• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Anemia Sebabkan Kerontokan Rambut, Kapan Perlu ke Dokter?

Anemia Sebabkan Kerontokan Rambut, Kapan Perlu ke Dokter?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Anemia Sebabkan Kerontokan Rambut, Kapan Perlu ke Dokter?

“Kondisi kerontokan rambut yang mengarah pada kebotakan pasti akan sangat mengganggu penampilan seseorang. Kondisi ini pun perlu dicari solusinya sesegera mungkin. Kerontokan rambut juga dicurigai sebagai efek samping dari kekurangan zat besi. Jadi, selain melakukan perawatan untuk atasi rambut rontok, seseorang juga perlu konsumsi suplemen zat besi.”

Halodoc, Jakarta – Hingga kini dokter sebenarnya tidak yakin mengapa beberapa orang yang mengalami kerontokan rambut memiliki simpanan zat besi di dalam tubuhnya yang rendah. Namun, mereka tahu bahwa zat besi merupakan komponen penting dalam enzim yang disebut ribonucleotide reductase yang membantu pertumbuhan sel.

Menurut beberapa penelitian, sel-sel folikel rambut bisa sangat sensitif terhadap penurunan kadar zat besi, dan mungkin tidak dapat menumbuhkan sel-sel baru secara efektif ketika cadangan zat besi rendah. Jika kamu mengalami kekurangan zat besi dan kemudian mengalami gejala rambut rontok, simak cara mengatasinya berikut!

Baca juga: Kebotakan pada Pria, Penyakit atau Hormon?

Kerontokan Rambut dan Kaitannya dengan Anemia Zat Besi

Rambut rontok bukanlah gejala khas anemia defisiensi besi. Sebagian besar penelitian yang berkaitan dengan anemia defisiensi besi dan rambut rontok melihat kerontokan rambut juga hanya pada wanita. Kerontokan rambut pola wanita, juga dikenal sebagai androgenetic alopecia, adalah jenis rambut rontok yang paling umum pada wanita.

Kerontokan rambut pola wanita biasanya mengacu pada penipisan rambut di bagian tengah kulit kepala. Orang dengan pola kerontokan rambut ini mungkin juga memiliki rambut yang menipis atau surut di garis rambut di sepanjang dahi mereka.

Penelitian telah menentukan bahwa tidak ada cukup bukti untuk mengatakan dengan pasti bahwa anemia defisiensi besi dapat menyebabkan kerontokan rambut pada pria atau wanita. Sementara itu, beberapa penelitian telah menemukan bahwa orang yang mengalami kerontokan rambut kekurangan zat besi, ada sedikit bukti yang menunjukkan bahwa kekurangan zat besi adalah penyebabnya.

Namun, penelitian menunjukkan bahwa kerontokan rambut akibat kekurangan zat besi tampaknya terkait dengan kerontokan rambut yang tidak melukai folikel rambut. Sehingga kondisi ini menjanjikan untuk melakukan pertumbuhan kembali (regrowth), karena artinya folikel tidak rusak parah dan mungkin bisa menumbuhkan rambut lagi.

Baca juga: Kids Zaman Now Lebih Cepat Botak, Apa yang Salah?

Kapan Perlu ke Dokter dan Langkah Perawatan yang Bisa Dilakukan

Kerontokan rambut dapat mengganggu penampilan seseorang. Jika kamu mengalami kerontokan rambut dan kekurangan zat besi, mungkin kamu perlu merawat keduanya secara terpisah. Jadi, pastikan juga selama melakukan pengobatan untuk atasi rambut rontok, kamu juga mengonsumsi suplemen zat besi.

Perawatan untuk Atasi Kerontokan Rambut

Dokter dapat merekomendasikan banyak perawatan untuk orang yang mengalami kerontokan rambut, termasuk:

  • Minoxidil: Obat ini tersedia sebagai larutan topikal yang dioleskan ke kulit kepala. 
  • Inhibitor 5-alpha-reductase: Obat-obatan seperti finasteride adalah inhibitor 5-alpha-reductase. Obat-obatan ini membantu meningkatkan kadar enzim yang mendorong pertumbuhan rambut.
  • Teknik Pembedahan: Jika perawatan kerontokan rambut lain tidak berhasil, pembedahan seperti transplantasi rambut, dapat membantu memulihkan rambut seseorang.

Mengobati Anemia Defisiensi Zat Besi

Perawatan untuk anemia defisiensi besi meliputi:

  • Suplemen Zat Besi: Seorang dokter dapat merekomendasikan seseorang untuk mengonsumsi suplemen zat besi setiap hari, untuk membantu tubuh mereka memulihkan zat besi dari waktu ke waktu. Seseorang harus selalu berbicara dengan dokter mereka sebelum mengonsumsi suplemen zat besi karena mereka dapat menyebabkan efek samping pada tubuh. Seseorang mungkin harus mengonsumsi suplemen zat besi selama 3 hingga 6 bulan sebelum simpanan zat besi dalam tubuhnya mencapai tingkat normal.
  • Suntikan Zat Besi: Seorang dokter dapat merekomendasikan suntikan zat besi untuk meningkatkan kadar zat besi lebih cepat. Orang yang menderita anemia berat mungkin juga memerlukan suntikan zat besi atau zat besi intravena. Orang yang tidak dapat menyerap zat besi dengan baik, seperti mereka yang menderita penyakit Crohn, juga dapat memperoleh manfaat dari suntikan.
  • Perubahan Pola Makan: Mengonsumsi lebih banyak zat besi juga dapat membantu meningkatkan kadarnya. Makanan kaya zat besi termasuk daging merah, ayam, ikan, sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan, hingga sereal. 

Baca juga: Sering Mengenakan Topi Bikin Pria Cepat Botak, Benarkah?

Beberapa obat rambut rontok atau suplemen zat besi juga tersedia di Halodoc. Kamu bisa membeli produk kesehatan tersebut melalui aplikasi dan pesanan kamu pun akan tiba kurang dari satu jam. Praktis bukan? Yuk gunakan aplikasi Halodoc sekarang!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. Iron Deficiency and Hair Loss.
Medical News Today. Diakses pada 2021. Can an Iron Deficiency Cause Hair Loss?
Scientific American. Diakses pada 2021. Is Iron Deficiency Causing Your Hair Loss?