Alihkan dengan Aktivitas Lain

Ketika ibu sudah mengetahui jika Si Kecil memiliki perilaku kleptomania, ibu dapat berusaha untuk mencegah perilakunya muncul kembali. Salah satu caranya adalah dengan mengajaknya melakukan kegiatan positif. Jika ibu suka berolahraga, sesekali ajak dan libatkan dia untuk melakukan kegiatan fisik.

Ibu juga perlu mencari tahu jenis olahraga apa yang disukainya. Dengan mengikuti keinginan Si Kecil, ia akan belajar menyalurkan waktu luangnya ke hal-hal positif. Kegiatan-kegiatan positif yang dilakukan Si Kecil bertujuan untuk mengalihkan perhatian dirinya saat memiliki niat mencuri.

  1. Konsultasikan pada Psikolog Anak

Saat perilaku kleptomania Si Kecil sudah cukup parah hingga tidak dapat dihentikan. Berarti ibu perlu meluangkan waktu untuk berkonsultasi pada ahlinya. Ibu dapat melakukan sesi konseling dengan psikolog anak untuk mencari bantuan dalam menangani kleptomania pada anak.

Diskusikan mengenai cara penanganan yang tepat untuk memperbaiki perilaku Si Kecil. Dengan konseling, ibu akan semakin memahami perilaku yang terjadi pada anak di rumah. Karena mungkin saja faktor terbesarnya berasal dari keluarga.

Baca juga: Waspada Tanda-tanda Kleptomania pada Anak

  1. Tunjukan Perhatian dan Kasih Sayang

Terkadang perilaku kleptomania yang muncul pada anak disebabkan oleh kurangnya perhatian, terutama dari orangtua. Kedua orangtua yang sibuk bekerja membuat anak merasa terabaikan, sendirian, dan kurang diperhatikan. Demi mencari perhatian dan kasih sayang ibu, anak justru melakukan hal-hal negatif.

Untuk mengatasi perilaku negatif Si Kecil, ibu perlu mengubah pola asuh di rumah dengan baik. Ini semua demi memenuhi kebutuhan perhatian dan kasih sayang anak-anak di rumah.

Mengenai masalah perilaku kleptomania atau pola asuh anak ini, ibu bisa berdiskusi dengan ahlinya melalui aplikasi Halodoc. Diskusi dengan psikolog di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran psikolog dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga.