09 February 2019

Kenali Aneurisma Aorta, Salah Satu Penyebab Kematian Mendadak

kenali aneurisma aorta salah satu penyebab kematian mendadak

Halodoc, Jakarta – Aneurisma aorta mulai dikenal masyarakat luas ketika tokoh kuliner Indonesia, yaitu Bondan Winarno dikabarkan meninggal akibat penyakit tersebut. Dokter yang menanganinya menyebut aneurisma aorta sebagai bom waktu yang bisa pecah setiap saat dan mematikan. Sebenarnya, penyakit seperti apakah aneurisma aorta? Dan bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasannya lebih lanjut di sini.

Apa Itu Aneurisma Aorta?

Aneurisma aorta adalah kondisi munculnya benjolan pada dinding aorta yang terjadi akibat melemahnya otot-otot pada dinding aorta. Aorta sendiri adalah pembuluh darah utama dan terbesar pada tubuh manusia yang berfungsi untuk mengalirkan darah yang mengandung tinggi oksigen dari jantung ke seluruh tubuh.

Bila aneurisma aorta tidak segera ditangani, dinding aorta yang kian membesar bisa pecah setiap saat. Ini menyebabkan perdarahan yang hebat yang dapat membahayakan nyawa pengidapnya. Aneurisma aorta dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

  • Aneurisma Aorta Abdominal

Ini merupakan jenis aneurisma aorta yang paling sering terjadi. Pada aneurisma aorta abdominal, benjolan muncul di bagian bawah aorta.

  • Aneurisma Aorta Torakal

Jenis aneurisma ini terjadi ketika aorta bagian bagian atas mengalami pembesaran atau melemah.

  • Aneurisma Aorta Torako-Abdominal

Aneurisma terjadi di antara bagian atas dan bawah aorta.

Berikut beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengidap aneurisma aorta:

  • Berusia di atas 65 tahun

  • Berjenis kelamin pria

  • Berkulit putih

  • Memiliki anggota keluarga yang juga mengidap aneurisma aorta

  • Mengidap aneurisma lainnya

  • Merokok atau mengunyah tembakau

  • Mengidap hipertensi

  • Mengidap aterosklerosis.

Baca juga: 5 Komplikasi Akibat Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

Penyebab Aneurisma Aorta

Sampai saat ini, belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab aneurisma aorta. Tapi, faktor berikut diduga bisa menjadi pemicu munculnya aneurisma aorta, antara lain:

  • Kelainan genetik

  • Pengerasan arteri atau aterosklerosis

  • Infeksi pada aorta atau pada bagian tubuh lain yang tidak terobati

  • Cedera.

Gejala Aneurisma Aorta

Sayangnya, gejala aneurisma aorta berkembang dengan lambat, bahkan seringkali tidak menimbulkan gejala, sehingga penyakit ini sulit dideteksi dan akhirnya terlambat diobati. Namun demikian, aneurisma aorta abdominal biasanya menimbulkan gejala-gejala berikut pada pengidapnya:

  • Nyeri punggung

  • Nyeri konstan yang terjadi di dalam perut atau di samping perut

  • Area di sekitar pusar berdenyut-denyut.

Sedangkan pengidap aneurisma aorta torakal, bisa mengalami gejala-gejala berikut:

  • Batuk

  • Suara menjadi serak

  • Memiliki napas yang pendek

  • Nyeri punggung

  • Dada menjadi sensitif atau terasa nyeri.

Baca juga: Sesak Napas dan Nyeri Dada? Hati-Hati Bradikardia Mengintai

Pengobatan Aneurisma Aorta

Tujuan pengobatan dilakukan pada aneurisma aorta adalah untuk mencegah pembuluh darah aorta pecah. Bila aneurisma masih berukuran kecil dan pengidap tidak mengalami gejala apa-apa, maka dokter hanya menyarankan pengidap untuk memeriksakan dirinya secara rutin agar dokter dapat memantau perkembangan aneurisma.

Sedangkan aneurisma aorta abdominal, bisa diatasi dengan melakukan pembedahan. Tapi, tindakan pembedahan baru akan dilakukan bila aneurisma sudah berukuran 5 sampai 5,5 sentimeter atau lebih besar lagi. Berikut beberapa jenis pembedahan yang bisa dilakukan untuk menangani aneurisma aorta abdominal:

  • Bedah terbuka. Prosedur ini bisa memperbaiki aneurisma aorta abdominal dengan cara mengangkat bagian aorta yang rusak dan menggantinya dengan tabung sintetis.

  • Bedah endovaskular. Prosedur ini dilakukan dengan cara menempelkan cangkokan sintetis pada ujung kateter, kemudian dimasukkan ke dalam aorta melalui arteri di kaki pengidap.

Untuk mengatasi aneurisma aorta toraks, dokter akan melakukan beberapa tindakan pengobatan berikut:

  • Pemberian obat-obatan, seperti statin, beta blocker, dan angiotensin II receptor blockers, bermanfaat untuk mengurangi risiko komplikasi aneurisma.

  • Operasi untuk mencegah pecahnya aneurisma. Jenis operasi yang bisa dilakukan, antara lain bedah terbuka pada bagian dada, bedah endovaskular, dan operasi perbaikan katup jantung.

Pengidap aneurisma aorta juga dianjurkan untuk berhenti merokok, karena kebiasaan tersebut bisa memperburuk kondisi aneurisma.

Baca juga: 5 Hal tentang Operasi Katup Jantung yang Perlu Diketahui

Itulah sedikit penjelasan mengenai aneurisma aorta. Kalau kamu ingin mengetahui penyakit ini lebih lanjut, tanyakan saja langsung kepada ahlinya lewat aplikasi Halodoc. Melalui Video/Voice Call dan Chat, kamu bisa berdiskusi dan minta saran kesehatan dengan dokter kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.