15 November 2018

Angin Duduk Bisa Sebabkan Kematian Mendadak, Mitos atau Fakta?

angin duduk bisa sebabkan kematian mendadak mitos atau fakta

Halodoc, Jakarta – Selama ini beredar berbagai mitos seputar angin duduk. Sebagian orang menganggap angin duduk sama dengan masuk angin, sehingga bisa diobati dengan cara melakukan kerokan. Namun, sebagian orang lainnya menganggap angin duduk merupakan penyakit berbahaya yang bisa menyebabkan kematian mendadak. Manakah yang benar? Biar enggak bingung ketahui dulu mitos dan fakta angin duduk berikut ini.

Angin Duduk Tidak Sama dengan Masuk Angin

Bila masuk angin disebabkan oleh berkumpulnya suatu gas yang tidak merata pada tubuh, angin duduk atau dalam istilah medis dikenal juga dengan istilah angina disebabkan oleh penyempitan arteri koroner pada jantung. Penyempitan ini mengakibatkan pasokan darah yang mengalir menuju ke otot-otot jantung jadi berkurang, sehingga biasanya pengidap angin duduk akan merasakan rasa nyeri pada dada, seperti ditekan atau diremas. Namun, rasa nyeri ini juga bisa menjalar ke bagian tubuh lainnya, seperti bahu, lengan, leher, ataupun punggung. Kondisi ini biasanya terjadi selama 15 menit sebelum gejalanya perlahan menghilang.

Jadi, angin duduk jelas berbeda dengan masuk angin yang biasanya bisa diatasi dengan kerokan. Gejala angin duduk juga biasanya lebih parah daripada gejala masuk angin yang hanya sebatas tidak enak badan saja.

Tingkat Keparahan Angin Duduk

Sebenarnya angin duduk dengan gejala ringan atau menengah tidak berbahaya, sehingga bisa diatasi tanpa obat-obatan. Pengidap angin duduk yang baru mengalami gejala ringan hanya perlu mengubah kebiasaan-kebiasaan buruknya yang dapat memicu munculnya angin duduk dan menjalani pola hidup sehat. Beberapa caranya:

  • Perbanyak mengonsumsi makanan bergizi dan kaya akan serat, seperti sayur-sayuran dan buah-buahan.

  • Kurangi konsumsi makanan yang berlemak.

  • Batasi porsi makan agar tidak melebihi dari yang dibutuhkan tubuh.

  • Berolahraga secara rutin dan istirahat yang cukup

  • Hindari stres atau segera atasi stres bila kamu mengalaminya.

  • Diet bila kamu mengalami obesitas.

  • Berhenti merokok atau hindari asap rokok.

  • Kurangi minum minuman keras.

Akan tetapi, bila gejala angin duduk cukup parah dan tidak bisa diatasi dengan perubahan gaya hidup, biasanya dokter akan meresepkan beberapa macam obat untuk mengatasi gejala sekaligus mencegah angin duduk kambuh lagi. Obat-obatan yang biasa digunakan untuk mengatasi angin duduk, antara lain obat-obatan nitrat, obat pencegah pembekuan darah, obat pengencer darah, nicorandil, obat penghambat beta, ivabradine, dan ranolazine.

Bila gejala angin duduk sudah semakin parah dan obat-obatan tidak lagi mempan, maka tindakan operasi perlu dilakukan. Bila tidak, angin duduk berpotensi menyebabkan serangan jantung. Nah, serangan jantung inilah yang bisa menyebabkan kematian mendadak, yaitu hanya butuh waktu 15–30 menit. Berikut jenis operasi yang biasa dilakukan dokter untuk menangani angin duduk yang sudah parah:

  • Operasi Bypass. Prosedur ini dilakukan untuk mencegah darah mengalir melewati pembuluh darah yang sudah terhalang atau rusak dengan cara menggunakan pembuluh darah dari bagian tubuh lainnya.

  • Operasi Angioplasti. Prosedur ini dilakukan dengan cara memasukkan sebuah balon kecil ke dalam pembuluh darah yang mengalami penyempitan. Ketika balon tersebut ditiup, maka pembuluh darah akan melebar. Setelah itu, pembuluh darah yang sudah melebar diganjal dengan sebuah kawat khusus agar tetap terbuka. Tujuan operasi ini adalah agar aliran darah tetap lancar.

Jadi, jangan sepelekan penyakit angin duduk. Hindari kebiasaan-kebiasaan buruk yang bisa memicu angin duduk serta jaga kesehatan dengan menerapkan gaya hidup sehat agar kamu bisa terhindar dari penyakit ini. Bila kamu merasakan gejala-gejala yang mirip seperti gejala angin duduk, coba bicarakan saja kepada dokter dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Melalui Video/Voice Call dan Chat, kamu bisa minta saran kesehatan dari dokter kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Baca juga: