Apa Penyebab Body Dysmorphic Disorder?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
body dysmorphic disorder, gangguan mental karena kekurangan fisik

Halodoc, Jakarta - Setiap orang tentu pernah merasa tidak percaya diri dengan kekurangan fisik atau penampilan pribadinya. Namun, jika hal itu sudah menimbulkan rasa cemas berlebihan, bisa jadi itu merupakan tanda gangguan mental body dysmorphic disorder. Apa yang menjadi penyebab gangguan mental ini?

Sayangnya, penyebab pasti dari body dysmorphic disorder hingga saat ini belum diketahui. Namun, gangguan mental ini diduga muncul akibat kombinasi dari beberapa faktor berikut:

  • Genetik

Body dysmorphic disorder lebih banyak terjadi pada orang yang memiliki riwayat penyakit serupa di dalam keluarga. Namun, belum dapat dipastikan apakah kondisi ini diturunkan secara genetik atau justru akibat dari kesalahan pola asuh.

Baca juga: Cemas Berlebihan, Waspadai Penyakit Gangguan Kecemasan

  • Kelainan Struktur Otak

Body dysmorphic disorder juga dapat terjadi karena adanya kelainan pada struktur otak, atau senyawa-senyawa di dalamnya.

  • Lingkungan

Selain 2 hal tadi, lingkungan merupakan faktor yang dapat meningkatkan risiko body dysmorphic disorder pada seseorang. Penilaian negatif dari lingkungan terhadap citra diri, pengalaman buruk di masa lalu, atau trauma pada masa kecil dapat menyebabkan seseorang mengalami body dysmorphic disorder.

Namun, selain faktor-faktor penyebab tersebut, ada beberapa kondisi lain yang dapat memicu munculnya body dysmorphic disorder, yaitu:

  • Mengidap gangguan mental lain, seperti gangguan kecemasan atau depresi.

  • Sifat tertentu, misalnya perfeksionis atau rasa rendah diri.

  • Memiliki orangtua atau keluarga yang terlalu kritis terhadap penampilan.

Gejala yang Ditunjukkan Pengidap Body Dysmorphic Disorder

Dalam hal pandangan negatif dan kecemasan atas penampilan fisik, gejala body dysmorphic disorder mungkin mirip dengan gangguan makan. Namun, rasa cemas yang dialami pengidap gangguan ini bukanlah mengenai berat badan dan bentuk tubuh. Melainkan kekurangan fisik pada anggota tubuh tertentu, seperti misalnya rambut rontok, kulit keriput, atau bentuk hidung yang pesek. 

Baca juga: Gangguan Kecemasan dan Serangan Panik, Sama atau Beda?

Body dysmorphic disorder banyak terjadi pada orang berusia 15 hingga 30 tahun. Pengidap kondisi ini sering merasa malu dan resah karena menganggap dirinya buruk, sehingga menghindari berbagai situasi sosial. Selain itu, pengidap juga sering menjalani operasi plastik guna memperbaiki penampilannya.

Ada beberapa gejala atau perilaku yang bisa menjadi tanda bahwa seseorang mengidap body dysmorphic disorder, yaitu:

  • Bercermin berulang-ulang dalam waktu lama.

  • Menyembunyikan anggota tubuh yang dianggap tidak sempurna.

  • Meminta orang lain meyakinkan dirinya berulang kali bahwa kekurangan bentuk tubuhnya tidak terlalu jelas terlihat.

  • Berulang kali mengukur atau menyentuh area tubuh yang dianggap tidak sempurna.

Jika kamu mengalami berbagai gejala tersebut, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan psikolog, agar penanganan bisa dilakukan sesegera mungkin. Sekarang, diskusi dengan psikolog yang kamu inginkan juga bisa dilakukan di aplikasi Halodoc, lho. Lewat fitur Talk to a Doctor, kamu bisa obrolkan langsung gejalamu melalui Chat atau Voice/Video Call.

Selain beberapa perilaku tadi, body dysmorphic disorder juga dapat terjadi ketika kecemasan berlebihan timbul karena menganggap tubuhnya terlalu kecil, terlalu kurus, atau kurang berotot. Gejala yang dapat muncul pada kondisi seperti ini adalah:

  • Terlalu sering berolahraga untuk waktu yang lama.

  • Mengonsumsi suplemen gizi secara berlebihan.

  • Penyalahgunaan steroid.

Baca juga: Perlu Tahu, Ini Bedanya Serangan Panik dan Serangan Kecemasan

Segera ke Psikiater Jika…

Pengidap body dysmorphic disorder dapat berulang-ulang berkonsultasi dengan dokter untuk mencari cara memperbaiki penampilannya. Namun, tujuan pasien berkonsultasi bisa menjadi kurang tepat. Sebaiknya berdiskusi dengan psikiater.

Untuk melakukan pemeriksaan, kini kamu bisa langsung buat janji dengan psikiater di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc, lho. Jadi, pastikan kamu sudah download aplikasinya di ponselmu, ya.

Pemeriksaan ke psikiater perlu segera dilakukan, jika menyadari adanya perilaku yang tidak wajar dalam menilai penampilan, terutama jika perilaku tersebut sudah:

  • Mengganggu pekerjaan, prestasi di sekolah, atau hubungan dengan orang lain.

  • Hilang keinginan untuk pergi ke tempat umum dan merasa cemas jika berada di antara orang lain.

  • Kondisi ini dapat berujung kepada depresi berat dan ide untuk melakukan bunuh diri.

Referensi:
Mayo Clinic (Diakses pada 2019). Body dysmorphic disorder
Mental Health America (Diakses pada 2019). 8 Things You Should Know About Body Dysmorphic Disorder (BDD)
WebMD (Diakses pada 2019). Body Dysmorphic Disorder