Angioedema pada Anak, Ini Cara Atasinya

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
Angioedema pada Anak, Ini Cara Atasinya

Halodoc, Jakarta – Angioedema bisa menyerang siapa saja, termasuk anak-anak. Kondisi ini ditandai dengan munculnya pembengkakan yang sering seringkali terjadi akibat reaksi alergi. Meski begitu, angioedema biasanya tidak berbahaya dan gejalanya bisa diatasi dengan cara yang mudah. Pada kondisi yang ringan, gejala angioedema bisa diatasi dengan sederhana di rumah. 

Meski tidak berbahaya, penyakit ini juga tidak boleh dianggap sepele begitu saja. Pada kondisi yang jarang terjadi, angioedema bisa menyebabkan pengidapnya mengalami sesak napas akibat adanya pembengkakan pada saluran pernapasan. Munculnya gejala angioedema pada anak harus segera ditangani, sehingga terhindar dari kondisi lanjutan yang berbahaya. 

Baca juga: Alasan Angioedema Dapat Sebabkan Sulit Bernapas

Mengatasi Gejala Angioedema pada Anak 

Pengidap angioedema juga bisa saja mengalami urtikaria atau biduran. Angioedema dan biduran sering dianggap sebagai kondisi yang sama, tetapi sebenarnya berbeda. Pembengkakan pada angioedema terjadi di lapisan bawah kulit, sementara pada biduran terjadi di permukaan kulit. Meski tidak berbahaya, gejala yang muncul sebagai tanda angioedema tetap harus ditangani. 

Penyakit ini ditandai dengan gejala utama berupa bengkak di bawah permukaan kulit. Pembengkakan ini terjadi karena adanya penumpukan cairan di lapisan kulit bagian dalam. Bengkak akibat angioedema juga bisa terjadi pada beberapa bagian tubuh, seperti mata, bibir, lidah, tangan, kaki, hingga di area kelamin. Pada kasus yang parah, kondisi ini juga bisa menyerang bagian dalam tenggorokan dan perut. 

Bengkak akibat penyakit ini biasanya tidak disertai dengan rasa gatal. Namun, pada angioedema yang dipicu oleh reaksi alergi biasanya gatal yang mengganggu bisa muncul. Selain itu, kondisi ini juga bisa memicu gejala lain, seperti sensasi panas dan nyeri di area pembengkakan, sesak napas, serta mata merah. Penyakit ini juga bisa terjadi karena faktor keturunan dan sering memicu terjadinya gangguan saat berkemih serta sakit perut. 

Baca juga: 4 Hal yang Bisa Tingkatkan Risiko Angioedema

Ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebab penyakit angioedema, tergantung pada jenis yang dialami. Penyakit ini bisa diakibatkan oleh reaksi alergi, penggunaan obat-obatan tertentu, serta faktor keturunan. Munculnya bengkak juga bisa terjadi akibat stres, perawatan gigi, penggunaan pil KB, kehamilan, serta cedera atau infeksi. Selain itu, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko penyakit ini, seperti mengenakan pakaian ketat, olahraga terlalu berat, iklim yang terlalu panas atau dingin, konsumsi alkohol, serta kondisi medis tertentu. 

Ada beberapa cara pengobatan yang bisa dilakukan saat anak mengalami pembengkakan akibat angioedema. Karena gejala yang muncul umumnya bersifat ringan, kondisi ini bisa ditangani dengan mandiri di rumah. Berikut ini beberapa cara mengatasi gejala angioedema yang bisa dilakukan: 

  1. Kompres air dingin, terutama di area yang mengalami pembengkakan. 

  2. Hindari mengenakan pakaian yang terlalu ketat. Sebagai gantinya, selalu pakai baju longgar agar terhindar dari iritasi kulit dan tidak memperparah pembengkakan.

  3. Jangan digaruk. Pada beberapa kondisi bengkak mungkin akan disertai dengan rasa gatal. Jika itu yang terjadi, pastikan Si Kecil tidak menggaruk bagian tubuh yang bengkak. 

  4. Hindari pemicu alergi. Cara ini dilakukan pada angioedema yang muncul sebagai reaksi alergi, misalnya alergi makanan. 

Baca juga: Alasan Angioedema Sebabkan Tubuh Bengkak

Cari tahu lebih lanjut seputar penyakit angioedema pada anak dengan bertanya ke dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah kapan dan di mana saja menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
NHS Choices UK. Diakses pada 2019. Angioedema.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Hives and Angioedema.
Healthline. Diakses pada 2019. Angioedema (Giant Hives).