Awas, Si Kecil Rentan Terkena Encephalomalacia

Awas, Si Kecil Rentan Terkena Encephalomalacia

Halodoc, Jakarta - Otak adalah bagian paling penting dari sistem tubuh manusia. Selayaknya CEO di sebuah perusahaan, otak adalah bagian yang memimpin dan mengatur semua kinerja organ di dalam tubuh. Pada anak-anak, otak adalah bagian yang masih banyak berkembang, baik itu dari segi ukuran hingga kemampuan. 

Sayangnya, terdapat salah satu gangguan pada otak yang menyebabkan kondisinya mengalami pelunakan. Kondisi ini terjadi akibat peradangan atau pendarahan yang terjadi di satu bagian otak tertentu atau mungkin lebih luas lagi. Parahnya lagi, kondisi ini bisa perkembang saat bayi masih dalam kandungan dan hal ini dipicu oleh berkurangnya pasokan oksigen ke otak. 

Baca Juga: 10 Penyebab Infeksi Otak Ensefalopati 

Penyebab Encephalomalacia pada Bayi

Pada bayi, berkurangnya pasokan oksigen ini terjadi karena dua hal, yakni:

  • Asfiksia, kondisi ketika jaringan otak bayi kekurangan suplai oksigen akibat kondisi tali pusat yang kurang baik

  • Radang pada otak atau selaput otak yang biasanya disebabkan oleh  infeksi TORCH (Toxoplasmosis, Rubella, Cytomegalovirus, dan Herpes simplex) selama kehamilan.

Penting diketahui bahwa penyakit ini adalah kerusakan serius pada otak dan memengaruhi bagian-bagian organ yang berbeda dan merusak jaringan. Beberapa area yang mengalami gangguan adalah lobus frontal, lobus oksipital, lobus parietal serta lobus temporalis. Pada akhirnya, penyakit ini menghentikan kerja bagian otak yang terkena. 

Bagaimana Encephalomalacia Diobati?

Dokter mendeteksi dan mendiagnosis encephalomalacia dengan mengambil gambar otak dengan magnetic resonance imaging (MRI) atau pemindaian computed tomography (CT). Encephalomalacia pada bayi baru lahir ditandai dengan rongga ketika jaringan otak seharusnya berada, sedangkan pada dewasa, pelunakan otak ditandai dengan volume otak yang berkurang terutama di daerah frontal dan temporal.

Sayangnya tidak ada perawatan atau penyembuhan langsung untuk encephalomalacia. Namun, dokter dapat mencoba untuk mengobati penyebab kondisi yang mendasarinya. Dalam beberapa kasus, pembedahan dilakukan untuk menghilangkan bagian otak yang terkena pelunakan. Pengobatan ini dinamakan terapi sel induk atau stem cell. Area otak yang mengalami pelunakan diangkat dengan operasi dan bagian otak yang tersisa akan mengalami adaptasi fungsi akibat bagian otak yang hilang.

Baca Juga: Ini Penyebab dan Gejala Radang Otak yang Perlu Diketahui

Pencegahan Encephalomalacia pada Bayi

Karena bisa terjadi akibat gangguan tali pusat, maka penyakit ini bisa dicegah dengan cara rutin memeriksakan bayi menggunakan USG. Selain itu, karena bisa terjadi karena radang pada otak atau selaput otak yang biasanya disebabkan oleh  infeksi TORCH (Toxoplasmosis, Rubella, Cytomegalovirus, dan Herpes simplex) selama kehamilan, maka pemberian vaksin adalah salah satu upaya yang juga bisa dilakukan.

Setiap ibu hamil diharapkan berhati-hati untuk menghindari benturan atau hantaman parah ke area perut karena dapat menyebabkan trauma pada janin yang berujung pada pelunakan otak. Menjaga pola makan sehat dan mengonsumsi banyak makanan yang kaya akan vitamin E juga dapat membantu mengurangi risiko terkena jenis kemunduran otak ini.

Baca Juga: Faktor Penyebab Bayi Mengalami Lumpuh Otak

Itulah sedikit penjelasan mengenai encephalomalacia yang bisa menyerang bayi. Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!